Tuesday, April 26, 2016

Arus zaman

Media sosial selalu menghasilkan tren baru. Beberapa minggu lalu tren mencium ketek pasangan menjadi simbol kesetiaan. Terbayang ketek sendiri saja menghasilkan aroma yang membuat tanaman layu. Parahnya itu dilakukan generasi muda yang belum terikat pernikahan. Semakin aneh saja penghuni dunia, eh semakin aneh juga aku yang tiba-tiba membahas ketek.

Bicara tren, tiga hari ini fenomena baru hadir di media sosial. Generasi muda berbondong-bondong memosting foto dengan dua frame, satu frame menampilkan sosoknya ketika dulu (mungkin semasa ia hidup berdampingan dengan dinosaurus), satu frame lainnya memuat foto terbaru dengan tampilan lebih kece menurutnya. Dua frame itu dilengkapi sebuah kalimat "Dear mantan, maafkan aku yang dulu," kalimat yang menyiratkan "Ini aku loh lebih baik secara penampilan dan wajah, pasti kamu menyesal tak lagi menjalin ikatan denganku."

Ada beberapa teman-teman baik di BBM atau Facebook memosting foto tersebut, pengen sih ikutan biar kekinian tapi masalahnya susah nyari foto yang jelek untuk dibandingkan dengan foto sekarang yang jauh lebih bagus. Kata mamah, aku selalu ganteng dimatanya, mungkin maksudnya ganteng-ganteng seringalau. Padahal nyatanya jauh dari tampan.

Tidak selamanya tren itu selalu baik. Tren ibarat arus hanya ikan mati yang mengikuti arus air. Jadilah ikan salmon yang menantang arus, kemudian ia menjadi komoditas mahal. Jadilah manusia yang melawan arus zaman, zaman yang mengarah kepada ketidakbaikan.
Berani beda itu baik. Ciptakan tren terbaik, misalkan tren One day one post jauh lebih baik dari pada booming remaja nyium ketek.

#TulisanTanpaMicWord #JadiTakBisaMemiringkan #TulisandalamBahasaAsing
#OneDayOnePost
#GerakanKebaikan
posted from Bloggeroid

Reactions:

16 comments:

Miftahul Rohmah said...

Walaupun awalnya ketek tp akhirnya jd ikan salmon hahaha
Keren mas gilang pesannya dapet bahasanya sederhana 😊😊

Ciani L said...

Kalo ikan petol bang ?? Hhii

nur apriliyani said...

Aku mengikuti tren yang berkelas saja deh Bang. Contohnya tren foto berjilbab lebar trus mukanya ditutup pakai buket bunga.

Eh? ngerti gak sih. Ahahhaha gaje kumat.

Sasmitha A. Lia said...

Aku ikut tren apa ya?😞kan ODOP udah tuh..πŸ˜†

Deasy Windayanti said...

Setuju!!!
Ini udah 2016. Udah gak jaman lagi jd follower. Saatnya jadi creator. Pencipta trend positif, bukan ikut2 trend jaman jahiliyah.πŸ’ͺπŸ‘

Deasy Windayanti said...

Setuju!!!
Ini udah 2016. Udah gak jaman lagi jd follower. Saatnya jadi creator. Pencipta trend positif, bukan ikut2 trend jaman jahiliyah.πŸ’ͺπŸ‘

lisa lestari said...

setujuuu, jangan suka ikutan trend yg ga bener

Wiwid Nurwidayati said...

Setuju..ikut aja trend yang baik seperti ODOP

Sakifah Ismail said...

aku ketawaa baca tulisanmu bang =))

Cicilia Putri Ardila said...

Akakakaka... gokil tapi penuh hikmah, Lang.

Good job

denik said...

Iya tuh...trend gokil kok diikutin. Kalo ada salah satu kerabatku yang begitu...tak pentung biar sadar dari gokilnya...hehe

Khikmah Al-Maula said...

Hahaha, wah.... kok bisa bahas hal yang sama ya Bang :D
Keren, keren, ikan salmonnya...

Ainayya Ayska said...

Suka dengan kalimat-kalimat di paragraf terakhir... keren,

Rahim dani said...

Jadi teringat tren cwok pake pakean cewkny dan cwek pun sebaliknya.. Jdi Geli sendiri.. Ih... Ada2 aja..

Fika AJ said...

Setuju sekali dengan ini. :D

Fika AJ said...

Setuju sekali dengan ini. :D