Friday, March 4, 2016

Gadis ungu

Seringku merasakan rindu, rindu yang begitu dalam meski selalu disampaikan dalam doa dan diam.
Bandung, kala itu begitu sendu. Ditinggalkan gadis tercantiknya, kenapa kau harus pergi dari kota ini ? bukankah Bandung salah satu kota terbaik di dunia, tempat aku dan kamu saling jatuh cinta. Adakah tempat lain disana yang lebih indah sehingga kau harus pergi meninggalkan ku sendiri dalam sepi.
Tegakah kau melihatku merenung di taman jomblo, duduk meratapi kesendirian sebari numpang wifi gratisan, uangku habis untuk membeli tisu guna menyeka air mata atas kepergianmu.

Hasil gambar untuk taman jomblo di bandung sumber : yukpiknik.com

 Rindu sedikit terobati. ketika kesekian kali, aku melihat media sosialmu lagi, sekalipun harus ku mengerti semenjak engkau pergi media sosialmu tak update lagi. Hanya tersisa kenangan kita di dunia maya, foto pertama kali bertemu abadi disana. hijabmu yang ungu, sulit hilang dari pikiranku. ungu, warna yang pertama kali ku lihat, tak hanya hijabmu, sepatumu pun berwarna sama. Dulu sempat ku kira kau salah satu fans band dengan vokalis bernama pasha yang sekarang sudah jadi wakil walikota. Saat itu aku melihatmu seperti gadis kecil yang lucu dengan hal-hal berbau ungu


Hasil gambar untuk anak kecil dengan hijab unguSumber : caraberhijab.net

ITB tak hanya melahirkan Kang Emil, Habibie dan Sang proklamator Soekarno, kampus berlogo Ganesha juga melahirkan cinta kita. Pertama kali bertemu di acara terbesar kampus itu, acara seni yang menampilkan Seniman-seniman berbakat. Seolah tak mau kalah hujan pun tampil hebat diiringi dengan tetesan lebat. Ditengah kegagahan hujan, aku melihatmu sendirian yang sedang kepayahan melawan air yang diturunkan Tuhan. Ku hampiri engkau, ku tawarkan diri untuk melindungi dengan payung yang senada dengan hijab ungumu.

Saat itu aku iri dengan hujan yang lebih dulu berkenalan dengan kulitmu, sedangkan aku berjabat tangan pun tak mampu. engkau menjaga diri dengan kehormatan tinggi, tak dibiarkan lelaki sembarangan mendekati. Lama kita tak saling berbicara sekalipun kau sudah menerima tawaran dalam satu payung bersama, setelah menepi, engkau sibuk sendiri dengan HP yang tak kunjung menyala. " Mungkin hujan telah merusaknya, ini HPku siapa tahu kamu perlu " seruku diakhir senyuman tapi lebih tepatnya kekaguman. Senyumanku engkau tukar dengan tanya yang menanyakan nama. Aku Gilang. Setelah mendengar jawabanku engkau pergi diakhiri salam. Berselang beberapa hari, HP berbunyi ada pesan masuk dari gadis yang sempat menanyakan namaku.

FMIPA ITB kini terlihat sepi, setidaknya bagi aku yang lebih sering merenung sendiri. Aku jatuh cinta kepada gedung FMIPA, juga jatuh cinta kepada salah satu mahasiswanya. Iya, kamu yang duduk baris pertama samping jendela. Saat ini aku lebih suka menatap gedung itu dari jauh, terlalu banyak kenangan disana. Seketika teringat tawa, ketika engaku menjelaskan bahwa 1+ 1 sebenarnya bukan 2. Kau menekuk bibir saat ku menertawai teori yang engkau yakini.

