Friday, April 22, 2016

Hampir Menyerah


"Aku meriang, aku meriang, aku meriang. Merindukan kasih sayang."

Kurang lebih begitulah lagu dangdut yang tak sengaja ku dengar di toko kaset bajakan sebelah tukang fotocopy langganan yang biasa aku kunjungi ketika terpaan tugas kuliah menghujam saraf kepala.

Dua minggu ini waktu 24 jam terasa tak cukup. Amanah-amanah yang ku emban mencapai titik puncaknya. Di MTS (Setingkat SMP) menjadi panitia Ujian akhir sekolah (UAS) sekaligus merangkap pengawas, jika ada pengawas yang berhalangan hadir. Ternyata setiap hari selalu saja ada penjaga ruang yang tak menunjukan wajahnya. Aku terpaksa jadi korban. Setelah pulang badan tidak langsung istirahat, amanah lain menanti untuk dituntaskan. Mengajar di SMK yang kebanyakan siswanya berlatar belakang broken home, butuh tenaga ekstra sekedar mengarahkannya saja.

Biasanya rumah menjadi pelepas lelah, kali ini tidak. Kewajiban meningkatkan kualitas diri hadir di depan mata. Sudah tiga minggu mengikuti sekolah TOEFL berbasis pembelajaran online. Di sana aku diberikan modul setiap minggunya yang berisikan materi dan soal-soal latihan. Tiga hingga empat jam lebih waktu yang dibutuhkan untuk mencerna materi serta mengerjakan latihan soalnya, memang aku tidak berbakat dalam penguasaan bahasa asing namun tetap percaya bahwa bakat bisa dikalahkan oleh kerja keras. Sebenarnya aku pun tidak berbakat menulis tapi seiring dengan usaha mengupayakan diri untuk bisa.

Mengisi tenaga hanya dilakukan 30 menit saja. Setelah menuntaskan amanah di sekolah TOEFL berlanjut membereskan penilaian hasil UAS MTS. Tak kurang puluhan lembar harus diperiksa, menentukan pencapaian siswa dengan berbagai rumusnya. Tak terasa magrib tiba, menunaikan kewajiban sebagai hamba harus segera dilakukan. Setelahnya dilanjut dengan tugas kuliah yang luarbiasa. Membuat serta merancang buku pelajaran bahasa Indonesia dengan jumlah minimal 150 lembar sekaligus mendesain sampul serta layoutnya, tak hanya itu saja. Tugas merancang aplikasi pembelajaran menjadi pelengkap perjuangan yang nikmat

Kepala sudah berat, lelah menyapa meminta badan untuk istirahat saja. Terdapat satu amanah yang belum aku tuntaskan menulis di blog dalam rangka kegiatan one day one post. Biasanya aku menulis dari jam 11- 12 tengah malam lalu segera mempostingnya. Sebenarnya tak niat menulis semalam itu namun apalah daya ketika siang hingga sore hari tak bisa meluangkan waktu untuk menulis. Mengajar dan tugas kuliah saling bertarik-tarikan belum lagi harus belanja untuk konter dan warung kecil-kecilan yang sedang dirintis.

Setidaknya siklus itu sudah dijalani semenjak libur kuliah tidak boleh diperpanjang. Jatah tidurku hanya dua jam, walhasil mata panda menghiasi wajah. Menambah kesan jomblo yang haus perhatian. Iya, harus ku akui diri ini jarang diperhatikan seseorang kecuali mamah yang tak lelah memerintahkan ku tidur. SMS atau telepon tak pernah hinggap di layar 4,5 inci ku ini, jika pun ada hanya sms dari teman kuliah yang menanyakan tugas. Biasa kehidupan jomblo itu pedih.

Ketika menuliskan curhatan ini, kondisi tubuh sedang didera rasa meriang, panas dan dingin menyerang. Nampaknya Allah memerintahkanku untuk sejenak beristirahat.

Sakit sudah menghampiri tapi tugas kuliah belum diakhiri. Sementara esok harus menempuh 40 KM untuk sekedar menginjakan kaki di kampus tercinta. Terkadang sempat ingin mengeluh tapi keluhan menunjukan tanda tak tangguh.

Tersirat untuk berhutang tulisan di komunitas One day one post untuk pertama kalinya, seketika ingat slogan penyemangat di Sekolah TOEFL "Let's break the limit".

