Monday, February 29, 2016

Dari mantan hinga terjebak kenangan

One day one post hari pertama

Whaaa. Rasanya pengen teriak, hari ini menjadi hari bersejarah bagi umat manusia karena di penghujung bulan februari 2016 akan lahir puluhan karya dari penulis kece nan berbakat. Pastikan teman-teman menjadi saksi sejarah lahirnya penerus J.K Rowling, Pramoedya, Tere liye, Raditya dika bahkan Raisa, eh Raisa bukan penulis lebih tepatnya dia mantan aku tapi sayang tidak direstui, iya tidak direstui takdir. Duh maaf jadi curhat.

Hari pertama menulis dalam rangkaian ODOP itu menegangkan. Jika teman-teman belum tahu ODOP, singkatnya ODOP adalah akronim dari one day one post yang mengupayakan pesertanya untuk membiasakan diri menulis setiap hari. Gerakan ini dipelopori Bang Syaiha yang merupakan salah satu praktisi kepenulisan terkece abad ini tapi sejujurnya lebih kece saya, setidaknya dalam satu hal yaitu perut. Okey itu ga penting. Jadi sudah tahukan ODOP itu apa ? kalau masih belum bisa tanyakan pada rumput yang bergoyang ngebor.

Kembali lagi ke hari pertama ODOP, hal-hal yang pertama selalu menegangkan, misalkan hari pertama sekolah, hari pertama kuliah, pertama kali kerja bahkan pertama kali mengenalmu yang sekarang telah meninggalkanku, duh curhat lagi. Pokoknya segala hal yang pertama itu menegangkan sekaligus meninggalkan kesan. Semoga kesan pertama saya bagi kalian menyenangkan, sekalipun ada yang membaca tulisan ini sambil siap-siap lempar batu.

Tantangan minggu pertama, saya harus menjelaskan alasan mengapa gabung ODOP ? . Jika ditanya alasan, saya akan menjawab dengan dua versi, versi singkat dan versi panjang. Versi singkat akan menjawab " Pengen aja Bang, biar kekinian ". Sedangkan versi panjang dijawab dengan curhat.

3 bulan lalu, saya baru putus dengan pacar karena sebab yang belum bisa diceritakan. Rencananya 2 tahun lagi kita akan menikah. Sudah menjadi rahasia umum nikah itu mahal apalagi pakai dangdut. Maka dengan itu saya menyiapkan dana hingga mencapai angka tertentu tapi takdir berkata lain, dia pergi tanpa alasan dibalik saya yang berjuang dengan kesetiaan.

Sejak itu galau melanda, tiap hari memantau media sosial dia. Otomatis hidup jadi tidak produktif karena sekedar meratapi nasib namun semua berbeda setelah melihat sebuah status dari Bang Syaiha yang membuka ODOP generasi 2, sebenarnya saya memberanikan diri ikut daripada dilanda galau akut.

Akhirnya saya mendaftar dan bertemu teman-teman luarbiasa yang memberikan sudut pandang lain dari kehidupan. Disaat saya galau meratapi cinta, pemuda lain dibelahan dunia sana sedang memperjuangkan mimpinya.

Dengan bergabung di ODOP, saya ingin punya kebiasaan baru nan bermanfaat. Dengan bergabung di ODOP, saya ingin hidup abadi, setidaknya karya ini takkan mati. Dengan bergabung di ODOP, saya ingin melupakan mantan. Membuka lembaran baru dengan sia dia yang Allah pantaskan. Semoga aja menemukan jodoh di ODOP generasi 2 teristimewa. Poin terakhir sih bercanda tapi jika ada yang bersedia, saya siap siaga.
posted from Bloggeroid

Sunday, February 28, 2016

Om, Carikan Aku jodoh

Kemajuan teknologi semakin menjadi, terpisah jarak ribuan kilometer tak jadi masalah yang terpenting punya kuota internet untuk bertukar resah. Seperti aku dan Raisa selalu bersama, Aku di depan layar laptop, Ia menyanyi hanya untukku di layar 14 inc itu.

Terbayang ketika jaman penjajahan, apalagi jika menjalin kisah cinta yang jauh di mata. Perlu pengorbanan ekstra keras hanya untuk menanyakan " Kamu sudah makan ? " harus mengirimkan surat dengan burung merpati yang akan sampai setelah berhari-hari.

Bayangkan, Betapa sedihnya seorang jomblo di jaman penjajahan, di malam minggu setelah selesai berperang. Ia duduk sendiri menatap bintang seolah berkata kepada tuhan tolong kirimkan bidadari terkece untukku.

