Friday, April 15, 2016

Sisi Lain Dunia

Assalamu'alaikum pembaca.
Dua minggu ini aku selalu berbagi kisah tentang cinta atau segala hal yang mewarnainya. Pada postingan kali ini akan menceritakan sesuatu yang sedikit berbeda, bosen juga di panggil Raja Baper padahal sih baru putra mahkota, haha abaikan saja. Sebenarnya dalam dunia menulis, aku punya ketertarikan dalam genre komedi dan romantisme cinta. Semoga tulisan di luar kebiasaan ini dapat diterima oleh teman-teman pembaca yang InsyaAllah kece.

Selepas lulus SMA, sempat bekerja proyek di bagian instalasi listrik. Nggak nyambung sih lulusan SMA kerja di lahan anak-anak SMK tapi yang namanya butuh uang semua bisa terjadi. Di sana aku bekerja bareng sepupu yang umurnya terpaut 10 tahun, kurang lebih aku berperan seperti asistennya.

Saat itu tempatku bekerja lumayan jauh sekitar 45-50 KM atau bisa di tempuh dengan waktu 1,5 - 2 Jam perjalanan. Lokasinya perbatasan Purwakarta dengan Cikampek, sebuah pabrik Garmen. Pekerjaan yang dilakukan di luar normal terutama dalam hal jam kerja, berangkat pukul 3 sore dan selesai pukul 11 malam. Hari pertama bekerja dilalui dengan cukup sukses, tugasku di sana hanya memeriksa instalasi listrik apakah sudah sesuai atau belum. Sama halnya seperti pabrik garmen kebanyakan, pabriknya luas untuk tim yang beranggota 20 orang. Sempat merasakan takut ketika meliwati bagian ujung sisi pabrik, takut tiba-tiba muncul sesosok bayangan. Benar saja sesosok bayangan muncul menepuki pundakku.

"Lang, Aa pulang duluan yah? bisakan kamu pulang sendirian," sepupuku menyapa, aku yang masih terkaget-kaget tanpa sadar berkata "Iya".

Alamaaak, keputusan yang ku ambil nampaknya salah. Baru pertama kali ke sini plus disuruh pulang sendirian dalam waktu yang tidak bersahabat. Tak apalah aku harus berani jadi pria tangguh anti ngeluh.

Lingkaran dengan 3 jarum sudah menunjukan pukul 12 malam kurang beberapa menit. Aku yang buta arah berusaha mengingat jalan pulang, tak lucu rasanya jika harus tersesat di tengah malam.

Kuda besi buatan Jepang telah aku pacu dengan kecepatan sedang karena sembari menghafal jalan pulang. Mengikuti setiap papan petunjuk jalan yang sudah tertutup gelap. Rute pulang sangat gelap sehingga membutuhkan keahlian mengemudi tingkat mahir. Jalan berkelok dengan cahaya minim aku lalui, sempat terbersit rasa takut akan begal yang sedang marak.

Tak terasa perjalanan pulang menemukan titik tengahnya, sekarang motorku melaju di jalanan Gunung hejo, menurut mitos yang berkembang wilayah itu tempat orang-orang meminta kekayaan lewat pesugihan, sungguh cara tak logis menurut benakku saat itu. 

Di depan jembatan motor ku jalankan pelan karena melihat sosok tak biasa dengan pakaian serba putih, pikiranku berusaha positif mungkin seseorang yang sedang menunggu kendaraan untuk pulang. Motorku semakin mendekati sosok itu, ia menunduk dan seketika melayang menuju ke atas jembatan. Sontak saja aku kaget tak menduga yang baru saja  dilihat, memang sebelumnya pernah melihat hal-hal tak biasa tapi tak sejelas itu. Beberapa detik berusaha menenangkan diri sembari melihat ke atas jembatan, sosok wanita berpakaian serba putih itu tetap ada malah dengan santainya duduk di pinggiran pegangan jembatan. Gas motor ku tarik, logika berusaha mencerna bahwa itu bukan manusia. Jantung berdegup amat kencang motor dipacu ke dalam mode kecepatan maksimal, takut sosok itu berada di jok belakang motorku. 35 menit berselang aku sampai ke rumah dengan perasaan tak menentu. Segera mengambil wudhu kemudian menarik selimut tanpa menghiraukan rasa lapar.

Esoknya aku tetap bekerja hingga proyek perbaikan instalasi itu selesai, beberapa kali sempat melihat sosok itu kembali namun tak ku hiraukan. Toh sosok itu hanya Jin yang berusaha menakuti manusia agar takut kepada selain Allah.

#Tulisan ini dibuat dalam tempo singkat jadi maaf jika di luar kaidah dan banyak typo bertebaran

posted from Bloggeroid

Reactions:

13 comments:

lisa lestari said...

hahaha, kenapa ga diajak pulang, Gilang?

lisa lestari said...
This comment has been removed by the author.
Deasy Windayanti said...

Hahaha...
Raja baper juga takut mahkluk itu ternyata... 😄😊😜

Deasy Windayanti said...

Hahaha...
Raja baper juga takut mahkluk itu ternyata... 😄😊😜

Wiwid Nurwidayati said...

Ngeri ah mbayangkannya

Na said...

Senang yang misteri juga ya..jalan2 dong ke rumah na. Ada "bukit gundul" berbau misteri. Nine-na.blogspot.co.id

Ciani L said...

Wkwkwk... Tetep aja tokohnya wanita, hhaa

Rahim dani said...

Coba di ajak pulang bang... Pasti ceritanya endingnya beda... Ha..

Vinny Martina said...

Wahhhhh... kebayang pas melayangnya... hiiiiiii..

HERU WIDAYANTO said...

Kalo aku jd lu, ku gebet sekalian wanita berbusana serba putih itu Lang ..
Hehee

khofiyaa rizki said...

Oh my God gusti Allah... ngeri banget itu mas.. :O :O semoga ga ketemu kejadian itu lagi ya aamiin :''

mual limah said...

sy slalu b'doa tdk pernah pernah liat makhluk2 aneh bin menyeramkan.. 😁

Riendra siswin Rohmawatiningrum said...

Hehehe....kisah gilang emang ga jauh2 dr baper ama cewek...cuma bedanya sekarang baper e ma cewek "lelembut"