Aku tak mau menyerah pada keterbatasan. Masa muda hanya sekali, waktunya memaksimalkan potensi. Ketika roh meninggalkan raga, aku tak mau hanya dikenang sebagai mayat tanpa jejak kebaikan dan karya.

Tulisan ini aku persembahkan untuk sahabat-sahabat tercinta yang tak lagi bersama di gerakan one day one post, Di antaranya: Mba Dessy, mamah kece dari Bekasi yang multitalenta dari memanah hingga menyupir truk ia bisa.
Mba Tety, penulis keren asal Bali, pertahankan nama penanya yang kita buat bersama di grup WA Mba.
Nurjannah, perempuan cantik asal Yogya. Jangan lupakan aku, nanti bertemu di Yogya yah Jannah ?.
Mba Veniy, Penulis aktif asal Pontianak. Kita tetap bersama di sekolah TOEFL Mba.
Fika, Penulis muda berbakat asal Padang. Kamu tetap abadi dalam cerita bersambungku berjudul "Jarak" Serta untuk teman lainnya yang tak bisa aku sebutkan satu per satu. Tetap menulis, semoga bersua ketika kesuksesan sudah tiba.

Semangat penuh cinta untuk sahabat yang masih bertahan digerakan penuh kebaikan, one day one post. Kita bersama hingga tak ada lagi alasan untuk menulis, tapi sejatinya menulis tak butuh alasan selain berbagi kebaikan. Semangat.

Reactions:

19 comments:

Ciani L said...

Fiuhh... Disemangatin bang gilang, hhaa

Rehat bang, besok tak usah ngODOP *kaburrr

Raida said...

ta kasih resep biar pagi lebih makjrengg...minum telur ayam kampung yang udah di guyur air matang, diamkan kurang lebih 7 menit, keluarin tambah susu, madu dan merica... semoga manjur :D

lisa lestari said...

Iatirahat, Gilang, sedikit sedih baca tulisan Gilang kali ini, berbumbu temwn temen kita yg udah ga di odop...

Wiwid Nurwidayati said...

wah kesibukannya sama dengan emak-emak yang bekerja dan beranak 3....

istirahat gilang..tetep urutan no satu postingannya.

denik said...

Semangaaaattt...tetapi tetap ingat istirahat loh!

Khikmah Al-Maula said...

Syafakallah syifaan ajilan bang Gilang... ^^

Dymar Mahafa said...

Semangat mas Gilang, karya-karyamu adalah sumber inspirasi bagi rekan-rekan ODOP2. :-)
Terus menulis, kibarkan sayap. Terus berkarya.

Indri Mulyani Bunyamin said...

Kang Gilang... semoga istiqomahmu ini berbuah manis... jadi terharu saya.

syam said...

ko jadi merinding ya?
saya jadi terharu bacanya

luar biasa a gilang ini

HERU WIDAYANTO said...

Belum pernah saya menjumpai anak muda yang mempunyai semangat seluar biasa Gilang ...
Go Ahead cak!

Dewi Mariyana said...

Jd sedih plus tmbh smangat

Vinny Martina said...

Terharu.. semanga aa gilang. Luar biasa kegiatannya semua baik sekali.

Deasy Windayanti said...

Berlelah-lelah dalam kebaikan. Hingga rasa lelah itu menyerah melihat tekad kita 😊.
Semangat Bang Gilang 💪.
Merinding aku bacanya 😭

Sasmitha A. Lia said...

Semangattt semangatt semangatt.. keren euy...two tumbs up buatmu mas gilang..😊

Rahim dani said...

Salut dgn bang gilang... Semangat 45

Yo... Yo... Trus semangat..
Tpi jgn lupa jg kesehtan juga...

Kholifah Hariyani said...

Semangat gilang... you are a man, keep strong...
Gunakan kesempatan 2 hari besok u/ istirahat...

Ainayya Ayska said...

Semangat gilang keren

Miftahul Rohmah said...

Deretan kegiatan bang gilang waw yaa hehhehe
Sehat sehat mas madu dan susu baik buat tubuh biar tetep fit 😀

Heni Susilowati said...

Noh, temen2 ODOP banyak yg ngasih perhatian. Tak usah haus lagi, ya! :p