Thursday, January 3, 2013

Keindahan di sepertiga malamku


      

               Sosok yang dianggap lemah tapi melemahkan
               Sosok yang dianggap manja tapi memanjakan
               Sosok yang paling di sayangi tapi mampu menyayangi
               Engkaulah wanita...seindah-indahnya perhiasaan

Selayaknya wanita lain,aku juga pernah merasakan jatuh cinta,pernah merasakan sakit hati,pernah merasakan dan merindukan sosok pria yang tak hanya penuh perhatian tetapi mampu menjadikan aku sebaik-baiknya wanita.sebaik-baiknya wanita yang mampu menangis karena berdosa akan tuhannya,sebaik-baiknya wanita yang tangguh atas setiap masalahnya,sebaik-baiknya wanita yang mampu menjaga kehormatannya. 

Akan tetapi dalam pencarian cintaku selama ini, belum pernah ku menemukan pria yang mampu menjadikan aku sebaik-baiknya wanita,pernah ku kenal sosok pria yang ku kira “ a person Make The Best woman” tapi setelah ku terjebak rayuannya,baru ku sadar dia bukan pria yang aku harapkan.

Semua itu berawal dari sebuah pertemuan ,tepatnya pertemuan yang direncakan oleh temanku yang berniat “nyomblangin” aku dengan seorang pria,awalnya aku menolak dengan alasan ada jadwal les namun karena di paksa ,ya sudahlah aku ikuti ,gumam dalam hatiku.pertama kali bertemu dengan pria itu rasanya biasa saja,standar namun setelah dia mengawali pembicaraan yang berkaitan dengan hobbyku menulis,rasanya nyambung juga untuk dijadikan teman bertukar pikiran dalam menulis dan diakhir pertemuan kami saling bertukar nomber Hp,alamat fb dan twitter.

“Assalamualaikum,selamat malam udah shalat ? “ kalimat itu adalah sms pertama yang aku terima dari Irfan,”walaikumsalam udah,Alhamdulillah” balasan sms dari aku.
Itu adalah awal dari aktivitas bertukar pesan yang akhirnya berujung dengan gombal-gombalan maut yang mematikan kesadaranku sebagai seorang wanita,Irfan mengajak ku untuk berjalan-jalan ke suatu tempat dan aku menyetujui-nya tanpa ada rasa ragu .

Keesokan harinya,ku dengar suara motor di luar rumahku dan ternyata itu Irfan,aku sempat berpikir,kenapa aku mau berjalan-jalan berdua-duaan dengan seorang pria yang baru sehari aku kenal tapi pemikiran itu dikalahkan oleh nafsu yang seolah di hembuskan halus,kalau aku membatalkan pergi dengan dia sekarang,rasanya itu tidak sopan lebih baik ku turuti saja lagi pula dia kelihatan baik,seru hati seolah pembenaran dari sebuah kesalahan.

Akhirnya ku putuskan untuk pergi bersama Irfan,disepanjang perjalanan di hiasi dengan obrolan yang penuh canda sehingga aku larut didalamnya ,”pegangan aja nantinya nayla jatuh lagi dari motornya” perintah Irfan,dengan sadar tak sadar aku pun memeluknya dengan erat ,itu seolah menjadi hal terganas yang pernah dilakukan oleh aku sebagai wanita dan terlebih kita baru beberapa hari kenal.

Sampailah kami di suatu tempat yang sudah dijanjikan Irfan,sungguh ku akui tempat itu memang indah,taman bunga yang dihiasi mentari terbenam , “indah banget yah Irfan pemandangannya”,” menurut aku pemandangan tempat ini biasa saja” seru Irfan,”loh kok kamu berpikiran begitu,bukannya tempat ini indah banget tapi kamu menganggap biasa saja” tanggap aku,”dulu tempat ini emang indah tapi keindahan memudar sejak ada nayla di sini ”, gombalan yang mematikan logika mulai dilancarkan Irfan secara terus menerus dan tibalah pada suatu kata.

