Sunday, May 4, 2014

Catatan guru alay part 1 "mimpi itu apa ? "

Setiap orang punya mimpi, karena aku juga termasuk orang, aku pantas dong punya mimpi ?. Mimpi aku sederhana. waktu kecil, aku bermimpi menjadi tukang cilok yang baik hati. Kalian tahu kan cilok? , cilok itu makanan khas jawa barat yang terbuat dari aci ( tepung) dan disajikan secara dicolok (ditusuk). Mimpi aku untuk jadi tukang cilok bukan tanpa alasan. Ketika aku kecil, aku sering jajan cilok. Lazimnya anak usia 6-8 tahun, ketika di tanya makanan pokok kalian apa ? , kebanyakan menjawab nasi, kecuali orang papua yang makan sagu, tapi aku beda. Ketika ditanya oleh guru makanan pokok kalian apa ? serentak siswa lain menjawab nasi cuma aku sendiri  dengan percaya diri dan keras menjawab “cilok bu ?”. ibu guru pun cuma tersenyum, tanpa penjelasan benar atau tidak. Aku makin yakin bahwa cilok adalah makanan pokok, setidaknya makanan pokok bagi aku sendiri.

Ketika umur ku menginjak 7 tahun, mimpi menjadi tukang cilok makin menggebu. Dipicu pertemuan ku dengan  seorang tukang cilok, namanya mang ocid. Di lihat secara fisik tak ada yang istimewa dari mang ocid, seperti tukang cilok biasanya dengan handuk yang menggantung dileher dan gerobak dorong  menjadi pelengkap, tapi ada hal yang cukup berbeda dari tukang cilok lainnya, Setiap kali aku beli cilok ke mang ocid, ia ga pernah minta bayaran. Sungguh mulia hati mang ocid, layak banget  dapat penghargaan tukang cilok of the year. Dari hari ke hari, aku makin kagum dengan mang ocid. Berapa banyak cilok yang aku makan ia tak pernah meminta bayaran, terharu banget dengan sikap mang ocid yang sungguh baik terhadap ku. andaikan mang ocid seorang wanita akan ku jadikan seorang istri, tapi jika mang ocid  seorang lelaki maka akan ku jadi tukang cilok . Saking sukanya dengan cilok, aku sempat berpikir kalau punya anak nanti  ku beri nama Suci dasli mansip ( Suka Cilok peDAS sekaLI MANtap SIP).


Akhir-akhir ini ada yang berbeda dari mang ocid, ia tidak se- so sweet dulu, mukanya selalu ditekuk tidak menunjukan seorang tukang cilok yang memiliki tujuan untuk membahagikan anak-anak.” Mang ocid kenapa kau jadi begitu ? apakah ada tutur kata atau sikap ku yang membuat kau berubah ? ”, mang ocid hanya diam dan terlihat jijik dengan semua perkataan ku, mang ocid berlalu meninggalkan ku, dengan hati yang terluka serta diselimuti rasa penasaran akan sikap mang ocid yang berubah, aku coba tanyakan ke mamah kenapa sikap mang ocid akhir-akhir ini jadi berbeda.

 “ mah, mang ocid sekarang jadi berbeda ? “ seruku dengan wajah kecewa
“ berbeda kenapa ? dia masih jadi tukang cilok kan atau alih profesi jadi tukang santet ? “
“ iya. Mang ocid tetep jadi tukang cilok, Cuma sikapnya jadi berubah, berubah jadi pemurung”
“oh cuma itu, palingan mang ocid kecewa karena hutang kamu belum mamah bayar ? “
“ apa ??? aku punya hutang ke mang ocid?, kapan mah aku melakukan perbuatan tercela itu ? “


” setiap hari, cilok yang kamu makan itu ga gratis”
“ ga gratis ?, ternyata selama ini cinta mang ocid kepada ku hanya sebatas semu belaka, semua pemberian cilok darinya, ia anggap hutang. Sungguh teganya mang ocid. Aku benci mang ocid”

“ di dunia ini ga ada yang gratis, apalagi cilok gratis”, mamah meninggalkan aku dengan muka kesel dan sedikit jijik.

