Monday, February 22, 2016

Duka dibalik kertas bernama

Beberapa hari yang lalu, Surat undangan dengan foto ceria terpampang di meja. Sempat bingung undangan dari siapa ? Mungkin undangan dari mantan yang mau pamer kemesraan.

Sebelum suudzon semakin menjadi mamah menerangkan, tadi datang dua pria yang memberikan surat pernikahan ketika aku sedang tidur dan bermimpi duet dengan adele bernyanyi sambalado. Memang terlihat aneh mimpi di sore hari itu tapi yang lebih aneh kenapa dua orang pria yang memberikan undangan pernikahan dengan wajah ceria. Jangan-jangan aku punya teman LGBT dan mereka akan segera menikah.

Ternyata aku bersuudzon lagi, Setelah dicek secara seksama, Alhamdulilah temanku sebut saja melati ( nama samaran ) menikah dengan seseorang yang berbeda kelamin.

Sudah banyak undangan pernikahan yang ku koleksi. Beberapa teman yang sudah menikah terlihat bahagia, sebagian lainnya terutama perempuan terlihat bahagia sekali terindikasi dari perut mereka yang semakin buncit. Bukankah buncit simbol kebahagiaan dan kemakmuran ?

Beberapa teman cowok pun sudah menikah di usia 19-20 tahun, sebutkan saja mereka anggrek dan seroja. Sekarang mereka sudah punya bayi berumur bulanan dan sebentar lagi aku akan dipanggil om. Semoga tidak salah persepsi menjadi om-om yang suka nongkrong di kalijodo.

Inti dari tulisan ini ternyata aku punya banyak teman dengan nama bunga-bungaan.

Reactions:

4 comments:

suleman asep said...

Nice flowers,

Sasmitha A. Lia said...

Saya kira inti dari tulisan ini adalah mas gilang juga mau nyetak undangan, menikah, punya bayi berumur bulanan, agar gak cuma dipanggil om..

#ups.. jangan-jangan saya sudah suudzhon..😂😂😂
#peace..

Veniy Andriyani said...

Heheheh . Cerita di blognya sederhana dan lucu-lucu. Ketawa sendiri bacanya. Salam kenal mas Gilang, saya Veniy dari grup ODOP. Kapan-kapan main ke blog saya juga ya, http://veniyandriyani.blogspot.co.id/ :) Hihi.

Nychken Setiawan said...

Terimakasih atensinya semua. aku hanya seonggok alay yang ingin berbagi cerita :D