Tuesday, April 12, 2016

Perpisahan

Tuhan menciptakan segala hal berpasang-pasangan meskipun ada beberapa  yang belum memiliki pasangan, pengelola tunggal blog ini pun belum memiliki belahan jiwa loh barangkali minat. Pernyataan tersebut dapat diabaikan. Pertemuan memiliki teman sejati yaitu perpisahan. Jika pertemuan memberikan hiasan baru bagi kehidupan, perpisahan memiliki sisi yang bertolak belakang. Aku tak pernah suka dengan kata “Selamat tinggal” karena darinya kesedihan lahir.
Selama 20 tahun lebih hidup di dunia, beberapa perpisahan yang Tuhan takdirkan cukup menyesakan dada. Terkadang air dari kelopak mata menjadi pelengkap kata pisah. Tiga  perpisahan paling menguatkan sekaligus menyakitkan yang telah dan akan aku alami terangkum dalam tulisan ini.

Perpisahan pertama terjadi ketika mamah melepaskan gelar perempuan tercantik di keluargaku. Empat tahun lalu, adik pertamaku lahir ke dunia dengan berat tak lebih dari 2 Kg. Aku terkesima melihat kandidat yang akan menggeserkan gelar perempuan paling kece versi keluargaku. Goresan keindahan Tuhan sudah tampak di wajahnya, sudut-sudut kecantikan terpancar dari parasnya. Ayah menangis haru menyaksikan bidadari kecil memberikan tangis pertamanya, sudah 17 tahun ayah mengharapkan anak perempuan namun yang lahir selalu pria yang InsyaAllah tampan. Keceriaan hanya berlangsung sehari, bidadari kecil dipanggil penciptanya. Ayah menangis tanpa air mata terlampau sedih yang ia rasa. Mamah nampak tegar menghadapi kejadian menyedihkan, sudah terlatih letih untuk mengeluarkan kesedihan. Aku dan kedua adikku tak tahu apa yang harus dilakukan, lupa lagi caranya menangis karena kebahagiaan dan kesedihan terlalu berdekatan. Diri ini percaya bidadari kecil sedang bahagia di pangkuan sang pencipta, ia menanti orangtua dan ketiga kakaknya di Surga.

Perpisahan kedua terjadi setahun lalu, di saat perempuan yang ku cinta memutuskan untuk tak lagi bersama. Awalnya kesedihan sempat hinggap cukup lama seiring berjalannya jarum jam rasa tak mengenakan menguap begitu saja. Tuhan sayang kepadaku, tak mengijinkan hambanya untuk berhubungan dalam ikatan yang tak dihalalkan. Memutuskan rantai ketidakbaikan melalui tragedi perpisahan. Akhirnya aku menyandang status tanpa pasangan, hingga kini berusaha memantaskan diri. Mendekatkan hati kepada sang pemilik cinta agar dipantaskan mencintai salah satu hamba terbaiknya. Perpisahan yang menjadi titik tolak kebaikan.

Perpisahan ketiga belum terjadi tapi siap mengintai kapan pun. Tak memandang tua atau muda, tak melihat kaya atau miskin. Perpisahan yang sudah ditakdirkan jauh sebelum adanya kehidupan. Malaikat diutus menjadi perantara pemisah roh dengan dunia, perpisahan itu disebut kematian.  Keelokan rupa yang sudah dirawat dengan uang ratusan juta harus ditinggalkan. Pasangan hidup laksana bidadari tak bisa dibawa mati. Segala bentuk kebahagiaan wajib dilepaskan hanya amal kebaikan bekal sejati pengganti sepi. Perpisahan maha dahsyat, setiap makhluk hidup akan mengalaminya. Tak tahu kapan dengan kondisi apa, nyawa meninggalkan raga. Semoga hadir di kala ketakwaan berada di puncak ketaatan.


Kematian adalah perpisahan paling pasti meski tak pernah tahu kapan dan di mana ia menghampiri.

Reactions:

15 comments:

denik said...

Ya, benar...kematian merupakan jenis perpisahan yang tak mengenal waktu, jarak dan usia. Siapa pun harus siap menghadapi perpisahan semacam ini. Aku, kamu dan kita semua.

Rahim dani said...

Yang sabar ya bang... Dunia memang begitu... Suka misah2-hin..

lisa lestari said...

betul kata ka denik

lisa lestari said...

betul kata ka denik

Sasmitha A. Lia said...

Perpisahan memang selalu bikin sedih..apapun bentuknya. Tapi semoga kesabaran dan penerimaan kita menjadi satu catatan kebaikan untuk kita,dan Allah berkenan memberikan penggantinya yang jauh lebih baik. aamiin..

Dewi Mariyana said...

Yg sabar ya bang dunua emng gt suka misah2in

Dewi Mariyana said...

Yg sabar ya bang dunua emng gt suka misah2in

Ciani L said...

Ada hikmah dibalik setiap perpisahan... Dan semoga kita mampu untuk memahami nya...

Wiwid Nurwidayati said...

Kok aku nangis bacanya.sedih.

nur apriliyani said...

Setiap pertemuan memang selalu ada perpisahan karena memang begitulah seharusnya. Semoga Bang Gilanv cepat dipertemukan dengan sang pujaan hati. Wehehehehe

nur apriliyani said...

Setiap pertemuan memang selalu ada perpisahan karena memang begitulah seharusnya. Semoga Bang Gilanv cepat dipertemukan dengan sang pujaan hati. Wehehehehe

Cicilia Putri Ardila said...

Oh. Jd gilang baru putus setahun yg lalu sama pacarnya (?)
#gagalfokus

Vinny Martina said...

Perpisahan mengajarkan kita untuk bahagia sewajarnya saat diberi pertemuan.

HERU WIDAYANTO said...

Aku jd takut Lang, msh berlumur dosa.
Aku ingin hidup seribu tahun lagi.

willova said...

semoga ada hikmah dalam setiap kejadian dalam kehidupan yang terjadi