Wednesday, October 19, 2016

Memang

Negeri jamrud khatulistiwa yang selalu aku banggakan. Hamparan tanahnya diciptakan Tuhan saat tersenyum. 17.508 pulau menjadikannya negara dengan jumlah kepulauan terbanyak di dunia. 768 bahasa daerah bukti nyata bahwa nusantara kaya akan budaya. Sekitar 260 juta penduduknya menjadikan negeriku masuk empat besar penduduk terpadat dunia, 95 % diantaranya beragama islam. Luarbiasa negeriku.

Rata-rata penduduk Indonesia menguasai dua bahasa atau lebih, fenomena yang sulit ditemukan di negara lain bahkan negara maju sekalipun. Amerika serikat, negara adikuasa sekaligus adidaya berkekuk lutut dihadapan Indonesia. Bangsa besar itu kalah telak dalam kebudayaan terutama bahasa. Amerika memakai bahasa Inggris yang notabennya bahasa negara lain sebagai bahasa utama. Berbeda dengan negeri Pertiwi, walaupun mempunyai 768 bahasa namun dapat disatukan oleh bahasa Indonesia.

Hingga saat ini perbedaanlah yang semakin merekatkan Indonesia. Perbedaan bahasa, agama bahkan warna kulit tidak menjadi masalah untuk senantiasa bersama. Tahun 1995 di Kanada pernah terjadi referendum, menentukan suara setuju atau tidak, keluarnya sebuah provinsi bernama Quebec. Alasannya penduduk Quebec berbeda budaya dan bahasa dengan Kanada. Sebuah ironi jika melihat Indonesia yang tetap berdiri kokoh sekalipun banyak perbedaan budaya di antara suku-sukunya

Memang Timor-Timor atau sekarang biasa disebut Timor Leste sudah keluar dari Indonesia. Memang Indonesia masih harus belajar berbangsa, Memang Indonesia masih banyak huru-hara. Tapi harus kuakui dibalik kekurangan bangsaku tersimpan permata yang tidak dimiliki bangsa lainnya. Aku selalu percaya Indonesia sedang berlari mengejar kemajuan bangsa lain.

Jangan mengutuk kegelapan, marilah menyalakan lilin-lilin kecil.

Reactions:

3 comments:

Ciani L said...

Saya ikut andil dalam menyalakan lilin-lilin kemajuan :)

#terusbelajar

lisa lestari said...

siiippp betul sekali

lisa lestari said...

siiippp betul sekali