Monday, November 21, 2016

Sebatas Abu

Aku berada di sebuah tempat sempit
tidurpun harus berhimpit
berjajar saling menindih
ini lebih dari sekadar sedih

Aku tak pernah berbicara
dengan penghuni ruangan yang sama
mereka sibuk dengan urusan masing-masing
Ah, aku jengah dan pusing

Ingin rasanya pergi dari ruangan ini
bosan dengan mereka yang diam saja
namun ku tak bisa bergerak
tak punya kaki dan tangan hanya sebatas badan

Satu per satu temanku hilang
lambat laun mereka jadi abu
sekarang tibalah giliranku
tubuh ini bergetar pertanda gentar

Sosok besar memegangku dengan kasar
Kepalaku terbakar bergesekan dengan tembok coklat pekat

Aku tiada, sebatas abu saja

Reactions:

3 comments: