Wednesday, January 28, 2015

Galau oh galau

Ada hal yang menarik hari ini, tepatnya pagi tadi. Seperti biasa sebelum mengajar menyiapkan beberapa perangkat pembelajaran.

" yes, pertemuan hari ini materinya gue banget ", membicarakan makna denotasi dan konotasi dalam lagu.
Masuk ke kelas mengawali dengan salam, senyuman dan mengucapkan semangat pagi kepada siswa, sebenarnya cara itu hasil meniru dari pegawai bank, karena merasakan sendiri jika hati sedang sepi, ada yang mengucapkan selamat pagi berasa banget dianggap manusia, biasanya hanya dianggap kain yang bertulisan welcome, kalian tahu kan rasanya ? nyesek bro nyesek.

" kalian punya lagu favorit ? " pertanyaan untuk mengawali pembelajaran.
" punya pak. goyang dumang, janda bodong, buaya buntung " teriak salah satu siswa.
" itu lagu dangdut semua , Setiap lagu punya makna baik itu denotasi ataupun konotasi. lagu yang kalian suka memiliki makna dan cerita tersendiri dalam kehidupan kalian.
" terus pak, lagu favorit bapak apa ? "
Tidak butuh waktu lama untuk menyebutkan lagu yang sedang saya suka, last child - Tak pernah ternilai. Berikut lirik paling galau dari lagu itu
" kau menghukum hati ini, hati yang dulu kau yakini takkan pernah kecewakan mu. kau memutuskan tuk pergi belum sempat ku memohon dan mengemis agar kau tetap disini.

Akhirnya suasana dikelas berubah galau, semua siswa menyanyikan lagu " tak pernah ternilai " gurunya juga ikut nyanyi sih pakai hati malahan.
Setelah bergalau-galau ria, diakhir pembelajaran siswa membuat analisis makna denotatif dan konotif dalam lagu itu.

Peran dan suasana hati guru ketika mengajar memang penting, harusnya mengajarkan lagu nasional dan membuat analisis makna. semoga tidak menjadi malpraktek pendidikan.

NN GBS. Ngetik sebari mendengarkan lagu menanti dibarzah, karena menanti jodoh itu lelah.

lelah oh lelah

Entah kenapa akhir-akhir ini bawaannya lemas terus bukan karena ga punya uang, bukan pula karena status jomblo. Dari dulu jomblo dan ga punya uang mah atuh (dialek sunda muncul ), padahal kegiatan hari ini cuma ngajar dan jualan saja karena kuliah sih lagi libur. beban fisik nyaris ga ada terbukti dengan berat badan yang semakin montok, jangan panggil gendut, pleasee hanya montok bukan gendut.

Kalau bicara beban, beban moral paling besar. tahun ini dipercaya untuk mengajar pemantapan persiapan UN, tidak hanya 1 jenjang, tapi dua jenjang sekaligus MTS dan SMK. Dalam hati kecil sih berkata " so keren ngajar pemantapan UN, memantapkan hati kepada perempuan yang dicinta saja belum bisa ". mungkin beban itu yang membuat badan sering merasa lemas. Ketika SMA yang ku tahu hanya minta uang jajan, hari ini mencoba memikirkan masa depan, tidak hanya masa depanku, tapi masa depan mereka yang duduk mendengarkanku.

NN GBS. Ngetik sebari nunggu download naruto selesai, tapi akhirnya downloadnya gagal . Seperti aku yang selalu gagal move on .

Monday, January 26, 2015

Jomblo oh jomblo

Harga BBM turun tapi tetap saja biaya hidup makin naik, termasuk biaya pacaran. Jaman sekarang pacaran seolah menjadi gaya hidup, jomblo atau single dianggap makhluk kasta dua yang sering di hina, apalagi ketika malam minggu tiba, aku juga merasa apa yang kalian rasa , duhai penduduk jomblo indonesia.