Jomblo jaman sekarang lebih dimudahkan teknologi tak perlu bergalau sendiri menatap bintang, ia hanya perlu membuka media sosial bergalau ria seolah fakir cinta bahkan untuk mencari pasangan hanya dengan cara like, love, retweet di media sosial lalu saling perhatikan dan menyatakan cinta akhirnya mereka hidup bahagia di dunia Facebook dengan status menikah, sehari kemudian mereka bercerai.

Di jaman kekinian segala hal mengandalkan om, iya om google. Mengerjakan tugas nyari disana, Belanja online disana, mungkin suatu hari akan ada WC online.

Aku pun sama pernah mencari jodoh di tempat om google dengan mengetikan " Siapa jodohku ? " dan seketika keluarlah Raisa, hingga sekarang hubungan aku dengannya terbilang harmonis.

Dia selalu menyanyikan lagu romantis sebelum aku tidur, Meski terkadang harus dilanda cemburu ketika ia memutuskan bernyanyi juga dengan Afgan. Tetapi aku percaya kepadanya tidak akan selingkuh, dia pun percaya kepadaku. Meski sesekali aku melirik Isyana. Bukankah inti dari sebuah hubungan adalah rasa saling percaya ?
posted from Bloggeroid

Saturday, February 27, 2016

Edisi terbatas, jomblo berkualitas

Kaum jomblo di negara republik Indonesia dipandang sebelah mata padahal hakikatnya mereka  istimewa 




Kerukunan bermasyarakat tidak hanya menghargai perbedaan agama,bahasa dan suku tetapi harus ditambahkan dengan menghargai perbedaan status percintaan. Kurangnya rasa menghormati kian nyata ketika taman jomblo di Bandung dipadati orang-orang yang bertukar panggilan sayang. Terlepas dari berbagai hinaan, jomblo pun memiliki 5 keistimewaan yang menawan.

1. Jalan-jalan ga perlu berdua, sendiri pun bisa 

Jomblo dilatih untuk lebih mandiri selain terlatih untuk mengucapkan selamat pagi pada diri sendiri, seorang jomblo pun tak merasa takut jika jalan-jalan sendirian, bukan tak takut begal atau penjahat. Seorang jomblo ga takut ketika ditanya “ kok jalan sendirian, mana pacarnya? “, Orang-orang sudah tahu kita jomblo ga bakalan ada yang nanya itu, kalaupun ada hanya orang yang menghina, kita tinggal jawab “ gue jomblo kualitas istimewa, sendirian juga bisa menghadapi kehidupan pedih penuh luka “

2. Jomblo itu hemat, bisa nabung untuk nikah meskipun calonnya entah siapa “ 

Prinsip ekonomi sederhana selalu mengajarkan jika pemasukan lebih besar dari pengeluaran maka ada uang untuk dijadikan simpanan. Jika seseorang yang menjalin hubungan punya pacar simpanan maka seorang jomblo punya uang simpanan, coba bandingkan simpanan mana yang lebih bermanfaat ? .
Disisi lain kebutuhan untuk hidup semakin meningkat tidak hemat jika tiap minggu membeli coklat dan boneka sebesar becak sebagai tanda jadian dalam ukuran minggu. Lebih indah kalau menyiapkan diri untuk meminang seseorang, minimalnya menabung untuk membuat undangan meskipun calonnya masih dikosongkan.

3. Membangun jejaring pertemanan tanpa ada yang bertanya lagi jalan dengan siapa ?



Penentu kesuksesan dipengaruhi beberapa hal, salah satunya jejaring pertemanan. Seorang jomblo adalah aktifis gerakan non block, bebas berteman dengan siapapun tanpa syarat harus ijin.
Jika orang lain dihubungi dan ditanya lagi dimana ?, dengan siapa ? jangan lupa hubungi lagi jam segini. Mungkin seorang jomblo hanya menerima satu sms/telpon “ jangan lupa shalat “ dari seorang ibu, lebih efektif dan bermanfaat tanpa menyita waktu memperluas jaringan pertemanan.
Jomblo tak wajib fokus ke satu orang, bisa dekat dengan siapa saja tanpa ada yang membatasi ikatan pertemanan.

