Thursday, February 25, 2016

Pria dibalik jendela

Hujan kembali menghampiri, ia membawa rintik dengan komplotan sepi yang tak permisi hinggap di kepala seorang pria.

Sedari tadi pria itu menatap jendela. Entah ada hal apa dipikirannya. Matanya menatap jauh, lebih jauh dari sambaran kilat, beberapa detik lalu.

Terdapat kerinduan yang tak akan pernah mampu ia tuntaskan. Kerinduan kepada seseorang, teramat jauh disana. Bukan hanya terhalang pulau, bukan juga terhalang negara namun terhalang nyawa.

" Engkau sudah lama pergi tapi rindu ini tak pernah menemukan penawar "

Gumam seorang pria yang perlahan meneteskan airmata.
posted from Bloggeroid

Reactions:

5 comments:

nur apriliyani said...

Oke.. suka Bang.

Bang Syaiha said...

Asik.. Keren om.. Singkat tapi dalem..

Nychken Setiawan said...

whaaa. makasih bang komentarnya. mkasih juga nur kalau suka.

Julia Rosmaya said...

Hiks Jadi ikut sedih..
Keren

Julia Rosmaya said...

Hiks Jadi ikut sedih..
Keren