“Nayla sejak pertama aku kenal kamu,ku rasakan sebuah keindahan yang pertama aku rasakan,keindahan mencintai sosok bidadari yang ku dapatkan dari dunia mimpi kini menjadi kenyataan,aku tak mau kehilangan keindahan itu yang kudapatkan dari dirimu jadi maukah engkau menjadi pacarku ? guna berbagi keindahan yang engkau miliki kepadaku”


“Maaf Irfan,aku tidak bisa........tidak bisa menolak kata-kata indahmu itu”.

Itu adalah kebodohan kedua yang aku lakukan hari ini sehingga pada akhirnya aku menjalin sebuah hubungan dengan Irfan,seminggu pertama keindahan cinta itu sungguh nyata yang mengakibatkan ku menjadi manusia ter alay  dijejaring sosial tergambar dari status-status aku dan Irfan.

“takkan ada sebuah cinta tanpa hadirmu Irfan”

“ terimakasih untuk kesempurnaan yang engkau berikan “nayla “


Hubungan aku dengan Irfan semakin dekat dan semakin alay ,memang ku rasakan keindahan tapi keindahan yang semu,keindahan di sepertiga malamku semakin memudar bahkan lenyap jika aku terlalu sering dan terlalu asyik larut dalam keindahan yang Irfan ciptakan .

3 bulan sudah aku lalui hubungan ini,awal yang indah,pertengahan yang sedikit indah namun akhir yang penuh masalah,sejak menjalin hubungan dengannya,aku bagai burung yang harus hidup di air.aku merasa bukan aku yang dulu,aku merasa menjadi orang bodoh yang harus menukar keindahan di sepertiga malamku dengan keindahan semu ciptaan Irfan.

Di perjalanan pulang dari les yang sudah rutin aku ikuti,aku berencana untuk kerumah Irfan dan mengatakan agar hubungan aku dengan dia segera diakhiri,sesampai dirumah Irfan,ku lihat Irfan sedang mengobrol dan memegang tangan seorang wanita ,seolah dia mau mengatakan sesuatu kepada wanita itu,sepertinya yang aku tebak,dia mengatakan hal yang persis sama seperti yang dia katakan kepadaku dulu .

Aku pergi dari rumahnya Irfan tanpa menemui dia terlebih dahulu,kini aku mempunyai penegasan yang menjadi alasan kenapa aku harus mengakhiri hubungan ini,penyesalan yang amat dalam sempat menghinggapi dalam diriku,kenapa aku harus kenal dia jika pada akhirnya harus begini,kenapa aku harus meninggalkan “sepertiga malamku” selama 3 bulan itu,sungguh penyesalan yang bertubi hingga membuat kelopak mata ini membengkak atas semua tangisan ku.

Ku ingin mengembalikan sepertiga malamku yang sempat hilang ,ku putuskan untuk shalat malam di musholla yang dekat dengan rumahku kira-kira jaraknya 10 m,ku menangis sejadi-jadinya disana, seakan menegaskan semua penyesalan yang telah aku lakukan,hatiku terasa amat lega setelah mencurahkan semua keluh kesah kepada yang pencipta tanpa kusadari ada seorang pemuda yang duduk di sebelah namun cuma terhalang hijab sebagai pembatas wanita dan pria,aku pikir pria itu adalah jin islam yang sedang bermusabah karena sebelumnya aku tidak pernah melihat dia daerah ini bahkan di siang hari sekalipun,aku kembali ke rumah tanpa begitu menghiraukan dia manusia atau bukan.

Malam berikutnya seperti malam yang lalu,aku datang ke musholla untuk kembali mencurahkan isi hatiku kepada Allah,mencurahkan segala masalah yang aku hadapi agar tidak merasa terbebani namun tanpa ku duga pria yang ku temui malam kemarin ada lagi,kali ini aku semakin yakin bahwa dia bukan manusia,mungkin dia jin yang lagi galau sehingga mencurahkan masalah dengan cara shalat untuk memastikan dia manusia atau jin galau,aku putuskan mengambil sapu dan berencana memukulnya, kalau dia kena dan menjerit berarti dia manusia, kalau dia kena dan tidak menjerit berarti dia jin galau maka ku pukul dia dengan keras namun dia masih diam ,aku menyimpulkan bahwa dia memang jin yang rentan galau tapi untuk menegaskan kesimpulanku ku pukul dia dengan amat keras sehingga sapu yang digunakan untuk memukulnya patah dan dia berteriak dengan interval yang sangat lama dan keras.

“punten kang,punten sugan mah akang teh jin anu rentan galau da abdi tara ninggal akang dilembur ieu”
“aduh neng nyeri Kieu,abdi nembean ngalih bumi kanu sabelah kulon nembe 2 dinten”
“ aduh punten kang hehehe,mangga atuh kang abdi di payun bade uwih”


Rasanya malu banget dengan kebodohan yang telah aku perbuat malam ini ternyata dia bukan jin galau seperti yang ku kira namun seolah tanpa rasa malu malam berikutnya ku putuskan untuk kembali shalat malam di musholla itu seperti yang ku duga pemuda itu sudah nampak duduk di dalam musholla sambil menyapa dia ku lontarkan senyum seolah menjadi tanda maaf,tidak seperti shalat malam yang biasanya,malam itu ku terasa ngantuk sekali sehingga membuat tertidur tapi setelah tertidur beberapa menit di musholla ini mulai terasa panas ternyata musholla ini terbakar entah penyebabnya apa,ku minta tolong tapi ada suara seolah menyadarkan ku

“Mah,Mah,kenapa berteriak begitu,mamah mimpi apa ?” suara suamiku menyadarkan ku
“ kebakaran pak,kebakaran pak”
“ kebakaran dimana Mah ?”
“ di musholla pak “
“ hah,kebakaran di musholla yang waktu itu bapak menyelamatkan mamah dari kebakaranya,kebakaran yang terjadi sehari setelah mamah memukul bapak dengan sapu”
“ iya pak,hehe,mamah Inget kejadian itu sampai kebawa mimpi”

Akhirnya aku menemukan pria “ a person make the best woman” yang sebenarnya,beberapa bulan setelah peristiwa kebakaran itu,ihsan, pemuda yang ku kira jin yang rentan galau itu dengan gagah berani melamarku dan beberapa bulan setelah itu kami menikah

“Saya terima nikah dan kawinnya,nayla binti sopian dengan mas kawan seperangkat alat shalat di bayar tunai” sah sah sah

“nayla ,terimakasih sudah mau menikah denganku,sekalipun aku adalah ikan maka aku telah menemukan airku yaitu kamu,aku ikan yang perlu air untuk mengaduh bahtera rumah tangga yang menuju muara keridhoan Allah”


“ihsan,sebenarnya aku rela,jika aku harus hidup denganmu walau hanya punya 3 lilin,lilin yang pertama dinamakan cinta,lilin yang kedua dinamakan kasih sayang dan sekali pun kau mematikan kedua lilin itu,akan ku nyala dengan satu lilin yang masih bernyala yang bernama harapan”


Ku menemukan cinta sejati dan tak mengabaikan cinta ilahi robbi,

“jika kau tanam padi maka akan tumbuh ilalang disekitarnya tapi jika kau tanam ilalang niscaya tidak akan tumbuh padi begitu pula cinta,jika kau mencintai Allah maka akan tumbuh cinta manusia disekitarnya tapi jika kau menanam cinta manusia terlebih dahulu maka niscaya cinta Allah takkan pernah ada”

author :nychken gillang B.S

Reactions:

0 comments: