Thursday, July 14, 2016

Tukang Bubur (Belum) Naik Haji

Di zaman kekinian banyak masyarakat yang melepaskan penatnya dengan cara menonton TV termasuk di dalamnya tayangan sinetron. Sejujurnya aku pun sinetronholic. Beberapa kisah layar kaca yang aku ikuti seperti manusia harimau, 7 manusia harimau, manusia galau (Sinetron ini tahap perencanaan. Temanku Ana dan Mas Septian jadi duet penulis naskahnya haha).

Cengkreman sinetron tak berhenti sampai di sana. Kisah anak jalanan pun setahun ini menjadi hits bagi kalangan Ibu-Ibu dan anak muda. Sejenak menggeser program lain yang selalu menayangkan film india. Uttaran dan Ashoka menjadi contohnya kisah negeri lain mampu menjadi raja di mata penonton Indonesia.

Mamahku termasuk penggemar serial kaca "Ashoka" setiap malam tidak terlewatkan menyaksikan film yang berkisah tentang kerajaan India. Parahnya virus itu pun menjangkit aku. Kami berdua selalu meluangkan waktu bersama menonton kisah dari negeri Bollywood tersebut.

Indonesia seakan tidak mau kalah pamor dengan persinetronan India yang mulai merajai negeri pertiwi. Anak jalanan dan tukang bubur naik haji menjadi pesaing. Hingga sekarang episode anak jalanan sudah 400 lebih. Luarbiasa memang hampir setahun merajai share dan rating tayangan pertelevisian Indonesia.

Khusus untuk tayangan tukang bubuk naik haji sudah menyentuh 2000 episode lebih. Fantastis lebih dari 5 tahun eksis dan belum menunjukan Tanda-Tanda akan tamat. Kisahnya sudah tak menentu. Judul menceritakan tukang bubur tetapi pemeran utamanya pun telah dikisahkan meninggal. Judulnya sudah tidak serasi dengan cerita seperti aku yang tidak serasi bersanding dengan Raisa. Hiks.

Cerita dalam sinetron sudah pasti berakhir bahagia. Setidaknya itu yang aku saksikan selama menjadi pengamat persinetronan Indonesia. Di awal cerita menarik tapi ketika di ujung mulai ngawur. Mungkin suatu saat akan ada sinetron yang awalnya kisah remaja namun diakhir menceritakan perang melawan naga.

Terlepas dari ketidaksesuain cerita dan efek negatif yang dihasilkan dari sinetron. Ada realita lain, Sinetron ternyata tak seindah kenyataan. Di daerahku ada pedagang bubur keliling usianya sudah senja namun tetap bersemangat jualan.
Buburnya murah, 3 ribu rupiah sudah mendapatkan satu porsi disertai irisan daging. Aku sempat berpikir bagaimana cara "Amang" bubur ini memeroleh untung.

Sekalipun memasang harga sangat murah tak banyak pembeli yang meminati dagangannya. Wajah ceria memang selalu terpancar setiap melayani pembeli namun raut lelah tapi bisa ia tutupi. Kehidupan zaman sekarang memang keras tak seinstan sinetron yang dalam beberapa jam bisa langsung kaya raya.

Terus semangat Amang bubur. Perjuanganmu mengais rezeki menjadi pelajaran berharga bagi kami generasi muda untuk tidak menyerah dengan keadaan. Terus berjuang sekalipun lelah menyuruhmu menyerah.

Monday, July 11, 2016

Mahkota Sang Kuda Hitam

Beragam jenis kuda yang Tuhan ciptakan di dunia. Ada kuda zebra, Kuda poni bahkan kuda lumping. Untuk jenis yang terakhir tak bisa ditunggangi. Ia hanya bisa memakan beling. Kasihan juga kuda lumping tidak sanggup membeli makanan sehingga harus mengunyah pecahan kaca.

Berbicara tentang kuda dalam sebuah pertandingan kompetitif selalu ada tim yang menyandang julukan kuda hitam. Bukan berarti warna kulit mereka hitam. Bukan juga makanan mereka rumput atau beling tapi karena awalnya tidak diunggulkan namun mampu melakukan hal lebih bahkan memenangkan sebuah kejuaraan.

Dalam pertandingan sepak bola tepatnya di gelaran piala eropa tahun 2004. Yunani mampu menjadi kuda hitam yang merengkuh gelar juara. Setelahnya dominasi Eropa dikontrol oleh Spanyol. Raihan dua gelar juara di tahun 2008 dan 2012 menjadi bukti. Tak lagi ada kuda hitam yang mampu meraih mahkota.

Di gelaran piala Eropa tahun 2016 ini. Langkah Portugal sebenarnya sempat diragukan sekalipun memiliki mega bintang seperti Ronaldo. Wajar saja persepsi itu ditujukan untuk Ronaldo cs. Di fase grup mereka tak mampu berbuat banyak. Statistik menunjukan bahwa mereka tak pernah menang. Tiga kali seri menjadi sebuah indikasi keraguan pencinta bola terhadap Portugal.

Sistem pertandingan piala Eropa pada gelaran tahun ini sedikit berbeda. Tiga tim terbaik di urutan tiga klasemen Masing-Masing grup berhak melenggang ke fase selanjutnya. Portugal terselamatkan oleh sistem tersebut sehingga mampu memanjangkan napas.

Di babak 16 besar Kroasia menanti Portugal. Perjalanan Kroasia terhitung gemilang mampu mengalahkan Spanyol serta memulangkan Inggris. Predikat itu semua akhirnya dipatahkan oleh Portugal. Di perempat final tim Polandia siap menendang Portugal dari gelaran piala Eropa. Pertarungan kedua kuda hitam pun di menangkan oleh Ronaldo cs.

Harum juara sudah terasa. Portugal mulai percaya diri karena mampu melangkah ke tahap semi final. Kali ini Ronaldo terpaksa baku hantam dengan rekan setimnya di Real Madrid yaitu Bale. Wales menantang Portugal sebagai sebuah tim debutan yang bermain apik. Harum juara perlahan menjadi kenyataan torehan dua gol memupuskan harapan Wales untuk melangkah ke final.

Tuan rumah yang perkasa menjadi lawan Portugal di akhir laga. Prancis siap mengkandaskan mimpi besar Portugal untuk merengkuh gelar juara Eropa untuk pertama kalinya. Prancis yang mampu menghajar Jerman di semi final menjadi bekal untuk menakuti Portugal. Sang tuan rumah Prancis melangkah ke final dengan penuh keyakinan. Takdir sudah Tuhan goreskan. Sekalipun Ronaldo terpaksa menepi di menit ke 25 karena cedera. Hal itu tidak mematikan semangat tim yang berjuluk Selecao. Portugal mampu meraih gelar juara setelah Eder meluluhlantahkan semua rekor Prancis di babak perpanjangan waktu. Sang kuda hitam akhirnya mendapatkan mahkota.

Hal yang saya pelajari dalam kesuksesan Portugal menjadi juara di gelaran piala Eropa 2016 ialah jangan takut menjadi juara. Banyak orang dengan potensi serta bakat luarbiasa namun bisa dikalahkan oleh orang yang selalu bekerja keras. Bakat serta potensi tak ada guna jika jiwa pekerja keras hilang begitu saja. Kalah dan menang dalam pertandingan adalah hal biasa. Yang tidak biasa ialah proses merenungkan kekalahan agar kembali bisa menjadi juara. Tidak jumawa ketika meraih predikat mahkota itulah simbol kemenangan sesungguhnya.

Friday, July 8, 2016

Tak Seindah Rumput Tetangga

Beberapa hari setelah lebaran biasanya dimanfaatkan untuk liburan. Aku sebagai makhluk yang kekinian turut berpartisipasi dalam memeriahkan jalan. Jika boleh sombong liburanku sungguh berbeda dengan orang kebanyakan. Tidak ke daerah Jawa ataupun luar pulau. Kali ini aku menyempatkan diri berlibur ke luar negeri. Tepatnya ibukota Francis yaitu Paris.

Paris terkenal dengan keindahan arsitekturnya. Bangunan menjulang menjadi bukti sejarah bahwa negara ini sungguh eksotis dari setiap sudutnya. Landmark utama yang bisa terlihat di setiap jengkal Paris menjadi ciri khas. Menarik puluhan juta turis pertahun menjadi ganjaran pas. Piramida ialah bukti kedigdayaan Francis.

"Bentar Lang, kamu pernah belajar geografi nggak sih ? "

"Pernah dong. Dulu aku paling ahli main badminton."

"Yah. Kayanya otak kamu kena virus deh. Landmark Francis bukan piramida tahu !"

"Ah kamu seperti yang tahu aja."

" Tahu dong. Menara Pisa kan ?. Nggak usah muji Lang. Aku sih sekadar berbagi ilmu ke kamu."

Sebenarnya aku tidak pergi ke Francis hanya melihat film berbau Francis berjudul "Wassalamu'alaikum Paris" menceritakan gadis sunda yang menikah dengan bule asal Francis. Dia menikahi bule bernama Clement atau disingkat Emen karena ingin selfie serta shopping di Paris. Tetapi api jauh dari panggang. Khayalan berbeda dengan kenyataan.

Rumah Emen terletak jauh dari kota Paris dan parahnya suaminya itu hanya seorang petani anggur bukan bule kaya seperti yang ia bayangkan. Wanita itu stress karena tak kunjung diajak ke Paris. Ditambah dengan sosok wanita dari masa lalu Emen mengusik kehidupan mereka. Singkat cerita ia kabur bersama seorang pria kenalannya.