Kembali lagi ke biaya pacaran yang semakin mahal. Menurut teman saya yang namanya enggan disebutkan, tapi sebut saja jon agar mudah dikenali. jon baru tadi malam putus dengan pacarnya, alasan jon putus dikarenakan biaya pacaran tak sebanding dengan penghasilan. Nyaris setiap hari jon harus antar jemput pacarnya, belum lagi biaya pulsa, tak jarang jon harus ngutang pulsa karena kalau tidak anggapan selingkuh dan tak peduli hinggap menyertai.

jika malam minggu tiba, setidaknya jon harus punya uang 50 rb untuk beli martabak special keju dan sate kambing bumbu kacang, kesukaan orang tua pacarnya. hari minggu tiba, hari dimana pacarnya ngajak jalan-jalan, uang jon sisa 10 rb hanya cukup untuk bensin, ngajak pacarnya ke kebun teh dengan dalih lebih menghargai alam. Pacarnya Bete, maunya di ajak ke BIP atau BTC. Belum lagi biaya aniversarry hubungan mereka yang ke seminggu, sebulan bahkan setahun. Jon putus asa, bukan menyalahkan wanita. Dia menyerah hubungan yang belum sah saja mahal seperti menikah.

Aku juga jomblo sama seperti jon, Tapi bukan garis keras yang menolak pacaran lalu diapun pacaran. Aku berpikir, untuk wangi saja aku harus setiap hari ke Al*a dan yom*rt sekedar semprot parfum lalu pergi tak membeli apapun. lebih bijak rasanya uangnya ditabung untuk modal hidup dengan seseorang yang punya kartu nikah yang sama. Pacaran atau tidak adalah pilihan, aku sih pilih kamu, wanita yang sibuk perbaiki diri ( entah siapa, HAHA )

NN GBS, ngetik sebari lihat dompet, kok semakin lepet.

Move on oh move on

Jujur saja aku tipe orang yang susah move on dalam berbagai hal terutama makanan, khususnya seblak.

Aku punya tempat jajan favorit namanya warung bi blak, bukan nama resmi hasil gunting pita dan syukuran tumpeng, sekedar nama maknasuka, yah suka suka yang punya cerita, intinya bibi itu jualan seblak.

hampir tiap hari aku beli seblak buatan bi blak kecuali hari dimana dompet adalah tempat menyeramkan untuk dibuka, you know lah. Bi blak orang yah suka ngobrol mulai dari cerita urusan dapur hingga bicara negara yang krisis pemimpin jujur. Rasa seblaknya sih biasa aja, tapi males aja untuk pergi ke warung baru, harus kenalan dulu terus PDKT dan ngobrol-ngobrol tak beralur, setelah proses itu baru deh jadian antara lidah aku dan rasa seblak. ah prosesnya panjang,males berpaling dari bi blak, tapi kalau di pikir kok hanya aku yang setia membeli seblaknya, pikiran takut kehilangan menguasai diri, kalau begini terus bi blak bisa bangkrut dan tidak berjualan. berpikir berpikir, yes nemu ide, promosikan seblaknya ke keluarga pasti berhasil. Setelah mencoba membujuk keluarga dengan kerja keras dan semangat memajukan bi blak, Akhirnya usahan ku membuahkan hasil, Hasilnya GAGAl. Sebulan dari kejadian itu bi blak benar-benar tutup dan beralih profesi menjadi pegawai pabrik. Dalam setiap perpisahan pasti ada makhluk bernama kesedihan, dari perpisahan aku belajar bahwa tak ada yang abadi, Begitupun seblak. Bi blak, doakan aku agar cepat menemukan penggantimu.

note : seblak adalah makanan khas sunda,khususnya bandung. Seblak identik dengan rasa pedasnya. Bahan utama seblak yang orisinil adalah kerupuk tapi sudah di modifikasi dengan berbagai varian ( makroni, ceker ayam, tulang, kwe tiaw, mie dan masih banyak ) Selengkapnya tanya Chef Juna.

NN GBS. Tepat jam 12 malam, Waktu indonesia bagian kamar aku.

Ngajar oh ngajar

ceritanya hari ini kelahiranku. ga ada yang spesial sih. pagi hari seperti kebanyakan anak muda ngecek sosial media khususnya fb, ada beberapa teman terdekat yang mengucapkan di kronologi dan beberapa mengirim lewat inbox. terimakasih untuk semuanya pelukkk jauuuh. setelah itu mandi untuk bergegas " mengasuh anak-anak " jam pertama dan kedua di SMK, selanjutnya bergegas ke MTS, jadwalnya dikelas 7 membahas materi yang paling aku suka seputar permajasan, ditengah pembelajaran, diluar kelas ada beberapa anak kelas 8 dan 9 yang berisik, jiwa guru terpanggil dong untuk menyuruh mereka ke kelasnya, beberapa kali menyuruhnya tetap saja disana. cara lembut tak berhasil. pasang muka garang, menatap dalam diam mereka. yes, akhirnya berhasil. mereka bubar. aku masuk kelas dan melanjutkan pembelajaran hingga berakhir. mengucapkan salam dan menuju pintu untuk pulang. kok saya yaah. siaaal pintu di kunci dari luar,di tendang tetap saja susah.
 ada jendela termuat. ah ga muat dengan badan aku. kebetulan saja ada siswi yang melewat di bukalah pintu. panggil beberapa anak yang dicurigai mengerjai. memasang muka kesal dan meminta dari mereka mengaku. ternyata tidak ada yang mengaku. rasanya dulu senakal-nakalnya ga pernah tuh sampai mengurung guru. krisis moral mulai tersebar. pendidik perlu ekstra sabar yang berlapis. kesabaran, dedikasi modal utama guru dalam memperkokoh pondasi negeri.
NN GBS.

Masa lalu oh masa lalu

Daripada mengenang masa lalu lebih baik merapihkan buku di malam minggu kelabu, eh beberapa menit kemudian ga sengaja menemukan buku catatan fisika walhasil jadi mengenang masa lalu.
kalau bicara fisika, wajib hukumnya memperkenalkan pak suyanto kepada teman sosial media-ku yang lagi jomblo. pak suyanto adalah guru fisika yang punya dedikasi tinggi dengan keilmuannya, bahkan sebelum kita menggunakan suatu rumus harus tahu darimana rumus itu berasal, seperti jika kalian mau makan daging ayam, kalian harus tahu darimana telur ayam itu berasal, oleh siapa induk ayam itu dibuahi dan apakah perkawinan ayam itu dicatat negara atau tidak. seru pokoknya jika kalian pernah belajar fisika dengan beliau, begitu serunya banyak siswa yang terjebak oleh angka keramat 3.

momen yang paling dikenang, mungkin momen yang lebih berkesan daripada saat indah bersama mantan adalah alarm kematian, iya alarm kematian adalah timer ketika ujian berakhir, sungguh menakutkan terutama untuk siswa yang belum selesai menyalin sontekan, keramat angka tiga pasti akan menyapa dia.

hal yang paling menakutkan tapi bukti dedikasi beliau terhadap keilmuan adalah remedial. ketika UAS berakhir kata paling menakutkan dan sumber awal kutukan adalah " REMEDIAL FISIKA ". banyak siswa yang bersyukur ketika terbebas dari remedial fisika, tapi bagi mereka yang terkena, siapkan buku, teman pintar yang membantu dan cemilan karena antrian remedial seperti audisi indonesian idol. remedial berlangsung dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore, terkadang remedial itu berlangsung selama 3 hari karena banyak siswa yang harus mengulangi dan kembali mengantri. jika kalian pernah merasakan remedial fisika, itu sakit lebih sakit daripada pacar mendua.

" hidup itu seperti remedial fisika, perlu kesiapan, semangat dan doa. terimakasih pak suyanto ( Guru fisika, SMAN 1 CIKALONGWETAN )

Nychken gilang, angkatan 2012 grin emotikon

Bisnis oh bisnis

Masa SMA banyak hal yang berkesan salah satunya ketika mencoba untuk jualan. ketika kelas 1, pertama kalinya jualan kartu perdana, pertamanya sih malu karena bawa dus-dus kartu yang cukup banyak mirip sales panci deh. awal jualan ternyata banyak yang beli, habis 100 pics/hari. setelah beberapa minggu jualan aku jadi mirip buronan, tiap pergantian pelajaran banyak orang yang nyari bahkan sempat ditegur guru karena ketika pelajaran berlangsung ketahuan lagi ngitung untung. seperti menjalin hubungan, berjualan juga ada titik jenuh, salah satunya sih karena keuntungan jualan kartu tidak seberapa dan sedikit menggangu pelajaran juga.

Beranjak kelas 2 SMA, punya keinginan jualan lagi tapi jualan yang tidak menggangu pelajaran kalau bisa sih jualan yang mendukung pelajaran, setelah berpikir dalam kamar yang lebih pantas disebut gua, akhirnya terilhami dari kalimat bijak " Berdagang adalah memanfaatkan kemalasan orang " , Kebetulan sebagian besar murid paling malas disuruh membuat laporan perjalanan hasil study tour yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Dalam hati berteriak bahwa ini peluaaaang, setelah promosi dengan cara jalan belakang agar tidak ketahuan guru, akhirnya hampir 100 orang lebih mengerjakan tugas itu memakai jasa aku grin emotikon dari hasil itu terkumpulah untung beberapa ratus ribu.

Menginjak kelas 3 dikarenakan kesibukan UAS dan UN banyak dari teman-teman sekolah yang makin malas mengerjakan tugas bahkan malas mengerjakan tugas remedial, akhirnya proyek tugas remedial dengan puluhan pelanggan pun di garap dan menghasilkan uang ratusan ribu lagi. UN semakin mendekat proyek hitam pengerjakan tugas orang lainpun dihentikan karena terlalu banyak menyita waktu.

Uang yang terkumpul dari bisnis yang boleh dikata terlarang sudah menginjak angka jutaan, sayang rasanya jika hanya disimpan. selagi browsing mengerjakan tugas, seperti biasa di website nya banyak iklan, satu iklan yang menarik perhatian dengan kata-kata yang menggiurkan " Biarkan uang bekerja untuk anda ", ah brilian, ku telusuri bagaimana uang bisa bekerja untuk aku dan akhirnya menemukan, ternyata harus investasi ratusan ribu, ku putuskan untuk investasi di situs itu sebesar 500 rb, toh kalaupun itu bohong masih ada uang disaku.

TERKEJUT, kata pertama yang aku ucapkan ketika melihat buku tabungan bernominal 1 juta lebih, padahal tadinya hanya 50 rb dan ternyata itu hasil investasi uang yang 500 rb sebulan yang lalu. Ternyata memang benar uang bekerja untuk aku, sekalipun tidak mengerti bagaimana uang itu bisa berlipat. Agar keuntungan makin besar ku beranikan diri meng-investasikan seluruh uangku, toh sebelumnya sudah terbukti meningkat dua kali lipat.

Dalam penantian selama sebulan, terbayang motor baru, HP baru, sebagiannya uangnya untuk kuliah nanti, sebagiannya lagi untuk mamah. Tepat sebulan setelah investasi, waktunya melihat nominal uang ditabungan, walhasil nominalnya tetap sama 50rb saja. Kecurigaan dan kepanikan menghantui, jangan-jangan ini penipuan dan benar saja website yah nonaktif. ahhh uang jutaan hilang. motor dan hp baru tinggal bayangan semu.

Bisnis itu seperti PDKT dengan cewek, terkadang perlu kesabaran, terkadang jangan tinggi harapan, jika harapan tidak sesuai dengan kenyataan, impian hanya sebatas bayangan. Bisnis itu harus seperti melamar cewek, nikahi atau putuskan, jangan malah dipermainkan.

NN GBS. Di depan laptop sambil ngitung receh.

Profesi oh profesi

Sempat berbincang dengan seorang teman yang berprofesi sebagai bidan, jangan tanya temannya cowok atau cewek, udah jelas grin emotikon. setelah ngobrol panjang lebar, akhirnya jurus maut keluar " udah gajian dong, traktir atuh kan gaji bidan gede ? "
Dengan memasang muka tanpa malu, aku melahap nasi padang dengan tempo sesingkat-singkatnya. " eh boleh kepo dong gaji bidan dibandung berapa ? " dia menjawab dengan keraguan " mau minta traktir apalagi ken ?, engga besar ken malahan kadang nombok buat ongkos. gajinya 750 rb dengan tugas yang lumayan menyita tenaga dan waktu "

Ternyata tidak hanya gaji guru yang kecil, gaji tenaga medis terutama bidan dan perawat juga jauh dari kata besar. perjuangan mereka untuk memperoleh gelar d3 tentu tidak mudah, uang puluhan juta itu bukan daun, keringat orangtuanya jadi saksi, puluhan lembar kertas merah dan tugas kuliah yang dikerjakan tak kenal lelah ditukar dengan kebanggaan ijazah, tapi gaji mereka tak lebih besar dari tukang sampah. tak mengapa jika kami digaji ratusan ribu, tapi jika perut ini tak pernah lapar, kendaraan itu tak pernah perlu bensin. kami sama punya perut. Ketika pendidikan dan kesehatan tidak dihargai, jangan salahkan jika indonesia masih seperti ini.

NN GBS. Depan laptop sambil sedang melihat isi dompet.