Wednesday, May 18, 2016

Jarak bagian 17 "Kisah Masa Lalu"

Jarak adalah cerita bersambung agar mengetahui benang merah cerita. Silakan klik bagian sebelumnya di sini "Jarak 16"

Soleh, pemuda kampung yang perkasa meluluhkan hati seorang wanita terpandang asal kota bernama Nina. Nina jatuh hati kepada Soleh tentu bukan karena hartanya. Sang pujaan hati jauh dari kata kaya hanya satu tingkat lebih beruntung dari gelandangan. Gelandangan yang tidur di mana saja, termasuk di depan toko besar milik keluarga Nina. Meski sesekali Soleh sempat menjadi Tuna wisma yang tidur di mana saja.

Soleh pun pernah tidur di depan toko milik keluarga Nina bersama teman-teman senasibnya. Kala itu ia kehabisan ongkos untuk pulang setelah beradu nasib di kota. Mencari peruntungan dengan secarik ijazah SMP miliknya.

Nina terkenal sebagai gadis tercantik di kampusnya, IKIP Bandung. Institut yang mengkhususkan mencetak pendidik-pendidik terampil dalam hal mengajar. Nina ingin sekali menjadi Guru. Menjadi saksi tumbuhnya generasi penerus negeri. Sekalipun orangtuanya bersikeras ingin anaknya menjadi seorang dokter. Saat itu mempunyai anak seorang dokter adalah sebuah kebanggaan tak terhingga. Nina menolak tegas, ia ingin menjadi Guru. Orangtuanya luluh setelah Nina mengancam meninggalkan rumah.

Sebenarnya Nina sosok wanita yang baik. Halus hati dan lembut tutur katanya hanya jika menyangkut kemauan dirinya tak ada yang bisa melarang bahkan orangtuanya. Egois satu-satu celah keburukan sifat Nina.

Pertemuan Nina dan Soleh sungguh tidak romantis. Jauh dari bayangan film remaja. Kala itu Nina bertugas menjaga Toko menggantikan orangtuanya yang sedang mengurus bisnis lain. Sudah menjadi rahasia umum bisnis keluarga Nina menggurita ke segala bidang.

Gelandangan yang melepas lelah di depan toko keluarga Nina masih berkelana di alam mimpi mereka termasuk Soleh. Ia kelelahan setelah menerima belasan penolakan dari tempatnya melamar kerja. Dunia nyata begitu kejam terhadap orang yang tidak mempunyai Ijazah dengan gelar dibelakang nama, paling tidak begitulah pikir Soleh. Saat itu jumlah sarjana masih hitungan jari, mudah sekali mendapat kerja untuk seorang sarjana. Soleh hanya lulusan SMP tidak punya uang untuk melanjutkan sekolah sekalipun seluruh kampungnya tahu ia anak paling cerdas.

Di dunia mimpinya Soleh boleh Jumawa. Makan enak, bidadari setia menyuapinya. Sekarang ia menuju kolam susu untuk berenang.

"Byuurrr," Soleh terbangun badannya basah kuyup. Di depannya memang ada bidadari bernama Nina.

Pertemuan yang menjadi awal dari kisah cinta mereka. Kelak akan  cerita tersendiri mengapa mereka mampu saling suka walau benteng bernama kasta menjulang tinggi.

15 tahun berselang. Nina berubah banyak, Ia nampak kusam dengan beberapa uban menghiasi rambutnya. Berdagang makanan keliling ditemani kedua anaknya, Dika dan Putra. Perasaan tak mengenakan tetiba ia rasakan. Khawatir dengan Soleh yang 13 tahun sudah menjadi suaminya. Memberikan tiga buah hati. Suami sedang sakit tapi memasakan bekerja untuk biaya sekolah anak sulung mereka.

"Soleh, kamu dipanggil Pak Adnan," seorang teman sesama kuli bangunan menghampiri Soleh.

Dengan jalan terpincang ia mendekati Pak Adnan. Mandor proyek pembangunan perumahan mewah yang sedang ia kerjakan.

"Soleh, Kadieu maneh," Pak Adnan menunjuk Soleh untuk segera menghampiri. Wajah marah tak bisa disembunyikan. Jarak Soleh dengan Pak Adnan hanya dua meter. Tanpa diduga Pak Adnan mengepal tangannya lalu melesakan pukulan keras ke perut Soleh. Soleh terkapar tanpa tahu kesalahannya.

Reactions:

6 comments:

lisa lestari said...

Ini tamat lang? Itu kisah bapak ibunya gilang yaaa?

Ciani L said...

Pak soleh kuat pak... Di tunggu Istri tercinta Di rumah...

Na said...

Ibu Nina yang sabar yaa. Kayak saya bu sabar banget nunggun kelanjutan cerita 'Jarak' (^>^)

Wiwid Nurwidayati said...

INI flashback ya

HERU WIDAYANTO said...

Bangun pak Soleh!!
Km pasti kuat.

Rahim dani said...

Org sakit kok ditinju... Keterlaluan tu...