Tak diduga sesampainya di Paris tasnya dicopet. Iya dicopet. Mungkin banyak yang tidak percaya bahwa Paris pusat copet dunia. Kesimpulan tersebut aku cari di google. Puluhan referensi menguatkan fakta itu. Bahkan objek menara Eiffel pernah ditutup saking banyaknya copet yang berkeliaran. Awalnya aneh memang pusat kota dunia menjadi sarang pencopet.

Kesenjangan ekonomi menjadi dasar penyebabnya. Banyak imigran yang sulit mendapatkan pekerjaan di sana lalu mereka mengkoordinir Anak-Anak di bawah umur untuk menjadi pencopet. Di Francis hukuman untuk pencopet ringan apalagi pelakunya anak di bawah umur. Diberi peringatan lalu langsung dibebaskan. Parahnya mereka tak pernah kapok.

Balik lagi ke cerita yang selalu berakhir bahagia. Kenapa bahagia ? Detailnya simak saja filmnya seru kok. Intinya di balik keindahan kota Paris yang selalu diagungkan terdapat ketidaknyamanan. Semua hal akan terlihat indah di luar. Setelah memasuki keindahan tersebut belum tentu sesuai kenyataan. Kita mungkin melihat Indonesia penuh kekurangan dan terkadang membandingkan negara ini dengan negara lain yang lebih maju. Tak jarang ada yang sesumbar ingin pindah negara.

Di lubuk hati terdalam seindah apapun negeri orang. Aku tetap cinta Indonesia. Airnya aku minum, tumbuhannya aku makan bahkan tanahnya selalu aku injak. Tak elok rasanya mencela negeri yang kucinta dengan makian. Daripada mencela dan sesumbar pindah negara. Lebih baik berupaya memajukan Indonesia. Mendoakan para pemimpin negeri ini agar digerakan hatinya oleh Allah untuk sekuat tenaga memajukan Indonesia.

Wednesday, July 6, 2016

Di Antara Lebaran, Mantan dan Gemukan

Lebaran tiba lebaran tiba. Nyanyi sembari minta THR. Tak terasa sebulan penuh kita ditempa dalam kuliah kehidupan bernama puasa. Gelora nafsu harus dipenjara tak dibiarkan menggelora. Layaknya baju kotor, kita sedang dibersihkan dari segala dosa yang sudah berkarat penuh noda.

Bulan penuh rahmat Allah sudah berlalu. Tibalah saatnya kita diwisuda. Orang Indonesia menyebutnya lebaran atau hari raya. Sejak puasa usai gema takbir menggema di setiap sudutnya. Rasa pilu menyergap begitu saja. Ramadan berakhir meninggalkan kesan mendalam.

Ketika pertama kaliku berpuasa. Rasa haus sering menghampiri. Kala itu beberapa kali meminum air wudhu. Bisa sampai dua gelas kalau ditakar. Tanpa berdosa mengaku ke orangtua tamat puasa agar diberi uang semacam imbalan. Sungguh nakal aku semacam kecil.

Sekarang tentu berbeda. Tak lagi penuh tipu muslihat dalam berpuasa. Alhamdulilah lulus dari tahap menahan haus serta dahaga. Namun untuk bertarung dengan nafsu memang perlu kerja keras. Sering khilaf apalagi di saat baper menyerang. Jauhkan hambaMu dari godaan perasaan yang sering menyergap.

Banyak perbedaan yang kurasa ketika kecil hingga besar sekarang ini. Salah satunya pasokan uang imbalan berpuasa yang dari tahun ke tahun semakin berkurang. Tahun ini alhamdulilah sudah mampu berbagi rezeki dengan keluarga. Tidak lagi meminta jatah uang namun berganti dengan pertanyaan "Kapan nikah Lang ?" duh please deh aku masih belia belum cukup umur untuk nikah. Baru 17 + tapi plusnya banyak sekali.

Selain pertanyaan kapan nikah. Sapaan lainnya "Lang, kamu gemukan yah ?" menjadi populer. Dari zaman purbakala di saat T-rex berburu ubur-ubur aku nggak mau disebut gemukan. Gemuk seolah menjadi kata terlarang yang haram didengar telingaku. Rasanya ingin memberikan hadiah kopi luwak dengan oplosan sianida untuk orang yang berani berkata gemukan. Teman-Teman jangan bilang aku gemukanyah ? Sembari meracik sianida.

Entah kenapa sanak saudara di waktu lebaran tingkat kepedulian mereka meningkat pesat termasuk terhadap hal pribadi. Di sisi lain senang sih masih ada yang peduli. Sekalipun dengan rentetan pertanyaan yang menyesakan dada.

