Thursday, April 28, 2016

Tere Liye

Sudah seminggu ini, aku mengurangi aktivitas bersosialisasi dengan manusia. Tentunya memiliki alasan, bukan sedang patah hati. Hatiku sudah sejak dulu patah karenamu, eh. Aku sedang tak ingin menulis kegalauan. Terpaan tugas dan kepercayaan memegang beberapa kewajiban membuatku terpaksa mengurangi aktivitas bersosialisasi terutama yang dilakukan di dunia maya. Selain itu seminggu ini punya target untuk menuntaskan dua dari empat novel serial anak-anak Mamak karya Tere Liye.

Sahabat pasti tahu siapa Tere Liye ?. Seorang penulis berbakat nan produktif. 24 buku sudah diterbitkan dan menyebalkannya laku semua hingga dicetak berkali-kali. Aku menulis satu novel saja bertahun-tahun tidak selesai, tepok jidat. Novel terbarunya berjudul "Hujan" menegaskan bahwa ia penulis berbagai genre. Buku Bang Tere yang pertama ku baca berjudul "Sunset bersama Rosie," novel bergenre percintan dengan latar pengeboman di Jimbaran, Bali. Rasa suka terhadap karyanya sudah terasa. Dilanjutkan dengan karya lain, hingga hari ini 20 novelnya sudah aku lahap menyisakan empat lainnya yang sedang ku buru.

Jika harus memilih dari 24 karya Bang Tere, aku paling suka empat buku serial anak-anak Mamak. Dikerucutkan lagi menjadi satu yaitu "Burlian". Serial anak-anak Mamak berisi empat novel dengan judul sesuai nama empat bersaudara yakni Amelia, Burlian, Pukat dan Eliana. Novel ini bukan tetralogi seperti Harry Potter atau Twilight, tapi sebuah cerita berdasarkan empat sudut pandang. Amelia, sang putri bungsu dijuluki anak kuat. Burlian, anak ke tiga dengan julukan anak spesial. Pukat, anak ke dua memiliki panggilan anak cerdas. Terakhir Eliana, kakak sulung si anak pemberani. Julukan-julukan tersebut memiliki alasan tersendiri, selengkapnya baca di ke empat novelnya.

Aku memiliki alasan sehingga terpaut dengan serial anak-anak Mamak ini, terutama novel "Burlian". Ke empat novel ini cocok untuk semua usia karena menceritakan suasana sebuah perkampungan di pedalaman Sumatera dengan sejuta problemanya. Selain itu, banyak sekali suriteladan yang dapat kita ambil. Menurutku novel-novel dalam serial anak-anak Mamak sangat cocok dijadikan bahan bacaan anak. 

Tak ada gading yang tak retak. Peribahasa yang pas untuk Bang Tere. Di balik ribuan penyuka karyanya. Ada beberapa yang berada di sisi sebaliknya. Menghina bahkan mencaci karya beliau dengan berbagai alasan. Sebenarnya simple sekali, jika tak menyukai karya seseorang maka tunjukanlah karya yang lebih baik. Menghujat adalah indikator lemahnya rasa menghargai terhadap orang lain. Masalah terbesar bangsa Indonesia salah satunya itu.

Jangan menghujat kegelapan, lebih baik menyalakan lilin-lilin kecil.

posted from Bloggeroid

Reactions:

17 comments:

lisa lestari said...

bener banget, aku juga nggak suka dgn orang yg suka menghujat, omdo doang

lisa lestari said...

bener banget, aku juga nggak suka dgn orang yg suka menghujat, omdo doang

mual limah said...

melihat judul tulisanx sy langsung penasaran utk baca..:)

Tere Liye, betul sekali, beliau penulis berbagai genre. Dan katanya genre yg tak akan pernah ia tinggalkan adlh genre 'anak2'

Serial anak mamak, suka sekali dgn novel2 ini, tp saya sangat suka ke-empatnya, semua punya keistimewaan masing2. Ceritanya sederhana tp pelajaranx luar biasa. 👍👍👍

Deasy Windayanti said...

Sudah punya 8 novel tere liye
Sudah bc 12 novelnya (hehe yg 4 minjem 😊)
Tp kalau disuruh milih mana yg paling bagus dari semua novelnya aku suka bingung.
Soalnya pada keren semua sih.
Kalau novel tere liye yg paling menyentuh bagiku ttplah 'Bidadari-Bidadari Surga'

Junaidi Abdillah said...

Bahasa yg sudah sangat mengalir...

HERU WIDAYANTO said...

Aku belum punya satu pun 😂

Ciani L said...

Pinjem bang gilang :D

Wiwid Nurwidayati said...

Aku juga suka karya tere..
Tp nggak semua punya

Khikmah Al-Maula said...

Penyuka novel2 Tere Liye juga, belum baca sebanyak bang Gilang tapi...

Sakifah Ismail said...

bang tere keren..
aa gilang juga keren

nur apriliyani said...

Belum baca satupun karya Tere Liye, nanti akan aku tamatkan 2 novel karyanya Rindu dan Hujan.

nur apriliyani said...

Belum baca satupun karya Tere Liye, nanti akan aku tamatkan 2 novel karyanya Rindu dan Hujan.

syam said...

karya bang tere baru baca sekali

Sepotong Hati Yang Baru

Vinny Martina said...

Aku baru baca novel tere liye yang Rindu. Hehehhe. Banyak ilmu di novelnya. Jadi belajar sejarah juga. Kayak cerita2 mas heru di blog nya.

Rahim dani said...

Sy belum satupun... (~_~)
Klu pulang harus baca ni

Miftahul Rohmah said...

Novelnya bang tere selalu jadi buruan banyak kalangan. Semoga kita bisa mengikuti jejak beliau 😇

Miftahul Rohmah said...

Novelnya bang tere selalu jadi buruan banyak kalangan. Semoga kita bisa mengikuti jejak beliau 😇