Monday, May 30, 2016

Goku dan Islam.

Zaman dahulu kala. Ketika aku masih SD. Tentu masih imut serta polos belum diracuni doktrin-doktrin duniawi. Saat itu kegiatan favoritku hanya tiga. Mengaji, main mobil tamiya, dan nonton dragon ball.

Mengaji tentu kegiatan wajib jika tidak mamah akan mengomel 20 menit tanpa jeda mirip penyanyi yang sedang ngeraff. Sungguh luarbiasa malaikatku di dunia ini.

Aku pernah bolos ngaji gara-gara keasyikan main mobil tamiya di irigasi air yang dijadikan trek balap mobil tamiya dadakan. Saking asyik tak terasa matahari sudah kelelahan lalu menunjukan sisi gelapnya. Bersamaan dengan itu datanglah mamah. Aku bersiap memasang muka memelas. Tahu bahwa mamah akan segera ngeraff. Kenyataannya tidak demikian. Ia datang kemudian memelukku begitu erat.

"Gilang, kamu kemana aja. Mamah cari di mana-mana ngga ada. Zaman sekarang banyak banget kasus penculikan. Mamah khawatir kamu di culik,"

Sedih bercampur lucu menyusup di dada. Ingin rasanya berkata

"Mana ada yang mau nyulik aku Mah. Aku makanannya banyak. Bisa tekor nanti penculiknya," ku urungkan untuk berkata demikian menghargai mamah yang seharian mencariku.

Semenjak kejadian itu. Aku jarang bermain mobil tamiya. Pensiun dini menjadi pembalap itu menyesakan. Apadaya keinginan orangtua bertentangan dengan jalan karierku. Okey kalimat ini lebay. Aktivitas bermain mobil-mobilan sudah diblack list terpaksa mencari kegiatan lain. Tertujulah mata pada acara kartun ngehits banget pada zamannya. Dragon ball.

Dragon ball menceritakan seorang bernama Goku. Seorang Saiya (Manusia super) yang diperintahkan untuk menghancurkan Bumi. Suku Saiya entah kenapa paling suka bertarung dan menguasai planet-planet di berbagai galaksi termasuk Bumi. Suku Saiya tinggal di planet Bezita. Saat itu Goku yang masih kecil ditugaskan menghancurkan Bumi. Mereka menilai makhluk Bumi kekuatannya lemah hanya dengan mengutus bayi, planet itu mampu dihancurkan.

Singkat cerita diberangkatlah Goku yang masih bayi dengan pesawat kapsul autopilot menuju Bumi. Sesampainya di Bumi Goku bayi bertemu dengan pria bernama Son Gohan, yang kelak akan menjadi kakek angkatnya. Sikap Goku sangat buruk. Semua benda dihancurkan. Sang kakek menghadapi dengan sabar. Hingga suatu waktu Goku terjatuh dari jurang. Kepalanya terbentuk keras. Sejak itu berubahlah sikapnya menjadi baik. Bagian ini memang diluar logika. Kalau terbukti benturan bisa mengubah sikap seseorang maka mari benturkan saja semua koruptor di negeri ini.

Sikap Goku yang berubah total membuat kakeknya senang. Ia mengajarkan berbagai jenis beladiri kepada cucu angkatnya. Dasarnya Goku manusia super, ia mampu menyerap segala latihan dengan cepat. Tak ada lagi yang bisa kakeknya ajarkan kepada Goku. Goku tumbuh menjadi anak perkasa yang baik hati hingga tibalah bulan purnama. Tanpa diduga Goku berubah menjadi monyet raksasa akibat efek sinar bulan purnama. Kekuatannya meningkat berkali-kali lipat karena kekuatan dashyat ia hilang kesadaran lalu membunuh kakeknya.

Bulan purnama sudah kehilangan sinarnya. Goku kembali ke wujud semula. Ia kaget melihat kakeknya meninggal. Sepeninggalan kakeknya ia berkelana ke berbagai tempat hingga bertemu Bulma. Seorang ilmuan muda yang mencari tujuh bola naga. Konon jika ketujuh bola naga itu dikumpulkan semua keinginan yang diajukan akan dikabulkan Shenlong. Goku tertarik dimulailah perjalanannya.

Selama perjalanannya ribuan musuh ia hadapi ada kalanya memang mudah, ada saatnya ia kalah. Namun Goku tak pernah menyerah. Ketika ia dikalahkan musuhnya. Goku berlatih ribuan kali lebih keras. Sehingga mampu mengalahkan musuhnya. Musuh terkuat selalu berdatangan dan sekuat tenaga Goku melawannya dengan alasan ingin melindungi Bumi.

Suatu saat tibalah kakaknya dari planet Bezita. Radith mencari Goku untuk menagih tugas sang adik. Kenapa ia tak segera menghancurkan Bumi. Goku menolak menghancurkan Bumi. Ia lebih memilih melawan kakaknya Radith. Goku berjibaku hingga hampir kalah. Kerja keras tak pernah menipu hasil karena semangatnya melindungi Bumi. Goku berhasilkan mengalahkan Radith.

Tak terbayang seseorang yang diutus menghancurkan Bumi malah bersikap sebaliknya membela dengan segala tumpah darahnya. Zaman rasul. Sikap itu pernah dimiliki Umar bin Khattab. Sebelum masuk Islam. Ia sangat benci rasul dan Islam. Allah berkata lain karena suatu kejadian Umar disentuh hatinya. Berubah drastislah sikapnya. Yang tadinya pembenci menjadi tameng terkuat Islam.

Jika Allah berkehendak sekeras apapun hati manusia mampu diluluhkan. Selalu berdoa mengharapkan hati kita yang terkadang sekeras batu selalu mengacuhkan setiap perintahnya.  Segera mendapatkan kasihNya. Sesungguhnya Allah maha pembolak-balik hati manusia. Semoga kita mampu meneladani segala kebaikan dari berbagai cerita yang Allah sajikan.

posted from Bloggeroid

Reactions:

9 comments:

Ciani L said...

Aamiin...

lisa lestari said...

Allah pemilik hati....
Dragon Ball..film zaman aku masih sekolah..hahaha..tua banget yaa aku

lisa lestari said...

Allah pemilik hati....
Dragon Ball..film zaman aku masih sekolah..hahaha..tua banget yaa aku

denik said...

Yap! Benar. Allah-lah yang maha membolak-balikkan hati.

denik said...

Yap! Benar. Allah-lah yang maha membolak-balikkan hati.

Ainayya Ayska said...

Aamiin...
Keren bang gilang tulisannya

Wiwid Nurwidayati said...

Dragon ball aku suka sampai jadi emak emak

Na said...

Kartun favorit dulunya

Na said...

Kartun favorit dulunya