Friday, June 24, 2016

Meriang Ganda

Selama bulan ramadan terhitung sudah tiga kali aku diserang demam tinggi. Sudah pantas rasanya dapat piring cantik atas prestasi tersebut. Bulan ini aktivitasku sungguh diluar dugaan. Berangkat pagi lalu pulang menjelang berbuka dengan menempuh jarak puluhan KM menjadi hal biasa. Setelahnya begadang sampai malam mengerjakan kewajiban lainnya.

Nampaknya aku bukan super hero yang mempunyai mobilitas luarbiasa. Pagi di Barcelona menolong remaja. Siang di Turki menghadang pencuri. Malam hari di Indonesia nonton dangdut mania, eh super hero kok nonton dangdut. Mendadak goyang dumang.

Ketika sakit teman-temanku perhatian banget. Saat itu sedang berlangsung pembelajaran di kampus. Tetiba aku yang duduk tepat berhadapan dengan dosen diserang demam tinggi, seluruh badan mengigil. Dosen nampaknya peka.

"Gilang, kamu kenapa ?"

"Menggigil Bu " masih memasang wajah memelas.

"Kamu mau pulang atau mau istirahat di ruang dosen."

"Kalau boleh jujur sih Bu. Aku mau rendang dan sate padang. Terus minumnya jus alkupat."

Percakapan terakhir hanya berlangsung di otak. Tak diduga seorang teman rela memberikan jaketnya untukku namun sayangnya dia cowok. Walhasil momen romantis sedikit menjijikan.

Perkuliahan selesai, waktu pulang tiba. Aku kembalikan jaket pinjaman temanku. Kasihan juga dia rumahnya jauh. Masa ia harus berkendara dengan memakai sehelai baju saja. Setelah aku berikan. Dingin kembali menyergap. Teman-teman hampir semuanya sudah pulang. Tinggallah aku yang masih mengumpulkan kesadaran sekaligus mengusir rasa menggigil.

"Lang, kamu masih kedinginan. Ini pakai mantelku. Kebetulan aku dijemput tunanganku pakai mobil. Jadi nggak perlu mantel." ia tersenyum lalu membuka mantelnya.

Bisa dikatakan bahwa gadis yang menawariku mantel adalah bunga kampusku. Semacam gadis tercantik gitu. Ia telah bertunangan dengan seorang dokter muda. Sering kali aku disuruh ikut mereka jalan-jalan. Katanya aku harus menjadi hijab antar mereka. Eh kok aku yang dikorbankan. Beruntunglah mereka pengertian memberikanku makanan yang menggiurkan. Kok aku mudah sekali diperalat.

Temanku sudah membuka mantelnya. Mantel ala korea dengan warna pink yang menyilaukan mata. Sedikit ragu untuk memakainya. Rasa menggigil kembali mendera aku coba mantel itu dan ternyata tidak muat. Memang ketika sakit logika hilang begitu saja. Badan temanku tergolong langsing sedangkan aku ? Yah semua sudah tahu.

Ia menawari untuk pulang bersama tunangannya. Di mobil tidak akan terlalu kedinginan katanya. Ah, tentu saja aku tidak mau harus menjadi penonton dikisah cinta mereka. Alasan lainnya motorku bagaimana. Tak mungkin disuruh pulang sendiri.

Sekuat tenaga memaksakan diri untuk pulang. Allah memberikan kekuatan kepadaku. Aku sampai dirumah dengan selamat. Namun kondisi tubuh tak bisa dibohongi. Malamnya badan berontak. Suhu tubuh diluar normal. Aku panggil malaikatku. Ia dengan sabar mengobatiku yang cenderung manja ketika sakit.

Peristiwa itu terulang lagi semalam. Deman tinggi menyerangku. Rasanya badan sudah tidak kuat. Beberapa pesan di HP aku abaikan termasuk pesan dari si dia yang nampak khawatir. Apa daya melihat hp saja aku mual. Untuk kesekian kali mamah mengobatiku dengan kasih sayang tanpa batasnya. Memijit badanku serta mengkompres kening menjadi aktivitasnya hingga tengah malam.

Saat ini aku sedang menunggu hasil pemeriksaan dokter. Tak diduga dokter yang memeriksa ialah tunangan dari temanku. Nampaknya hari ini aku akan kembali jadi penonton kisah cinta mereka. Temanku pun ada di sana. Duduk manis di sampingnya. Entah berperan sebagai apa dia di rumah sakit. Yang jelas aku meriang ganda. Meriang karena demam serta meriang karena iri dengan mereka. Ah ingin rasanya bertemu belahan hatiku juga. Eh chat dia aja deh sedari tadi belum kubalas.

Reactions:

7 comments:

Sakifah Ismail said...

Cepet sembuh a...dikwatirin bnget lohh...
Kl udh smbuh ditunggu dikotanya..hayuk cpet smbuh. Aq sih ga masalah jd saksi hidup janji sakral kalian..smoga segera ya.. ^_^

Wiwid Nurwidayati said...

Cepatt sembuh aa

Dewi Mariyana said...
This comment has been removed by the author.
Dewi Mariyana said...

Syafakallah aa. Jangan buat dia khawatir smpai meriang juga 😂

lisa lestari said...

cepet sehat ya, gilang, supaya aktivitas lancar kembali

lisa lestari said...

cepet sehat ya, gilang, supaya aktivitas lancar kembali

Raida said...

Dan akupun mampir di sini, cepet sembuh Aa Gilang.. ada yang teramat sangat menghawatirkanmu... :D