Monday, March 21, 2016

Dokter sayang, Aku malang

Kali ini aku datang membawa keceriaan tidak seperti tulisan-tulisan minggu lalu (Ini semua tentangmu dan Lamborghini, sapu lidi), cukup menguras airmata, air sungai asalkan jangan air memabukkan hasil oplosan, pernah menyaksikan berita tentang seorang pemuda yang mengoplos minuman keras dengan obat nyamuk, balsam dan benda-benda tak lazim lainnya. Aku pun pernah mengoplos air jeruk dengan susu. menurut buku IPA jaman SD, jeruk kaya akan vitamin C sedangkan susu sumber dari zat besi, panduan pas kaya akan gizi. Aku meminum oplosan susu dan air jeruk, kemudian berakhir dengan keracunan dan berbaring selama seminggu. Jika minuman bergizi dicampurkan tanpa didasari ilmu mengakibatkan keracunan, apalagi zat-zat berbahaya dioplos, maka hasilnya sudah pasti, tidak cukup berbaring di tempat tidur tapi harus berbaring dalam tanah. Serem ketika nyawa meninggalkan raga dalam keadaan jauh dari Allah. Na'udzubillahimindzalik, semoga kita dijauhkan dari hal itu.

Tulisan ini akan menceritakan kejadian paling mengesankan selama aku hidup di dunia, sebenarnya setiap hembusan nafas adalah peristiwa mengesankan, terlebih karena aku tak pernah lupa bernafas. Cukup melupakan masa lalu saja, lupa menarik oksigen dapat menyebabkan kematian. Kamu juga jangan lupa bernafas ? nanti kita tak bertemu di pelaminan.
Bicara tentang lupa, kejadian mengesankan ini berhubungan dengan lupa.

Matahari masih malu-malu menunjukan diri, mungkin karena dia belum mandi. Pagi itu jadwal kuliah dengan deretan tugas menumpuk, tapi yang namanya pemuda kece anti mengeluh. Aku adalah aktivis di tempat foto copy, entah kenapa di tempat itu serasa nyaman untuk mengerjakan tugas apalagi iringan musik dangdut menambah semangat. Tugas yang mendera dilahap dengan tempo sesingkat-singkatnya tapi masalah datang, uang di saku tak ada mungkin tertinggal di kelas. Laksana pemuda  yang dikejar masa lalu, aku berlari lebih kencang dari kuda, kuda yang sedang tidur tepatnya.

Bruuuuk, kecepatan lari kilat terhadang sesuatu. Perempuan cantik dengan hijab pink  terkejut karena selain ditabrak, buku beserta kertas-kertasnya pun berjatuhan. Sekilas terlihat kertas itu bertuliskan "Teknik Bedah Lipoma sebagai Penghilang Lemak pada Mayat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung". Ternyata perempuan kece korban tabrak lariku adalah seorang mahasiswa kedokteran kampus sebelah. Pikiranku bergerak cepat berusaha mengingat beberapa adegan sinetron, akhirnya menemukan kesimpulan. Jika seorang pria dan perempuan tabrakan lalu ditolong oleh pria itu kemungkinan besar mereka akan berjodoh serta hidup bahagia hingga maut memisahkannya.

Bayangan sekedar bayangan, sebelum berhasil menyentuh tumpukan kertas untuk diberikan padanya, teriakan tak terduga sampai di telinga.

"Jangan sentuh itu" wajah cantik berubah memerah diselimuti rasa marah.
"Maaf teh, saya sekedar mau bantu" sebari memasang wajah memelas persis seperti kucing yang meminta makan.
"Kamu bisa bantu, jika kamu tidak berlari seperti tadi. Tinggalkan aku sendiri, biar aku sendiri yang membereskan ini". Tegasnya tak sedikit pun tersenyum.

Aku pun pergi menuruti perintahnya karena tidak mau menjadi bahan penelitian dalam skripsinya nanti. Pertama kali merasakan murkanya seorang perempuan, tentunya selain mamah yang sudah ahli memarahiku jika aku tertangkap tangan memakan jatah makan Ayah.

Uang bergambar tokoh proklamator sudah di tangan, tinggal membayar ketikan yang belum sempat di print. Kali ini tidak berlari, berjalan santai tak mau peristiwa tadi terulang kembali. Sesampainya di sana aku terkejut melihat sosok perempuan berjilbab pink duduk di depan komputer yang aku pakai tadi. Ia klik tombol "X" lalu diteruskan "No" untuk intruksi menyimpan,

"File ku hilang" teriakan merdu memancing perempuan itu untuk menoleh
"Kenapa sih kamu ngikutin aku, jangan-jangan mau menculik karena dendam, kan tadi aku marahi"
"Bukan teh, tadi file ku teteh close. aku harus mengetik ulang" memasang wajah memelas.
"Salah kamu sendiri, kenapa belum di save. Aku kan nggak tahu"
"Iya teh, aku yang salah. Biarlah mengetik ulang saja cuma 30 lembar kok". Aku pergi dengan muka lesu, tak mau berdebat dengan perempuan kece nan galak tadi.

Hari itu berakhir dengan peluh tak biasa, jari lemas karena mengetik berulang-ulang. Peristiwa tak terlupakan akan menjadi cerita pengantar tidur untuk anakku nanti.
Terakhir melihat perempuan berjilbab pink itu sedang sendiri sebari fokus dengan laptopnya, ingin sekali menyapa tapi takut disangka penculik yang sedang membuntutinya.

Peribahasa zaman purba mengatakan "Batas benci dan cinta itu tipis, jangan terlalu membenci karena bisa berakhir cinta". Aku berusaha berpikir positif, mungkin dia jatuh cinta kepadaku yang terlihat tampan nan berwibawa ketika berlari, mungkin juga terlihat jijik dan memuakan sehingga dia berusaha sekuat tenaga menahan muntah.

"Pertemuan yang tuhan ciptakan selalu menyimpan alasan"

Reactions:

17 comments:

Deasy Sang Pemimpi said...

Hahaha..
Pengalamannya...
Seperti di FTV itu ya. Tabrakan, bukunya jatuh, ditolongin, marah2, trus akhirnya jodoh.
Eh? Hahaha 😁

lisa lestari said...

Kasihan Gilang...digalakin sama cewe cantik judes

lisa lestari said...

Kasihan Gilang...digalakin sama cewe cantik judes

Wiwid Nurwidayati said...

Ingat tulisan bang Syaiha..bisa jadi jodoh Gilang...

Dewi Mariyana said...

Lang yg kamu tabrak bukan mifta kan? LOL

Dewi Mariyana said...

Lang yg kamu tabrak bukan mifta kan? LOL

Khikmah Al-Maula said...

Semoga jodoh ya bang, jodoh di pelaminan. Bang Gilang jadi tamu undangannya :D

denik said...

Hehehe...pengalam ala FTV.

Kholifah Hariyani said...

haha, kalau jodoh tak akan kemana gilang...
sabar ya ^__^

Cicilia Putri Ardila said...

Gak papa kok mba. Cuma 30 lembar. *meringis*
whahaha

Rahim dani said...

Kasian... Belum kenal aja dimarah2-in, apalagi klu sdh kenal... Jgan deh mas gilang... (Fikiranku aa sih..he)

syam said...

ish ish ish
rupanya ada yg lebih serem dari judesnya saya ya :D
hahahaha

elsa rugerifm said...

digalakin ceweq itu... :D :D

Nabela Atika said...

wkwk ikhlas bgt bang jd orang :D

HERU WIDAYANTO said...

Kalo gue jd lu Lang,
Gue gebet tuch cewek
Ampek jadi jodoh ...
Heheee

hidayatinur said...

hihihi...galakin lagi aja...

Aira zakirah said...

wahh kasiann,,pemuda kece anti mengeluh malah ketemu dokter galak,hehe