Akhirnya aku memutuskan untuk mengubur mimpiku menjadi tukang cilok, setelah tahu bahwa cilok yang mang ocid berikan bukan gratis tetapi ia anggap hutang, semua tukang cilok di dunia ini memang sama, mereka dapat dibeli dengan uang, ia ciloknya hanya dapat dibeli dengan uang. Tak ada tukang cilok yang sempurna, begitu pun mang ocid. Meskipun begitu, aku tetap suka cilok, cilok dan aku seperti romeo dan juliet yang hanya bisa dipisahkan oleh maut.

               Setelah mimpi jadi tukang cilok terkandaskan, mimpi aku pun berubah ingin menjadi seorang ahli ekonomi atau apapun yang berkaitan tentang pengelolaan uang. Mimpi itu dimulai sejak aku pertama masuk SMA, aku bersekolah di SMAN 1 CIKALONGWETAN, salah satu SMA yang terletak di bandung barat,  sekitar 30 KM dari kota bandung. Pertama masuk SMA, pelajaran yang paling aku sukai adalah ekonomi, selain gurunya menyenangkan, ada hal lain yang keren dari ekonomi, dipelajaran itu ada hitung-hitungan sampai puluhan miliar. Rasanya menyenangkan punya uang puluhan miliar, lalu setiap hari aku menghitungnya. Namun kenyataan tak semudah itu, otak aku tidak terlalu kuat untuk menghitung hingga puluhan miliar, aku tahu itu setelah peristiwa yang nyesek banget. Ceritanya gini, Kebetulan ibuku buka warung kecil-kecilan, setiap ada yang orang yang membeli, aku ga pernah melayani hanya ibuku saja. Suatu saat ibuku sedang tidak ada dan ada orang yang ingin membeli sesuatu, terpaksa aku yang melayani.

“beli apa bu ? “
“ beli korek 2, deterjen 4, sampo 2, minyak kelapa ½ kg, gula merah ¼ kg, bawang merah ¼ kg “
“ tunggu yah pak “, aku pergi sejak untuk mencari Hp dan menelpon mamah
“ haloooo, mamaaaah. Ada yang belanja banyak banget, pusing  ngitung-nya”

               Tak perlu terlalu banyak alasan, dari peristiwa itu nampaknya aku ga cocok jadi ahli ekonomi. Setelah mimpi jadi tukang cilok kandas dan mimpi jadi seorang ahli ekonomi pun ikut kandas. Akhirnya aku menemukan mimpi baru ku, akhir-akhir ini aku suka banget hal-hal yang berkaitan dengan desain grafis meski masih dalam tahap editing yang sederhana tapi aku menyukai pekerjaan ini. Jadi seorang ahli desain itu keren, bisa membuat nyata apa yang ada dalam otaknya, tapi kebanyakan orang tahu bahwa yang ada di otakku cuma cilok, combro, mie ayam dan segala sesuatu yang membuat gendut lainnya.
Semua mimpi harus sejalan dengan perjuangan, itulah kata terakhir yang mang ocid ucapkan sebelum ia memutuskan pensiun menjadi tukang cilok dan ahli profesi jadi tukang ojeg. Mimpi harus sejalan dengan perjuangan, kata-kata dari mang ocid itu yang menjadi dasar untuk aku mengejar mimpi menjadi seorang desainer yang profesional. Salah satu langkah awal yang aku tempuh untuk mengwujudkan mimpi ku adalah dengan mengikuti kursus desain grafis. Disana aku belajar banyak dan disana pula aku tahu banyak, tapi semakin banyak yang dipelajari maka semakin banyak pula yang aku tidak bisa, ada salah satu latihan desain yang katanya sederhana tapi bagiku rumit banget, yaitu menggambar pemandangan alam. Sejak SD setiap kali disuruh menggambar pemandangan alam, otakku yang cukup engga cerdas selalu membuat gunung yang sangat runcing, tanpa pernah berpikir kalau gunung seruncing itu, ga akan pernah ada pendaki yang sampai puncaknya sekedar untuk menancapkan bendera. Mereka akan mati tertusuk sebelum berhasil menancapkan bendera.

