Monday, June 20, 2016

Untumu Waktu

Sang waktu berputar tanpa rasa lelah. 24 jam dalam sehari menjadi jatah. Terserah mau dipakai apa. Berleha-leha di kasur empuk atau banting tulang memperjuangkan mimpi. 20 tahun lalu aku masih ditimang ibu. Diasuh dengan penuh kasih sayang. Terkadang kencing di celana masih dianggap hal yang wajar. Sekarang jika melakukan hal yang sama dianggap kurang ajar.

Tak terasa memang ketika berbicara tentang waktu. Setiap detik berlalu tak terduga bahkan ketika kita menarik napas detik waktu berlalu begitu saja. Hanya ada di film-film seseorang yang mampu menghentikan jarum jam. Pada kenyataanya tak pernah ada yang bisa kecuali atas kehendakNya.

Jika boleh berandai-andai. Aku ingin meminta mempunyai kekuatan untuk menghentikan waktu. Menghalau detik jam di saat engkau tersenyum agar ku mampu melihat rona bahagiamu lebih lama. Ah jadi terbawa perasaan.
Aku juga ingin meminta waktu berhenti ketika ibuku beranjak menua. Tidak ingin rasanya melihat orangtuaku termakan usia. Memang tak ada yang abadi termasuk Orang-Orang tersayang di sekitarku. Pedih terasa di kala melihat mereka yang kucinta pergi karena faktor usia.

Waktu salah satu makhluk Tuhan paling patuh. Ia terus berjalan tak kenal lelah. Apapun yang terjadi dirinya tak pernah berhenti bahkan hanya sedetik. Terkadang aku tak suka salah satu dari bagian detikmu. Sungguh maafkanku waktu, sejujurnya aku tak suka ketika engkau menunjukan pukul 11 malam. Saat itu aku harus berpisah dengan seseorang yang kucinta. Maafkanku juga waktu, sejujurnya aku tak suka ketika engkau mengubah rambut ibuku menjadi putih. Sekali lagi maafkan aku waktu, sering sekali berleha-leha padahal dalam Al-quran, Tuhanku sudah memberi peringatan bahwa sesungguhnya merugi bagi orang yang mengabaikanmu.

Darimu waktu aku belajar banyak hal. Engkau tak pernah bisa dibeli sekalipun oleh orang terkaya di dunia. Detik-Detikmu hanya datang sekali tidak pernah bisa terulangi. Aku tak mau lagi menyesal berulang kali karena mengacuhkanmu. Engkau makhluk Tuhan yang patuh. Harusnya akupun begitu.

Reactions:

6 comments:

Indri Mulyani Bunyamin said...

Demi waktu sesungguhnya manusia kerugian.... sepatu kang....

Ciani L said...

Waktu juga diberikan kuasa oleh-Nya utk membersamai insan berubah mjd pribadi yg lbh baik lagi. .

Ainayya Ayska said...

Astaghfirullah...
Berapa detik yang sudah tersia darimu wahai diri?

HERU WIDAYANTO said...

Dan demi waktu, yang bergulir ....
Maafkan aku,
Lirik lagu Ungu aa 😂

Wiwid Nurwidayati said...

Iya..menyia nyiakan waktu dan keseempataaan

lisa lestari said...

belajar dari waktu