Hasil gambar untuk kampus fmipa itb Sumber : Itb.ac.id

Tawa yang dulu ada, kini hanya kenangan di kepala. Gadis ungu tercinta sudah berjauhan raga. Dalam kecewa aku selalu berkata " Kenapa kau meninggalkan Bandung beserta kenangan yang terajut di dalamnya. Setelah 6 bulan kau pergi, perlahan ku yakini, kau tidak hanya meninggalkan aku, kau tidak hanya meninggalkan keluargamu, kau juga tidak hanya meninggalkan ITB dan Bandung yang menjadi saksi bagaimana kita jatuh cinta. Kau juga meninggalkan dunia, menyisakan aku yang merindumu. Lewat doa aku sampaikan cinta dan berharap ketika aku di surga akan ku minta bidadarinya hanya kamu saja.

Reactions:

29 comments:

lisa lestari said...

kisah nyata???

lisa lestari said...

kisah nyata???

mual limah said...

Bandung, salah 1 kota terbaik..


*belum pernah ke sana..:)

mual limah said...

Bandung, salah 1 kota terbaik..


*belum pernah ke sana..:)

Nychken Gilang said...

30 % nyata hehehe

Nychken Gilang said...

Kesini dong mbaa

E Caswatie Sodikin said...

Baper a gilang.. mungkin karena ada ungu ungu nya ahaha

Vinny Martina said...

Besok wanita pinky yah, gilang. :D

Aira zakirah said...

Karena setiap kota yg kita kunjungi atau mungkin tempat kita menetap selalu saja menyuguhi berbagai cerita juga meninggalkan jejak kenangan tak terlupakan...tiba2 mau ke bandung, hehe

Ciani Limaran said...

Tersentuh...

Keren bang gilang..

Dessy R said...

Banyaknya mantan si gilang nih.. sampai tak habis kata menuliskannya.. :D #tetepmantantemanya :P

Bang Syaiha said...

Istri saya sering ngajak ke Bandung.. Cuma saya belum sempat saja.. Semoga kelak bisa kesana, mau nyari gadis ungu.. Hehe

Adiba Damayanti said...

baca di awal fikirnya kisah
nyata...
Pas di akhir cerita...
Jadi ragu

Dewi Mariyana said...

Pengen ke bandung

Dewi Mariyana said...

Pengen ke bandung

syam said...

bandung dan gadis ungu ?
mengapa hujan juga dihadirkan disana ?
aku jadi cemburu

syam said...

bandung dan gadis ungu ?
mengapa hujan juga dihadirkan disana ?
aku jadi cemburu

Roma Pakpahan said...

Perkenalkan aku si gadis merah muda ^_^
Hahahahaha ...

nur apriliyani said...

Aaaa nyesek gila.. kapan ya bisa ke Bandung. Banyak temen sebenarnya disana cuman belum ada kesempatan pergi.

*dibaca saat antre di kantor pos

nur apriliyani said...

Aaaa nyesek gila.. kapan ya bisa ke Bandung. Banyak temen sebenarnya disana cuman belum ada kesempatan pergi.

*dibaca saat antre di kantor pos

Rahim dani said...

Cepat2lah nyusul...
Si gadis ungu lagi nunggu di pintu Neraka... Ops salah.. Di pintu Surga... He..

***
Abdur-rahiem.blogspot.com

Nuraeni Adriati said...

Gadis Ungu & ITB :D I know, I know.. :D

Mega Fitri Wiranti said...

Niceeeee

Sasmitha A. Lia said...

Tumben tulisannya sedih gini?:D

Wiwid Nurwidayati said...

Pengin ke bandung...tp ceritanya sad ending

Junaidi Abdillah said...

pesona si gadis ungu...

muhammad jundii said...

Saat itu aku iri dengan hujan yang lebih dulu berkenalan dengan kulitmu, sedangkan aku berjabat tangan pun tak mampu.

Kapan kapan saya pinjem ya bang...

Nissa Maisaroh said...

ahhh ceritanya sweet bang gilang...

Fika AJ said...

Duh, saya merinding bacanya. :D

Dari dulu pengen ke Bandung, tapi belum kesampaian juga. >_<