Monday, July 11, 2016

Mahkota Sang Kuda Hitam

Beragam jenis kuda yang Tuhan ciptakan di dunia. Ada kuda zebra, Kuda poni bahkan kuda lumping. Untuk jenis yang terakhir tak bisa ditunggangi. Ia hanya bisa memakan beling. Kasihan juga kuda lumping tidak sanggup membeli makanan sehingga harus mengunyah pecahan kaca.

Berbicara tentang kuda dalam sebuah pertandingan kompetitif selalu ada tim yang menyandang julukan kuda hitam. Bukan berarti warna kulit mereka hitam. Bukan juga makanan mereka rumput atau beling tapi karena awalnya tidak diunggulkan namun mampu melakukan hal lebih bahkan memenangkan sebuah kejuaraan.

Dalam pertandingan sepak bola tepatnya di gelaran piala eropa tahun 2004. Yunani mampu menjadi kuda hitam yang merengkuh gelar juara. Setelahnya dominasi Eropa dikontrol oleh Spanyol. Raihan dua gelar juara di tahun 2008 dan 2012 menjadi bukti. Tak lagi ada kuda hitam yang mampu meraih mahkota.

Di gelaran piala Eropa tahun 2016 ini. Langkah Portugal sebenarnya sempat diragukan sekalipun memiliki mega bintang seperti Ronaldo. Wajar saja persepsi itu ditujukan untuk Ronaldo cs. Di fase grup mereka tak mampu berbuat banyak. Statistik menunjukan bahwa mereka tak pernah menang. Tiga kali seri menjadi sebuah indikasi keraguan pencinta bola terhadap Portugal.

Sistem pertandingan piala Eropa pada gelaran tahun ini sedikit berbeda. Tiga tim terbaik di urutan tiga klasemen Masing-Masing grup berhak melenggang ke fase selanjutnya. Portugal terselamatkan oleh sistem tersebut sehingga mampu memanjangkan napas.

Di babak 16 besar Kroasia menanti Portugal. Perjalanan Kroasia terhitung gemilang mampu mengalahkan Spanyol serta memulangkan Inggris. Predikat itu semua akhirnya dipatahkan oleh Portugal. Di perempat final tim Polandia siap menendang Portugal dari gelaran piala Eropa. Pertarungan kedua kuda hitam pun di menangkan oleh Ronaldo cs.

Harum juara sudah terasa. Portugal mulai percaya diri karena mampu melangkah ke tahap semi final. Kali ini Ronaldo terpaksa baku hantam dengan rekan setimnya di Real Madrid yaitu Bale. Wales menantang Portugal sebagai sebuah tim debutan yang bermain apik. Harum juara perlahan menjadi kenyataan torehan dua gol memupuskan harapan Wales untuk melangkah ke final.

Tuan rumah yang perkasa menjadi lawan Portugal di akhir laga. Prancis siap mengkandaskan mimpi besar Portugal untuk merengkuh gelar juara Eropa untuk pertama kalinya. Prancis yang mampu menghajar Jerman di semi final menjadi bekal untuk menakuti Portugal. Sang tuan rumah Prancis melangkah ke final dengan penuh keyakinan. Takdir sudah Tuhan goreskan. Sekalipun Ronaldo terpaksa menepi di menit ke 25 karena cedera. Hal itu tidak mematikan semangat tim yang berjuluk Selecao. Portugal mampu meraih gelar juara setelah Eder meluluhlantahkan semua rekor Prancis di babak perpanjangan waktu. Sang kuda hitam akhirnya mendapatkan mahkota.

Hal yang saya pelajari dalam kesuksesan Portugal menjadi juara di gelaran piala Eropa 2016 ialah jangan takut menjadi juara. Banyak orang dengan potensi serta bakat luarbiasa namun bisa dikalahkan oleh orang yang selalu bekerja keras. Bakat serta potensi tak ada guna jika jiwa pekerja keras hilang begitu saja. Kalah dan menang dalam pertandingan adalah hal biasa. Yang tidak biasa ialah proses merenungkan kekalahan agar kembali bisa menjadi juara. Tidak jumawa ketika meraih predikat mahkota itulah simbol kemenangan sesungguhnya.

Reactions:

7 comments:

lisa lestari said...

Setuju Gilang...tidak jumawa ketika menjadi juara...

lisa lestari said...

Setuju Gilang...tidak jumawa ketika menjadi juara...

Ciani L said...

Kerja keras untuk menjadi juara... Optimis itu harus !

Deasy Windayanti said...

"Kalah dan menang dalam pertandingan adalah hal biasa. Yang tidak biasa ialah proses merenungkan kekalahan agar kembali bisa menjadi juara."

Suka banget quotenya Bang Gilang yg ini 😊

Deasy Windayanti said...

"Kalah dan menang dalam pertandingan adalah hal biasa. Yang tidak biasa ialah proses merenungkan kekalahan agar kembali bisa menjadi juara."

Suka banget quotenya Bang Gilang yg ini 😊

HERU WIDAYANTO said...

Pelajaran berharga yg bisa kita petik dari partai final Euro 2016 ini adalah betapa puluhan ribu suporter Perancis tetap tertib dan memberikan aplaus penghormatan, baik kpd Portugal maupun Perancis. Meski timnya kalah di rumah sendiri.

Pemandangan yg kontras dg perilaku suporter klub2 di tanah air.

Semoga The Jack, Viking, Bonek, Aremania dan kelompok suporter lain di Indonesia bisa belajar dari suporter Perancis.

Munawar said...

kapan ya timnas bisa jadi kuda hitam di Piala Asia.