Tuesday, September 27, 2016

Bahagia, Nasi padang dan Uang

"Uang bukan sumber kebahagiaan tapi tanpa uang tak bisa membeli nasi padang"

Itulah peribahasa yang baru saja aku ciptakan. Memang benar uang bukan faktor utama penghasil bahagia, masih ada hal-hal lain yang bisa menjadi sumber bahagia misalnya cinta, iya cinta kamu. Kedipin mata lalu dilempar piring karena gombal. Aku punya cara sederhana untuk merasakan bahagia, salah satunya makan nasi padang ditemani teh manis, hidup berasa di istana dikipasi dayang cantik bernama Raisa.

"Tapikan Lang beli nasi padang harus pake uang, katanya sumber bahagia bukan hanya uang."

"Bisa kok beli nasi padang pakai daun ? "

"Yang bener Lang, aku coba ah."

"Silakan aja, setelah makan kamu cuci piring selama tiga hari."

"Kalau gitu bayar makannya pakai kerja. ngga bahagia dong."

" Makannya punya uang dan cinta agar kamu bahagia."

Kebutuhan hidup semakin meningkat. Jika dulu satu hari cukup dengan uang lima ribu, sekarang jauh berbeda. Lima ribu hanya cukup beli gorengan lima. Kebanyakan orang berlomba-lomba mengumpulkan pundi-pundi uang sebanyak-banyaknya agar memenuhi segala kebutuhan. Tak hanya cara halal yang dilakukan bahkan cara harampun ditempuh.

Korupsi, memuja makhluk halus atau cara ekstrim memelihara tuyul dilakukan dengan pendapat kertas bergambar pahlawan proklmasi. Aku sempat berpikir daripada memelihara tuyul yang kecil nan menyeramkan lebih baik melihara ayam. Siapa tahu ayamnya bertelur emas seperti kisah zaman dulu. Bisakan telur emasnya digoreng terus jadi telur dadar emas. Pasti harganya mahal melebihi nasi padang spesial, Mulai ngaco.

Ada seseorang yang pernah berkata bahwa uang bisa membutakan mata dan akupun setuju. Contoh nyata ketika banyak orang berbondong-bondong menemui seseorang yang dianggap mampu melihat gandakan uang. Hellllooo, kalau uang dilipat gandakan nanti negara terkena inflasi. Kita punya banyak uang tapi barang yang diperlukan terbatas walhasil harga barang meninggi dan tetap saja tidak terjangkau.

Baru-baru ini di daerah Probolinggo, Jawa tengah ditangkap seorang pria paruh baya bernama Taat Pribadi atau lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Dimas. Ia dipercaya memiliki kemampuan untuk melipat gandakan uang bahkan muncul video yang menjadi viral, beberapa orang sedang menghitung tumpukan uang ekstra banyak, mereka diawasi oleh Kanjeng Dimas yang sudah dianggap seperti Kyai.

Dalam penangkapan Taat Pribadi, polisi mengerahkan 600 personilnya untuk menangkap pemimpin yayasan dimas kanjeng. Sebelum menangkap Taat Pribadi, ratusan orang yang mengaku santri dari yayasan itu menghalangi polisi untuk menangkap pimpinan mereka. Tak tanggung-tanggung ratusan orang menghalangi pengaman orang nomber satu di yayasan tersebut.

Uang memang bisa mengubah manusia menjadi bentuk paling menyeramkan. Tak jarang karena uang logika manusia hilang. Saling curiga, saling melukai bahkan saling menghilangkan nyawa menjadi hal biasa. Tak ubahnya patah hati, uang pun punya kekuatan untuk menghilangkan nurani.

Selamat apapun, Happy nice day

Reactions:

3 comments:

Ciani L said...

Dayangnya cuma 1? Ga minta 2, sama isyana mungkin:D

lisa lestari said...

De Cili ehem ehem itu gilang...hahaha

HERU WIDAYANTO said...

Suit suiiittttt ...
Komentnya paling duluan mbk Cili