 4. Bisa diandalkan ketika berbagi kasih karena sudah terlatih

Sekalipun sudah menyandang gelar jomblo berbulan-bulan bahkan ratusan tahun sejak dinosaurus masih berupa telur, hakikatnya seorang jomblo bisa membuka hati karena ia sudah lama terlatih mencintai walau sebatas diri sendiri.
Makan, mandi, dan tampilan menawan tanpa ada orang yang mengingati adalah bentuk menyayangi diri sendiri.
Jalan-jalan kedusun bambu lembang tanpa orang yang disayang sudah biasa, tetap tersenyum sebagai bentuk menyayangi diri

5. Selalu berusaha memantaskan diri sebelum menjemput ia penyempurna hati 

Terlepas dari pandangan masyarakat yang menganggap jomblo manusia kualitas dua yang susah menemukan tambatan hati tapi sepenuhnya itu tidak benar.
Ada jomblo yang memilih jalan terjal nan mendaki untuk memantaskan diri karena ia tak mau sembarangan berbagi hati.
Mencintai adalah berbagi, tak semua orang pantas untuk dibagi kasih murni seorang jomblo yang berusaha memantas diri.
Jodoh adalah cerminan diri, selayaknya baju mahal dibutik yang rela menunggu seseorang yang pantas untuk dirindu.

Memilih jalur terjal memantaskan diri meskipun harus meniadakan malam minggu, tetap menjadi high quality jomblo yang ditunggu.

Pernah dipublikasikan di Hipwee,com
Source Photo :https://www.facebook.com/nychken.skaterys

Friday, February 26, 2016

Untukmu yang sudah menemukan cinta baru



Dulu definisi bahagia adalah aku dan kamu, seiring berjalan waktu pertengkaran menandakan bahwa ketidakcocokan mengambil peran

Pertama bertemu getaran cinta sudah nyata, jilbab ungu dengan polesan lips gloss pink menjadi memikat untuk kenal lebih dekat.
Tak butuh waktu lama untuk jatuh cinta kepadamu yang ku anggap sempurna, getaran cinta makin terasa. lisan berusaha mengungkapkan rasa, tak menyangka engkau pun membalas dengan rasa yang sama.

layaknya pasangan kekasih baru, angan cinta terbang setinggi angkasa. harapan ikrar cinta hingga pelaminan tiba sudah terencana, namun apa daya waktu mengingkan hal yang berbeda.
Dulu definisi bahagia adalah aku dan kamu, seiring berjalan waktu pertengkaran menandakan bahwa ketidakcocokan mengambil peran, kau pergi tanpa ku halangi dan kini nampaknya kau sudah menemukan cinta baru, tentunya bukan aku.

Sejak kepergianmu aku semakin giat menggunakan media sosial untuk bergalau ria, update status tentang kesedihan atau memantau keseharianmu lewat media sosial.
Sebulan berlalu dari sejak engkau tak lagi bersamaku, tak ku sangka kau sudah menemukan seseorang pengganti aku.
Terlalu cepat kau temukan cinta baru, disaat aku sibuk menambal luka atas kepergianmu.
Jaitan belum sempurna ku rajut, kini harus putus kembali disaat aku tahu kau sudah menemukan pengganti, sulit rasanya menyakini bahwa kata sayang darimu tak lagi disematkan untukku berganti orang memindahkan kata sayang untuk dia cinta barumu.


Banyak hal yang berubah sejak engkau tak lagi bersamaku. kini handphoneku setia dengan pesan singkat dari operator yang memberitahu bahwa masa aktif kartu sudah terlewat. tak sama seperti dulu, aku tak pernah alfa isi pulsa karena memberi kabar padamu adalah kewajiban setelah shalat dan berpuasa.
12 digit nomber handphonemu sudah diluar kepala, susah rasanya untuk lupa karena dulu jika ku alfa mengabari, omelan tanda perhatian sudah pasti ku terima.
Sekarang ku coba menghubungimu lagi, bukan untuk mengucapkan selamat pagi atau bertanya sudah makankah kau hari ini, aku hanya ingin berkata semoga engkau bahagia bersama cinta barumu sekalipun aku harus menunggu haru.




Aku tidak seperti seseorang dilayar kaca yang dengan mudahnya amnesia hanya terjatuh dari tangga.
Memori dari setiap kenangan bersamamu sulit untuk dilupa, bahkan jika aku pergi ketempat yang sama, kenangan itu hadir lagi untuk sekedar menyapa.
Ku sangat ingat, dulu ketika kita pergi bersama ke pasar seni, hujan tanpa diduga datang. lumpur dari genangan air mengotori sweater putih kesayanganmu, dengan manja kau merengek pergi untuk membersihkan sweater itu, bukan semakin bersih tapi semakin kotor akhirnya kita tertawa atas kebodohan yang dilakukan bersama.
Kenangan bersamamu terlampau banyak, jika kenangan itu berupa jalan mungkin akan sepanjang tol cipali-paliman.


Darimu aku tidak hanya belajar mencintai, darimu juga aku belajar ikhlas untuk rela melepas agar yang dicintai bahagia.
Terimaskasih untukmu yang telah mengajariku mencintai dan melepas hal tercinta.
sesungguhnya pelajaran mencintai dan melepas itu sangat berharga karena suatu saat aku pun melepas hal yang dicintai yaitu nyawa.
Kau berikan aku mata kuliah cinta yang tak pernah ku pelajari di universitas manapun.
Selamat atas cinta barumu

Kau sudah menemukan cinta baru,tapi aku masih sendiri meratapi cinta yang lama.

Jika kau berkenan tolong doakan aku untuk menemukan cinta baru sebaik dirimu atau jika kau sangat berkenan mari kita sama-sama mendaur ulang cinta lama menjadi baru tentunya bersamaku.

#Pernah dipublikasikan di Hipwee.com

Thursday, February 25, 2016

Pria dibalik jendela

Hujan kembali menghampiri, ia membawa rintik dengan komplotan sepi yang tak permisi hinggap di kepala seorang pria.

Sedari tadi pria itu menatap jendela. Entah ada hal apa dipikirannya. Matanya menatap jauh, lebih jauh dari sambaran kilat, beberapa detik lalu.

Terdapat kerinduan yang tak akan pernah mampu ia tuntaskan. Kerinduan kepada seseorang, teramat jauh disana. Bukan hanya terhalang pulau, bukan juga terhalang negara namun terhalang nyawa.

" Engkau sudah lama pergi tapi rindu ini tak pernah menemukan penawar "

Gumam seorang pria yang perlahan meneteskan airmata.
posted from Bloggeroid

Tuesday, February 23, 2016

Indonesia, gadis cantik yang buta

Mendengar kata cantik, tentu saja aku akan bersemangat seperti semangat seorang pejuang menumpas penjajahan walau bertaruh darah dan nyawa. Merdekaaa.

Cantik selalu dikaitkan dengan perempuan. Gadis berjilbab dengan senyuman menangkan jiwa setidaknya sudah memenuhi kriteria kece, apalagi ditambah kesantuan berkata, Calon istri idaman banget seperti dian sastro versi berhijab.

Negaraku, mungkin juga negaramu seperti perempuan cantik yang banyak digoda pria. Ia menggoda mata namun ia sendiri tak bermata alias buta .

Gadis cantik yang mudah tertipu daya itulah indonesia. Kecantikannya dinikmati banyak negara namun ia sendiri buta atas kecantikan dan kekayaannya.

posted from Bloggeroid

Monday, February 22, 2016

Duka dibalik kertas bernama

Beberapa hari yang lalu, Surat undangan dengan foto ceria terpampang di meja. Sempat bingung undangan dari siapa ? Mungkin undangan dari mantan yang mau pamer kemesraan.

Sebelum suudzon semakin menjadi mamah menerangkan, tadi datang dua pria yang memberikan surat pernikahan ketika aku sedang tidur dan bermimpi duet dengan adele bernyanyi sambalado. Memang terlihat aneh mimpi di sore hari itu tapi yang lebih aneh kenapa dua orang pria yang memberikan undangan pernikahan dengan wajah ceria. Jangan-jangan aku punya teman LGBT dan mereka akan segera menikah.

Ternyata aku bersuudzon lagi, Setelah dicek secara seksama, Alhamdulilah temanku sebut saja melati ( nama samaran ) menikah dengan seseorang yang berbeda kelamin.

Sudah banyak undangan pernikahan yang ku koleksi. Beberapa teman yang sudah menikah terlihat bahagia, sebagian lainnya terutama perempuan terlihat bahagia sekali terindikasi dari perut mereka yang semakin buncit. Bukankah buncit simbol kebahagiaan dan kemakmuran ?

Beberapa teman cowok pun sudah menikah di usia 19-20 tahun, sebutkan saja mereka anggrek dan seroja. Sekarang mereka sudah punya bayi berumur bulanan dan sebentar lagi aku akan dipanggil om. Semoga tidak salah persepsi menjadi om-om yang suka nongkrong di kalijodo.

Inti dari tulisan ini ternyata aku punya banyak teman dengan nama bunga-bungaan.

Sunday, February 21, 2016

Ini tentang mantan

Aku pernah jatuh cinta sama seperti milyaran manusia di luar sana. Namanya jatuh pasti terasa sakit terlebih dalam hal ini yang jatuhnya si cinta, tambah sakit serta komplikasi dengan perih. Entah kenapa cinta ini bagai power ranger yang tetiba berubah menjadi besar bahkan sangat besar, hingga suatu hari saking besarnya cinta itu meledak, duaaaar. Menjadi serpihan kesakitan.

Serpihan itu ku panggil mantan.