Monday, May 9, 2016

Jarak Bagian Kesebelas "FIKA"


 Hai pembaca. Selamat datang di cerbung jarak. Jika ada yang belum membaca jarak bagian sebelumnya tinggal klik

Jarak bagian kesatu
Jarak bagian kedua
Jarak bagian ketiga
jarak bagian keempat
Jarak bagian kelima
Jarak bagian keenam
Jarak bagian ketujuh
Jarak bagian kedelapan
Jarak bagian kesembilan
Jarak bagian kesepuluh

Selamat membaca

Allah penyuka segala sejenis keindahan. Ia menciptakan jagat raya dengan berbagai konsep yang membuat mata nyaman melihatnya. Tak terhingga bukti keindahan nyata dari kekuasaanya, Fika salah satu karya Allah dengan paras serta hati laksana malaikat. Semua akan menganggukan kepala jika diajukan pertanyaan “Siapa gadis tercantik dan terbaik di SDN 3 Cikalongwetan ?” Semua akan kompak menjawab “Fika.” SDN 3 Cikalongwetan adalah sekolah negeri di pelosok Bandung, 40 KM dari pusat kota. Gadis cantik nan berprestasi asal Padang menjadikan selalu juara diberbagai bidang. melukis, menulis, prakarya menjadi keahliannya. Entah apa yang menjadi alasan ibu Fika menyekolahnya di sana. Tertinggal suatu jawaban paling menyakitkan mengharuskan mereka pergi dari tempat penuh kenangan. Sekolah sederhana dengan berbagai keterbatasan tempat Gilang, Teguh dan Jama menjadi teman terbaik di sekolah barunya Fika.

Gilang, seorang anak dengan rasa kepedulian luarbiasa. Terkadang ia lebih memikirkan orang terkasih dibanding dirinya sendiri. Teguh, pembawa keceriaan di mana pun ia berada. Sumber tawa bagi orang di dekatnya. Jama, semangat kuat di dadanya menjadi penyebar kebaikan. Fika, seorang gadis satu-satunya menjadi pemanis sekaligus pemberi ide paling tepat di saat masalah hinggap. Ia merasa nyaman ketika bersama ketiga bocah tersebut, bahkan julukan tiga bebek dan satu angsa sangat melekat pada diri mereka.

Masalah pertama sedang mengintai Gilang dan Jama. Gerombolan preman menuntut dendam. Bos mereka terbaring di rumah sakit, luka tusukan dari Jama berakibatkan fatal. Setiap sudut jalan ditelurusi mencari dua tikus yang pandai bersembunyi. Akhirnya pencarian berujung penyekapan Joni. Teman mengamen Gilang dan Jama. Joni disekap sekaligus menerima jamuan berbentuk siksaan menyakitkan . Dengan berat hati dirinya menyerah memberitahuan keberadaan mereka.

Sepanjang Jama bercerita, Fika memilih diam. Mengamati sekaligus mencari solusi paling tepat. Tibalah saatnya sang angsa membuka mulut.
“Ciri-ciri preman yang mencari kalian seperti apa ?” sedetik kemudian Gilang membayangan, memutar kembali kenangan yang menyeramkan. Ia menyebutkan ciri paling khas gerombolan preman itu. Tato bertulisan satu kata berbahasa sunda “Wanian” tato khas di lengan. Setelah menemukan jawaban atas pertanyaanya Fika mengangguk. Memulai menyusun rencana dalam otaknya. Tiga bebek merenung, mereka kehabisan jatah solusi untuk masalahnya kini.

Waktu berputar cepat.  Tiga orang preman bergegas menuju ke suatu tempat sembari membawa minyak tanah dan korek api. Perbuatan keji sedang mereka rencanakan. Joni ditinggal sendiri,sisa tenaganya sudah menemukan titik terlelah. Ikatan dan penyiksaan telah Joni rasakan. Dia berharap bebas, ingin berlari sekuat agar segera bertemu Jama. Semua sisa tenaga Joni dikerahkan. Tali yang mengikatnya mulai longgar. Simpul demi simpul terputus. Joni akhirnya bebas, tanpa menghela napas dia berlari. Joni berlari dengan sejuta lelah dipundahknya.

Di tempat berbeda. Gerombolan preman sudah menemukan apa yang mereka cari. Menunggu dengan sabar di sudut semak. Menunggu saat yang tepat untuk melakukan sesuatu. Lima menit kemudian mereka melirik kiri dan kanan. Kata aman diucapkan oleh salah satu preman. Sisanya bergegas menyiram minyak tanah ke rumah gubuk di depan mereka. Korek api dilempat perlahan mulai memakan kayu lapuk.

30 menit lalu, Fika melihat sesuatu. Khawatir dengan kondisi Jama dan Gilang. Di lain tempat seseorang berteriak kencang.


“ TOLOOOOOOOONG”

Reactions:

13 comments:

denik said...

Wuduuuuhh...bakal ada perkelahian lagi ya?

Rahim dani said...

Gubuk siapa dibakar.. Punya Gilang, Ya?
Kasihan...

Ciani L said...

Please.... Ada bantuan dong...

E Caswatie Sodikin said...

Semog Yang teriak cuma lihat kecoa, gak lebih :(

lisa lestari said...

Gubuk Gilang dibakar? Ibu dan adiknya bagaimna? taj adakah yang menolong, kasihan

Wiwid Nurwidayati said...

gubug siapa yg di bakar?

Fika AJ said...

Makin menegangkan. Apa itu gubuk Jama?

Nabela Atika said...

idem komennya mb cas :D

Ainayya Ayska said...

Engga tikus aja... hehe kalau kecoa kecil.

Vinny Martina said...

Sama pertanyaannya. Gubuk siapa yang dibakar?

Na said...

Saya merangkum semua pertanyaan dan pernyataan yang sudah dilontarkan.
Gubuk Gilang atau Jama yang dibakar?
Semoga yang minta tolong hanya ngelihat kecoa sama tikus pacaran.

mual limah said...

semua penasaran kelanjutannya.☺

Miftahul Rohmah said...

Mulai panik 😒