Thursday, June 2, 2016

Kapal Kehidupan

Manusia takkan pernah bisa hidup sendiri bahkan nabi Adam pun merasa sepi ketika ia seorang diri. Padahal tempatnya saat itu ialah Surga. Tempat paling didamba seluruh manusia. Allah maha tahu apa yang diperlukan hambanya. Pemilik semesta menciptakan Hawa sebagai penyempurna Adam. kehidupan Nabi Adam lebih berwarna setelah kedatangan Hawa.

Begitulah potongan cinta dari pendahulu kita. Apakah di era kekinian definisi cinta berubah haluan ?. Aku rasa tidak. Pernah dikisahkan seorang pemuda dengan kekayaan melimpah, pendidikan tinggi serta dikarunia wajah tampan merasa hidupnya belum sempurna tanpa hadirnya getaran berbeda di dada.

Sejak dulu cinta fitrah manusia. Ada masanya memutuskan memilih seseorang yang akan dicintai hingga maut memisahkan diri. Menyatukan dua hati dalam ikatan cinta memang tak mudah. Banyak sekali yang awalnya sangat mencintai namun setelah menikah cinta mereka kandas hanya dengan beberapa hari. Perceraian menjadi pilihan menakutkan.
Aku belum menikah namun suatu saat insyaAllah akan menunaikan seruan Rasul Allah.

Ayah pernah berkata

"Gilang, setiap lelaki pada dasarnya adalah pemimpin. Kelak engkau pun akan menjadi pemimpin setidaknya memimpin rumah tangga yang akan engkau bina," Aku mengangguk menatap raut wajah Ayah dengan serius.

"Lang, tugas pemimpin itu tak mudah. Engkau bertanggungjawab atas setiap perut keluargamu kelak. Tak hanya itu. Engkau pun bertanggungjawab atas setiap perbuatan istri dan anak-anakmu juga. Ayah percaya engkau akan menjadi pemimpin yang baik. Pemimpin yang selalu bisa memberikan suriteladan, " Aku mengangguk pertanda setuju.

"Satu lagi Lang. Kelak jika memilih seorang istriku. Pastikan ia yang selalu bangun disaat yang lain terlelap tidur. Meminta kepada Allah agar suami diberikan segala kemudahan. Kalau pun tidak bimbinglah ia menjadi surga terbaik untuk anak-anakmu . 

Sebelumnya Ayah tak pernah membicarakan hal seserius itu. Biasanya ia hanya terdiam dan sesekali tertawa. Petuah dari seorang Ayah sangat bermanfaat.

Kelak aku akan menjadi kapten kapal yang mengarungi laut kehidupan bersama seseorang yang telak ku pilih untuk setia menemani. Dalam kehidupan pasti akan ada ombak, badai bahkan terjangan tsunami. Beberapa kapal akan bertahan, beberapa lagi hancur berantakan. Semoga aku adalah bagian dari yang bertahan. Mengarungi kerasnya kehidupan dengan partner terbaik yang kelak ku panggil sayang.

posted from Bloggeroid

Reactions:

11 comments:

Ciani L said...

Semoga segera bertemu dengan seseorang yang kelak akan Aa panggil sayang :)

Nindyah Widyastuti said...

Anak yang sholih terlahir dari ibu yang sholihah, semoga Mas Gilang segera mendapatkannya aamiin.

Miftahul Rohmah said...

Huuaaa baper 😂😂
Ayah udah pengen dipanggil kakek 😀😜

lisa lestari said...

Semoga disegerakan..aamiin

lisa lestari said...

Semoga disegerakan..aamiin

febie pranolosa said...

hmmm...memang benar sih tanggung jawab laki-laki berat, tapi tetaplah semangat!

denik said...

Begitulah fitrahnya lelaki. Sebagai Kholifah.

denik said...

Begitulah fitrahnya lelaki. Sebagai Kholifah.

Sakifah Ismail said...

Semoga disegerakan...

#sambil mikir
ini tadi hari apa yaa..pada posting tentang masa depan :-D

HERU WIDAYANTO said...

Tunggu apa lagi Lang??
Ayoooo segera ! :)

Ainayya Ayska said...

Rindukan ayah... luar biasa,

Semoga lekas dipertemukan dengan dia yang tersayang, bang gilang...