Tuesday, October 25, 2016

Murka

Tetesan bening jatuh dari langit
Ia tak datang sendirian
bersama kawannya menghujam daratan pasundan

Kendaraan roda dua menepi
berganti kostum agar tak tertetesi
Roda empat nampak jumawa
menerjang genangan air yang perlahan meninggi

Air murka
tempatnya meresap tak lagi ada
terbendung oleh tumpukan sampah sisa manusia

Perlahan Bandung beralih rupa menjadi lautan
Ikan-ikan besi nampak mati
Tak lagi perkasa diterjang air berwarna coklat tua

Saat itu kita belajar
bahwa alam harus dicinta
sama seperti si dia yang akan marah di saat kita mendua.

Reactions:

4 comments:

Wiwid Nurwidayati said...

Hahaha..aa aa....selalu saja
Ujung ujungnya itu loh

Sakifah Ismail said...

Dia oh dua..#eh

buru diambil sebelum keduluan orang loh
#kompor

Ciani L said...

Ha haa..

Ainayya Ayska said...

Berujung dia atau kamu. Ahaha