Hari raya memang memiliki kekuatan luarbiasa untuk menyatukan berbagai kerinduan. Saudara jauh seolah menjadi akrab meskipun sudah tak bertemu bertahun-tahun. Opor dan sajian khas lebaran lainnya turut berperan mempersatukan persaudaraan sekalipun dengan efek takut melihat timbangan.

Selamat libur panjang. Berhati-hati di perjalanan bagi yang mudik. Berhati-hati juga terhadap gerak-gerik mantan yang awalnya berucap mohon maaf lahir dan batin padahal punya misi rahasia untuk mendaur ulang cinta lama. Gilang out mau makan rendang dulu.

Sunday, July 3, 2016

Tak Punya Judul

Assalamu'alaikum semua. Rasanya sudah ribuan tahun tidak menulis.

"Eh Lang, bukannya umurmu belum ribuan tahun."

"Oh iya lupa. Umurku kan baru 17 tahun. Masih ABG yang sedang imut-imutnya," Sembari benerin poni.

"Jijik banget kamu Lang. Udah gih lanjutkan tulisannya."

"Okey siap komandan aku lanjutkan tulisannya."

Seminggu sudah aku tidak menulis. Rasanya tersiksa banget. Seperti kehilangan belahan jiwa yang menghilang entah ke mana. Selama cuti menulis kegiatanku hanya tepar di kasur empuk. Iya aku sempat sakit beberapa hari. Entah kenapa kondisi tubuh jadi gampang sakit. Mungkin aku butuh belahan jiwa yang menguatkan raga. Tiba-tiba baper.

Alhamdulilah tiga hari ini kondisi tubuh mulai beranjak sehat. Aku sudah bisa makan banyak. Bagiku makan banyak merupakan indikator badan fit. Tentunya aktivitas makan dilakukan setelah berbuka puasa. Tidak mengunyah rendang di rumah makan padang yang tirainya tertutup pada siang hari. Semoga kita terjauh dari godaan rendang yang nikmat selama bulan puasa ini.

Berbicara puasa tentunya lekat kaitannya dengan dengan lebaran dan lebaran erat sekali dengan Hal-Hal yang serba baru. Seperti baju baru, sandal baru. Semua serba baru kecuali status yang belum diperbarui yaitu tetap lajang. Sabar kawan kita senasib untuk hal ini.

Okey kita sekarang jangan berbicara status percintaan itu pedih kawan. Bagaimana kalau kita membahas baju baru ? Teman-Teman sudahkan berburu baju baru. Kalau sudah nitip satu untuk aku. Hitung-Hitung THR untuk kaum fakir asmara. Duh kok jadi bahas percintaan lagi. Fokus Lang, fokus.

Jika Teman-Teman berkunjung ke tempat perbelanjaan seperti mall dan pasar sudah jelas penuh sesak tapi mirisnya masjid semakin sepi hiks. Diskon-Diskon di pusat perbelanjaan menjadi daya tarik tersendiri. Tak jarang diskon yang ditawarkan diluar logika. Toko A menawarkan diskon 90 %. Toko B menarik pengunjung dengan diskon 99%. Kok nggak ada yang diskon 100% yah ? Kalau ada aku borong semua. Maklum pencinta barang gratisan.

Di suatu toko yang aku lewati ketika pulang kuliah menawarkan potongan harga yang cukup unik yaitu sesuai umur. Misalkan aku yang berumur 20 tahun maka diskonnya sebesar 20 %. Terbayang ketika ada seseorang dari masa lalu yang umurnya sudah ribuan tahun pasti dapat diskon ribuan % lumayan dapat gratisan banyak. Aku sarankan untuk para mumi di Mesir segera berbelanja di Indonesia. Kalian pasti dapat diskon ribuan persen. Hitung-Hitung dapat baju baru nggak harus balutan perban mulu. Sesekali pakai sesuatu yang up to date. Sepatu warni warni dibalut celana cino warna pink misal. Lucu kalau mumi pakai begituan.

Tak hanya pusat perbelanjaan yang menawarkan bazar pakaian dengan diskon menggiurkan. Selama bulan Ramadan Allah pun menawarkan bazar pahala yang luar biasa menggoda. Sayangnya sedikit dari kita yang peka. Parahnya termasuk aku. Allah maha baik kepada hambanya dipersembahkan bulan khusus untuk berburu pahala namun terkadang kita acuh tak acuh terdapat karuniaNya.

Semoga di sisa bulan Ramadan yang tinggal hitungan jari. Kita mampu berburu ampunan serta ridhoNya. Eh. Aku minta maaf juga bila ada tulisan yang menyakiti hati pembaca. Jujur aku tak suka menyakiti hati apalagi hati perempuan cantik seperti kamu (Sembari kedipin mata) Okey daripada semakin ngaco. Sudahi saja tulisan ini. Gilang out. Wassalamu'alaikum.