Friday, March 25, 2016

Sebulan Penuh Kesan

Assalamu'alaikum pembaca yang budiman, budiman di sini bukan seseorang bernama Budi yang digigit oleh cecunguk super, kemudian ia menjadi sosok super hero dengan kekuatan cecunguknya. Pada tulisan kali ini aku tidak akan membahas cecunguk karena merasa trauma pernah dinodai olehnya. Dulu ketika tertidur, cecunguk itu lancang sekali naik ke wajahku sebari mengeluarkan cairan berbau tak sedap. Sejak itu aku merasa sudah tak suci, setelahnya berusaha mandi tapi bau tak sedap tetap bertahan lama.

Dua hari lalu, aku mencoba menantang diri sendiri untuk membuat tulisan yang sedikit berbeda karena biasanya selalu membahas tentang cinta dan kejombloan, namun bukan berarti berhenti dari tema cinta hanya mencari nuansa berbeda. Tak mungkin aku berhenti menulis tentang cinta, sesungguhnya aku pun terlahir dari cinta sekalipun belum menemukan sosok si dia (Kembali ke habitat kegalauan).

Di tengah aktivitas Blog walking, tetiba merasa sangat tertampar setelah membaca postingan "Cas" berjudul "Tulisanku dan catatan Raqib Atid". Berikut kutipannya yang membuatku tersadar

"Semenjak gabung bersama ODOP saya langsung berfikir. Jika dalam satu minggu kita menulis 5 buah tulisan, maka dengan istiqomah dalam satu tahun saja bisa menjadi 2 jilid buku atau lebih. Namun yang jadi permasalahannya kemudian adalah pernahkah kita berfikir ketika kita menulis, malaikat Raqib dan Atid juga ikut menulis? apakah tulisan kita mengajak kebaikan atau mengajak pada yang buruk. Bayangkan saja bagaimana jika 2 jilid buku yang kita tulis itu menjadi 2 jilid catatan amal yang menghantarkan kita ke tepian nerakaNya ?"

Catatan ringkas dengan daya tusuk ekstra, menikam uluh hatiku. Semenit aku merenung, ditengah ribuan kebaikan ada sesuatu yang harus diwaspadai dari menulis. Kita dapat menyebarkan kedengkian, kemusyrikan serta perbuatan lainnya yang berperan sebagai kendaraan jemputan ke neraka. Naudzubillahimindzalik. Tentunya laksana pisau dengan kedua sisi, menulis juga dapat mengantarkan kita menuju ridha Allah dengan cara menyebarkan kebaikan serta berbagai pengetahuan.

Bermodal ilmu dari perantara tulisan "Cas" Akhirnya ku memutuskan untuk menulis cerita mini dengan tema keagamaan. Awalnya sedikit susah mencari ide, wong biasanya menulis ngasal dengan berbagai kegalauan nyaris tanpa amanat. Taraaa, setelah merenung beberapa jam akhirnya tulisan berjudul "Menjelang Kematian" lahir ke dunia, meskipun dengan fisik jauh dari ideal karena "Dia" lahir dari seseorang yang masih terbatas dalam ilmu agama. Berusaha belajar menyematkan amanat nan bermanfaat dalam setiap tulisan.

Hampir sebulan aku bergabung di komunitas menulis One day one post, banyak sekali pelajaran yang dapat dijadikan modal untuk ajang perbaikan diri. Terimakasih tak terhingga untuk Allah yang telah menakdirkan ku untuk bertemu sahabat-sahabat hebat. Ilmu yang saya dapat di ODOP sungguh tak ternilai nominal angka. Semoga menulis menjadi ladang amal bagi kita semua. Sebulan penuh kesan bersama kalian.

"Perbaikan paling baik ketika menyadari kesalahan, lalu berusaha melakukan perbaikan"

Reactions:

23 comments:

lisa lestari said...

Yap, benar, sebulan penuh kesan, banyak dapt ilmu,

lisa lestari said...

Yap, benar, sebulan penuh kesan, banyak dapt ilmu,

Deasy Sang Pemimpi said...

Sebulan bersamamu... (ODOP) 😊
Sungguh sebulan yang penuh kebaikan, & kebermanfaatan

suparto parto said...

Dulu saya jarang menulis dengan alasan kurang waktu, karena sibuk. Sekarang bersama ODOP, selalu tersedia waktu untuk menulis.
Bulan Maret ini saja, sudah 24 judul. Menulis Setiap Hari. Termasuk Sabtu Minggu. Joss

Dewi Mariyana said...

Toppp

Dewi Mariyana said...

Toppp

Wiwid Nurwidayati said...

benar banyak ilmu. yang di dapat
dan tentunya pertemanan yang terjalin, meski belum pernah berjumpa sama sekali

Aira zakirah said...

Betul bangettt....
patut direnungkan apakah tulisan kita sudah termasuk mengandung kebaikan atw mungkin malah sebaliknya??"

thanks, ,tulisan ini mnjadi pengingatt^^

Ciani L said...

Eemmm... Iya2... Nulis pun punya syarat Dan ketentuan yang berlaku.

Thanks bang gilang.

Nabela Atika said...

Mantap bang. Terus berbenah, menandakan (semoga) yg belum dipertemukan juga sedang berbenah O:-)

denik said...

Setujuuuu...

Dessy R said...

Bravo Gilang... go.. go.. go..
Lepaskan kegalauanmu.. :D

Dessy R said...
This comment has been removed by the author.
Fika AJ said...

Walaikumsalam.

Benar itu, Kang.

Tulisan yang bagus mungkin banyak, tapi tidak semuanya membawa kebaikan.

Semoga menulis bisa menjadi ladang pahala bagi kita. ^^

Tolong ingatkan jika suatu saat tulisan saya tidak baik. ;)

Khikmah Al-Maula said...

Aku terharu, sungguh membuatku terharu Bang #hiks...

Lukisan Tinta said...

Ehm, mari bersama munasabah diri...

Raida said...

Mariiiii terusss nyebar kebaikannn... walau sekecil bulir padi di lautan eh.. padi bukannya di darat yakk

Veniy Andriyani said...

inspiratif sekali :)

nur apriliyani said...

Tulisan mbak Cas juga telah menamparku bang... serius.

nur apriliyani said...

Tulisan mbak Cas juga telah menamparku bang... serius.

muhammad jundii said...

iya bang, tulisanmu, harimaumu,, kadang2 juga kepikiran kya gitu. stuju banget sma tlisan nya mba cas juga tadii..
Alaa kulli haaal .. like bang

HERU WIDAYANTO said...

Tulisan mbk Caz membuatku mbrebes mili

Junaidi Abdillah said...

keren bang.. menyadarkan.. betapa semua akan menjadi jejak.. jejak kebaikan kah atau keburukan kah... semoga kita semua dalam jejak kebaikan...