Wednesday, September 28, 2016

Mamahku dan Sinetronisme

Seorang ibu memang malaikat tanpa sayap bagi anaknya. Rela melakukan apapun untuk darah daginganya, bahkan ada sebuah kata bijak di belakang truk yang mengatakan

"Kasih ibu sepajang jalan, kasih anak kandas di pengkolan."

Aku tak habis pikir, mengapa mamahku sayang banget dengan anaknya yang bandel ini. Sebelum aku bangun sarapan sudah tersedia (Meski nggak selalu) pakaianku tiba-tiba rapi semua, Aku tahu siapa pelakunya pastilah mamah. Mamahku lebih dari super hero yang mampu mengatasi tiga penjahat berdarah hangat. Iya, mamah menjadi perempuan paling cantik di rumahku. Tiga penduduk lainnya adalah cowok paling pintar kalau urusan makan, cowok paling malas kalau urusan kebersihan. Wajar jika kami disebut penjahat dalam rumah tangga.

Layaknya seorang ibu-ibu, mamahku juga penganut aliran sinetronisme. Teman-teman tahu apa arti bahasa ilmiah di atas ? kalau belum tahu silakan googling pasti hasilnya tidak ada, karena itu teori yang aku ciptakan beberapa menit lalu, belum dimasukan ke dalam jurnal internasional.

"Gayamu Lang bahas jurnal internasional ? biasanya nulis tentang kegaluan terus. "

" Sssst diam kamu. Mau aku timpuk pakai mobil kontener ? "

Okey tadi ada gangguan sebentar. Sinetronisme adalah seperangkat asumsi yang mengarahkan seseorang secara tidak sadar agar mengikuti setiap episode dalam rangakaian cerita sinetron. Mamahku nampak sudah terkena sinetronisme, setiap hari tak pernah alfa menonton "anak jalanan" dan "anugrah cinta". Khusus untuk anugrah cinta, mamah bahkan bisa memarahi TV karena rasa kesal terhadap salah satu tokohnya.

Aku sempat khawatir mamahku melemparkan benda-benda keras ke layar TV. Tak mau TV yang bersejarah itu rusak karena emosi yang disebabkan sinetron. Sebenarnya mamahku termasuk pemain kawakan dalam aliran sinetronisme. Setiap sinetron tidak pernah terlewat ia tonton. Entah punya kekuatan apa sinetron itu sehingga mampu menghipnotis mamahku.

Tayangan sinetron mempunyai zat aditif tersendiri hingga aku pun terkena. Beberapa hal telah aku cermati dari gejala sinetronisme, diantaranya :

1. Merasa bahagia jika sebentar lagi sinetron yang disuka tayang.
2. Terlihat serius menatap televisi bahkan abai dengan lingkungan sekitar.
3. Emosi tidak stabil bahkan bisa bahagia dan menangis bersamaan.
4. Tiba-tiba rasa kesal hadir ketika sinetron menampilkan tulisan bersambung.
5. Memiliki kecenderungan untuk membicarakan sinetron yang telah ditonton dengan teman lainnya yang menghidap sinetronisme juga.

Nah, apakah teman-teman memiliki 3 dari ciri-ciri tersebut ? Kalau iya selamat anda mengidap sinetronisme.

Reactions:

7 comments:

Ciani L said...

hhaa... yes aku enggak :V

lisa lestari said...

Hahahaha....aku bukan penggemar sinetron

Muhamad Septian Wijaya said...

kyaknya ddulu waktu sd kyak gtuu

EstinaLa said...

pengen, tapi tidak ada tipi #eh

Inet Bean said...

Aku sukanya Ranveer dan Ishani :D

Wiwid Nurwidayati said...

Enggak ah

Ainayya Ayska said...

Ahaha. Ainayya ketawa baca tulisan ka Gilang. Duh, berarti Ainayya terjangkit virus sinetronisme. Gimana mencegahnya, kak?