Thursday, September 15, 2016

Sejarah Lahirnya Dukun

Larry Page dan Sergey Brin (Bener ngga sih nulisnya) mungkin tak pernah berpikir bahwa mereka akan menciptakan sesuatu hal yang fenomenal dalam dunia teknologi.

"Eh tunggu dulu Lang, Siapa sih Larry Page dan Sergey Brin ? "

"Siapa yah aku juga lupa, tunggu bentar Google dulu."

"Lama banget sih Lang, Niat ngga nulis tentang mereka ? "

"Nah ketemu, mereka pencipta Google"

Dua sejoli Larry Page dan Sergey Brin adalah CEO dari dukun yang sering kita tanya. Misalkan mencari resep masak, mencari referensi tugas, mencari jodoh juga bisa. Satu hal yang tidak bisa Google lakukan mengembalikan waktu yang telah terbuang percuma karena mencintai seseorang yang salah. Duh jadi baper gini.

Google lahir di tempat sederhana. Garasi mobil pada tahun 1998 menjadi saksi menetasnya mesin mencari yang kini menjadi raja internet. Ia dilahirkan dari pasangan Larry Page dan Sergey Brin, mahasiswa Phd universitas Stanford. Awalnya mereka bertemu tak sengaja bahkan sering berdebat tentang segala hal namun seiring berjalannya waktu terdapat suatu kesamaan visi. Pertemuan mereka mirip kisah FTV yang awalnya benci menjadi cinta.

Larry Page dan Sergey Brin pertamanya hanya berniat melakukan penelitian tentang mesin pencari, proyek perdana mereka diberi BackRub. Tak perlu waktu lama BackRub ciptaan mereka menjadi gosip hangat seantero kampus mengalahkan kepopuleran Aa Gatot jika saat ini. Akhirnya mereka menyempurnakan BackRub yang kelak bernama Google.

Pemberian nama Google pun sebenarnya tidak sengaja. Setelah BackRub meraih sukses, dua sejoli itu kekurangan dana untuk mengembangkan "Anak" ciptaannya. Mereka terpaksa ngutang ke seorang teman bernama Andy Bechtolsheim (Semoga bener nulisnya, kalau salah mohon maaf om Andy) dari hasil ngutang tersebut diberikanlah cek dengan nominal 100 ribu dollar atas nama Google. Padahal saat itu Larry dan Sergey belum memberikan nama Google pada proyek mereka. Dengan ikhlas bercampur kaget akhirnya google pun lahir secara tak sengaja.

Di sisi lain mereka dilema. Cek yang diberikan Andy bertuliskan perusahaan Google sedangkan mereka belum sama sekali mendirikan perusahaan tersebut. Kalau terjadi di era kekinian hampir mirip dengan situasi disuruh nikah tapi belum punya calonnya, pedih banget. Mereka mencari cara sekuat tenaga untuk mendirikan perusahaan Google dengan cara mencari investor.

Di awal menghimpun investor, penolakan demi penolakan selalu mereka rasa. Aku tahu benar pedihnya ditolah, eh baper lagi. Sekalipun sering ditolak mereka tak pernah menyerah. Penolakan adalah cambuk untuk berjuang lebih keras. Setelah mereka mengumpulkan dana ke teman, keluarga, mantan pacar akhirnya terkumpul uang senilai satu juta dollar. Kepercayaan tersebut tak mereka sia-sia hingga terciptalah Google sebagai perusahaan paling diminati di dunia. Kedigdayaan Google merambah berbagai aspek. Gmail, Google maps, Youtube, sistem operasi android. Bahkan saat ini aku menulis memanfaatkan fasilitas Google yaitu Blogger.com

Om Larry dan Om Sergey mengajarkan kita untuk tidak menyerah pada kegagalan. Terbayang jika mereka menyerah terhadap berbagai penolakan dalam upaya mengumpulkan dana, dapat dipastikan Google tak akan pernah lahir. Dua sejoli itu tidak hanya melihat peluang tapi menjemput peluang lalu mengeksekusinya menjadi kenyataan. Tak ada kesuksesan yang lahir dari kemalasan. Terus berinovasi karena berhenti berpikir adalah mati. Salam Gemilang dari Gilang di sudut terjauh Bandung.

Reactions: