Tuesday, October 11, 2016

Pudarnya Pesona Jujur

Sekarang kita berada di masa modern, teknologi berkembang pesat namun dalam segi karakter manusia berada di titik nadir. Jika dulu janji sudah seperti sumpah yang harus ditepati maka di era ini janji layaknya tulisan anak SD yang dengan mudahnya dihapus. Kita harus menolak lupa dengan seorang petinggi partai politik yang siap digantung di monas jika terbukti korupsi. Waktu menjawab dengan tegas, ia terbukti korupsi. Apakah menempati janji untuk digantung ? tentu tidak.

Di Jepang ada istilah harakiri yaitu seni membunuh diri sendiri karena rasa malu yang tinggi. Biasanya dilakukan seorang samurai yang kalah dalam pertarungan atau tidak mampu menyelesaikan misi. Harakiri sudah dihapus sejak tahun 1873. Indonesia tidak harus meniru harakiri karena bunuh diri menurut agama Islam merupakan dosa besar. Hal yang harus ditiru bangsa ini ialah harakiri politik, rasa malu bila merugikan bangsa. Meletakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi.

Awal tahun 2016, Akira Amari, menteri perekonomi Jepang meletakan jabatannya karena kasus korupsi yang dilakukan anak buahnya. Ia merasa lalai dalam mengawasi bawahannya. Sungguh kita harus belajar dari negeri sakura. Berbeda hal dengan pelaku korupsi di negeri ini. ketika memakai baju tahanan KPK masih bisa dadah-dadah sembari tersenyum ke arah kamera. Bukankah seseorang disebut manusia karena rasa malunya ?

Orang bijak sering berkata bahwa kejujuran ialah mata uang yang berlaku dimana-mana. Sayangnya bangsa ini sedang krisis nilai jujur. Kantin kejujuran di sekolah favorit yang notabennya tempat bersekolah anak-anak orang kaya pun mengalami kerugian. Ternyata penyebab ketidakjujuran bukan kemiskinan tetapi sikap dan pola pikir yang harus segera diubah. Mulai menanamkan kejujuran dari diri sendiri. Saya percaya bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa yang senantiasa mau belajar. Generasi berani jujur itu hebat.

Reactions:

8 comments:

Ainayya Ayska said...

Miris minim kejujuran...

Keren nih tulisan. Tahu-tahu dah habis. Hehe

Ciani L said...

Aku sendiri sepertinya sering ga jujur :(

Wiwid Nurwidayati said...

Jujur lah dik ci tentang perasaanmu

lisa lestari said...

Bener banget...

lisa lestari said...

Bener banget...

el rina laila said...

Ngga jujur krna ga percaya diri, ga percya diri krna kurang brsyukur

el rina laila said...

Ngga jujur krna ga percaya diri, ga percya diri krna kurang brsyukur

febie pranolosa said...

We want more...we want more...

Setelah paragraf awal tahun 2016 , sebenarnya lebih enak kalo ada penjabaran kasus lain biar yang baca dapet banyak gambaran