Friday, April 1, 2016

Gilang

Suasana asri perkebunan teh menyajikan kemewahan yang tak bisa dirasakan masyarakat perkotaan. Dua makhluk Tuhan sedang bercengkrama diantara dahan-dahan, romansa cinta terasa dari pasangan ulat berbulu lebat yang sedang saling mengasihi. Semenit kemudian cinta mereka terpisah, gerombolan anak kecil menghantam dahan-dahan pohon teh, menghancurkan kisah yang terjalin di antara pasangan paling mesra. Anak-anak kecil berlarian menembus lebatnya kebun milih pemerintah, mereka bersembunyi di sudut pohon paling rimbun seolah sedang menjadi kelinci yang menghindari sergapan pemangsa.

 Di sisi lain, anak paling kecil berkisar umur 6 tahun mulai menghitung dari 1 hingga 25, sekalipun beberapa angka terlafal tidak berurutan. Kaki kecil mulai melangkah mencari temannya yang bersembunyi entah di mana, ia selalu dicurangi karena tak mengerti aturan mainnya. Selalu kebagian menjadi tokoh pencari tak pernah mendapat giliran sebagai orang yang bersembunyi. Waktu menunjukan pukul 5 sore, matahari sudah kelelahan terindakasi dari cahaya, perlahan mulai meredup. Anak paling kecil masih saja mencari, kali ini teman-temannya berbuat keterlaluan meninggalkan dirinya sendirian di tengah perkebunan teh paling luas di daerah Cikalongwetan, wilayah pinggiran Kabupaten Bandung barat.

Wajah anak itu memerah diiringi keringat, membasahi seluruh pakaiannya. Entah sudah berapa ratus langkah kakinya bergerak. Lelah menghinggapi seluruh tubuhnya, kaki sudah mencapai batas kuatnya, iringan tangis menandakan ia sudah menyerah. Suara langkah kaki kian mendekati anak yang sedang terduduk pasrah.

“Gilang, kemana saja kau ? mamah cari di kandang ayam, kandang sapi dan kandang-kandang lainnya kamu nggak ada, ternyata kamu disini”
“Mah, aku main kucing-kucingan dengan Kak Dado, Kak Arif dan Rendi tapi mereka ngilang nggak tahu kemana” sebari terisak-isak tangis
“Yaudah lain kali kalau kamu main kasih tahu mamah dulu, biar mamah bisa jemput kamu”
“Iya mah, lain kali aku kasih tahu mamah, sekalian minta uang jajan”
“Kebiasaan kamu, yuk kita pulang besok kan sekolah hari pertama Gilang”

Rumah tempat paling nyaman untuk melepas lelah, tubuh Gilang terbaring beberapa menit kemudian ia tertidur. Ibunya merapihkan seragam putih merah yang akan dikenakan anaknya besok. Perasaan bangga hinggap di dada, anak pertamanya esok akan sekolah untuk pertama kalinya. Sewaktu belanja ke pasar, Gilang sungguh riang tak sabar untuk bersekolah. Ia memilih tas dengan desain mobil balap favoritnya, oleh ibunya sempat dipilihkan tas dengan desain barbie bercorak pink namun Gilang menolak tegas. Ibunya tertawa menandakan hanya bercanda, Gilang menekuk bibirnya memberi kesan tak suka dengan candaan itu. Di tengah rasa bahagia yang menyelimuti, sang ibu khawatir terhadap anaknya. Gilang punya sesuatu tak biasa dalam dirinya yang membuat rasa khawatir tak pernah lepas. Takut suatu saat kelebihan Gilang menjadi bumerang bagi dirinya. Pandangan beralih ke wajah Gilang yang terlelap, rasa khawatir sedikit sirna setelah melihat simpul senyum pada bibirnya.

“Semoga esok berlangsung normal Nak, ibu tak ingin terjadi sesuatu tak baik kepadamu”

Apakah yang dikhwatirkan Ibu Gilang, nantikan kelanjutannya di Jumat depan. Mohon corat-coret prediksi yang terjadi pada Gilang versi pembaca.

Reactions:

15 comments:

denik said...

Weh...bersambung lagi. Bikin penasaran aje nih. Lagi seru-seru baca juga...hehe

Khikmah Al-Maula said...

Gilang ternyata punya indra ke 6? Atau Gilang punya penyakit ayan? Atau Gilang sebenarnya adalah superman? Iya keknya, Ibunya khawatir kalau di sekolah ada batman ya?

lisa lestari said...

hahahah...inet bisa aja nebaknya,

dunia menulis said...

Gilang aku lagi enak baca jugaaa ditunggu kelanjutannya

Aira zakirah said...

hmm,, banyak kemungkinan yg bisa terjadi. bisa saja sesuatu yang tdk berlangsung normal atau pun yg sesuai dengan harapan..
Gak bisa kasi prediksi, hehe

tapi klo aku,Semoga aja sesuatu yg tdk baik tdk terjadi seperti keinginan ibu^^

Sitampan Tampan said...

Enak ya tulisannya aa Gilang ^_^

Tran Ran

Miftahul Rohmah said...

Senengnya baca tulisan bang gilang awalnya serius tau tau ngakak hahahaha nice lanjutkan bang

Lukisan Tinta said...

Bikin penasaran. Ternyata gilang penakut juga masa kecilnya. Hihihii setidaknya dalam cerita diatas...

Seneng disayang ibunya macam tuu

Sasmitha A. Lia said...

Mungkin Gilang biez kesamber hledek truzz dia punya kekuatan super.. atau jangan2 dia lahirnya pas gerhana? Jadi anak ajaib deh.. 😅😅😅

Siti Maemunah said...

Jangan-jangan semua yang disentuhnya bisa jadi es kayak frozen ? :D
ditunggu kisah selanjutnya

Dewi Mariyana said...

Gilang pnya Indra ke-8

Dewi Mariyana said...

Gilang pnya Indra ke-8

Dewi Mariyana said...

Gilang pnya Indra ke-8

Dewi Mariyana said...

Gilang pnya Indra ke-8

Fika AJ said...

Sepertinya Gilang punya Indra L. Brugman. Ehhh, ke 6 ding. -,-