Tuesday, June 7, 2016

Sayang, Kamu Berbeda

Akhir-akhir ini terasa ada yang berbeda di kehidupanku. Si dia tidak sama seperti biasanya. Cepet banget panas lalu ngambek deh. Parahnya seminggu lalu dia nggak mau sama sekali disentuh. Terasa kesiksa banget. Jujur saja ia seperti belahan jiwaku. Tak terhitung berapa kali kami tidur bersama berbagi duka serta lara. Takdir dengan perkasa memisahkan kami. Maaf sayang aku terpaksa menjualmu ke lelaki lain. Semoga bersamanya engkau bisa bahagia.

Taraaaaaa. HP yang baru berumur sebulan tetiba rusak. Ketika main game, ia terasa panas lalu ngambek dan restart sendiri. Kesel banget padahal kan lagi chat dengan seseorang yang di... Ssssst jangan dilanjutkan lagi bulan ramadan.

Menyayangi sesuatu kemudian kehilangan itu sungguh menyakitkan. Di saat awal membeli sudah jatuh hati. Semahal apapun ia, saat itu aku rela menebusnya. Aku timang-timang gawai berwarna grey itu, aku elus dengan lembut. Aku beri makan pulsa terbaik walau seharga lima ribu. Maklum dompet anak kuliahan. Lebih banyak kertas daripada duit.

Suatu hari yang cerah. Awal dari sebuah petaka, mengubah si dia untuk selamanya. Pagi itu burung-burung sedang bertukar kicau. Awan nampak biru mengkilap. Seorang anak terlihat memasang senyum terbaiknya guna membujuk sang ibu agar memberikan uang jajan lebih banyak. Aku dalam kondisi yang sama. Berkutat dengan segala persiapan. Saat itu sedang musim UAS. Kebetulan aku ditugaskan jadi panitia. Telat sudah dipelupuk mata. Aku tergesa-gesa menyiapkan semua.

Memang benar tergesa-gesa awal dari bencana. Gawai berwarna grey itu terjatuh dari ketinggian yang cukup untuk membuat hati berdebar. Secara fisik tak ada kerusakan berarti kecuali sedikit goresan kecil di casing. Namun tampaknya HPku amnesia karena benturan itu. Terkadang mati dan nyala sendiri. Dia nampak terkena penyakit berbahaya.

Saat itu aku kalut. Tak mampu berpikir jernih. Beberapa jam kemudian mencoba menjajakan HP kesayanganku di OLX.com. Tak lama dari kejadian mengenaskan itu. Gawai yang kudamba sudah berpindah tangan. Ada rasa bersalah di hati. Aku tega menyakiti lalu mencampakannya begitu saja.

Di kala ku sedih karena merasa bersalah mencampakan si dia. Mamah dari belakang menepuk punggungku kemudian berkata

"Sudah Lang, beli aja lagi. Nanti mamah tambahin. Rusak HP aja seperti orang putus cinta. Jangan terlalu dipikirin nanti kamu gila. Kalau kamu gila nanti nggak ada yang mau sama kamu. Kalau kamu nggak laku kapan mamah punya cucu." Mamah pergi sembari tertawa. Nasihatnya mamah membuatku berpikir. Serem juga efek rusak HP bisa jadi jomblo selamanya.

posted from Bloggeroid

Reactions:

7 comments:

Ciani L said...

Aahhh Aa... Bisa aja nyambungin jomblo sama segala hal...

Wiwid Nurwidayati said...

Keren emang Gilang ni

HERU WIDAYANTO said...

Hehehee ...
Bisa aj Aa ini bikin karya.

lisa lestari said...

Hahaha,.keren juga nasehat mama...

lisa lestari said...

Hahaha,.keren juga nasehat mama...

intan legita said...

Tuh, kan, bener. Aa mirip Raditya Dika. Very sweet, jujur, menyentuh, puitis tapi jleb, dan keren. Come from jomblo to another. Come from another to jomblo. Haha. Saya suka, saya suka *ala meimey di upin-ipin

Ainayya Ayska said...

Hahaha, keren, bang gilang.

Baca tulisan bang gilang selalu bikin Ayska tertawa. Menghibur pembaca yang sedang dilanda galau rasa. :-D