Tuesday, November 22, 2016

Seni Dalam Membenci

Suka dan benci hanya terhalang benang tipis
Ia jelma air dan minyak
dekat namun tak bisa menyatu

dulu aku menatapmu dengan merona
terpesona dengan cara Tuhan melukis wajahmu

Sekarang rasa itu menjadi buih
Ia menyusut menjelma benci
tak suka segala tentangmu
termasuk sekadar berbagi udara

Aku menyesali masa lalu
kenapa rasa suka tumbuh begitu liar
sehingga mata tak tahu siapa yang benar

Tak peka terhadap berbagai keadaan
bahkan ketika dia mulai berbagi rasa

Kini aku belajar seni dalam membenci
Suka, jangan berlebihan
benci tak boleh keterlaluan

Reactions:

1 comments:

Ciani L said...

Sebab Tuhan cemburu kala manusia jatuh cinta melebihi cinta kepadaNya :)