Akhirnya kursus desain pun berakhir dengan sukses, sukses mengandaskan mimpi ku lagi. Disaat akhir masa SMA, dimana teman-teman ku sudah punya mimpi untuk diperjuangkan, disaat yang sama pula mimpi ku terkandaskan. Seperti mang ocid yang alih profesi menjadi tukang ojeg, apakah aku harus mengalihkan mimpiku lagi ?, mencari mimpi baru untuk ku wujudkan lalu terkandaskan lagi, apakah aku harus terus begitu ?, mencari  mimpi lalu menyerah diawal langkah. Rasanya ingin berbagi keluh kesah bersama mamah.

“mah, bagi mamah apa sih arti mimpi ? “
“ mimpi itulah adalah kompas, ken ”
“ kok kompor mah, panas dong ? ”
“ kompas ken, bukan kompor  “
“ jadi mimpi kaya petunjuk arah gitu mah ?, petunjuk arah buat apa? “
“ petunjuk arah yang mengantarkan mu ketempat yang dimana kau merasa nyaman”
“ lalu kalau aku ga punya mimpi gimana mah ? “
“ ken, kalau kamu tak punya mimpi kamu akan tersesat dan tak akan pernah nyaman”
“ lalu mimpi aku apa yah mah ? “
“ apapun mimpi kamu, mamah dukung asalkan bisa bermanfaat bagi banyak orang “

               Mimpi yang bermanfaat bagi orang lain, mimpi seperti apa yang bisa bermanfaat bagi orang lain ? , apakah aku harus jadi spiderman yang menolong setiap orang , tapi ga mungkin kayanya. Pertama, ga ada laba-laba super yang mau mengigit aku. Kedua, aku takut ketinggian ga mungkin bisa melompat-lompat antar gedung yang sangat tinggi itu. Apakah aku harus jadi superman ?, ga ga malu ah, pake celana dalam diluar. Mimpi apa yah yang paling bermanfaat ?, nampaknya harus searching di internet.

               Menurut hasil browsing mengutip laman forbes, pekerjaan yang paling bermanfaat itu :
1 ahli bedah
Jumlah penduduk yang merasa pekerjaan tersebut bermanfaat 97 %. Pengen sih jadi ahli bedah, cuman jangan membedah manusia, lihat mang ocid luka jatuh dari motor juga ngilu.
2 operasi penyakit dalam
Jumlah penduduk yang merasa pekerjaan tersebut bermanfaat 95 %. Jangankan penyakit dalam, penyakit luar kaya bisul juga belum sembuh nih, apalagi harus operasi ngeri ah.
3 pakar anestesi
Jumlah penduduk yang merasa pekerjaan tersebut bermanfaat 88%. Pakar anestesi itu apaan yah ? arti yah juga ga ngerti, ga mungkin memperjuangkan mimpi yang abu-abu.
4 spesialis kandungan
Jumlah penduduk yang merasa pekerjaan tersebut bermanfaat 95%. Pakar kandungan itu kaya bidan yah ? pengen banget jadi bidan, cuman katanya di indonesia ga ada tuh bidan cowok. Ah aku masih normal.
5 guru
Jumlah penduduk yang merasa pekerjaan tersebut bermanfaat kayanya hampir 100 % deh, kenapa kayanya ? karena ini pendapat pribadi saya, bukan hasil survei forbes, tapi haruskah aku memperjuangkan mimpi menjadi seorang guru ?, bertahan dengan gaji sedikit bahkan lebih sedikit dari tukang cilok (untuk guru honorer).
               Kata mamah juga, mimpi adalah kompas yang menunjukan arah ke tempat yang terasa nyaman.entah itu jadi apapun, tapi yang aku ingat. Mimpi terbaik adalah mimpi yang paling bermanfaat bagi orang lain.

NN GBS

Reactions:

0 comments: