Sunday, February 12, 2017

Mencari Si Dia

Di saat butuh hiburan dan badan tidak mengizinkan untuk keluar rumah, tetiba di TV ada film Finding Nemo. Film yang sudah belasan kali aku tonton namun tak pernah bosen, persis seperti merindukanmu yang tak pernah jemu. Eh baper deh.

Finding Nemo menceritakan Marlin (ayah Nemo). Dia seekor ikan badut yang berusaha mencari anaknya. Nemo hilang dibawa seorang penyelam. Bersama Dory, seekor ikan dengan sifat pelupa luarbiasa, Marlin berusaha menemukan anaknya dan dapat ditebak Nemo berhasilkan ditemukan. Tak mudah menemukan Nemo seperti seorang jomblo yang berharap menemukan sosok ibu dari anak-anaknya nanti.

Kali ini tidak akan bercerita panjang lebar tentang Finding Nemo tetapi seri kelanjutannya yaitu Finding Dory. Aku dapatkan film ini secara gratis di dunia maya hanya perlu mengorbankan kuota, yang terpenting tidak mengorbankan perasaan.

Setahun sesudah seri Finding Nemo, di saat Marlin dan Nemo sudah hidup bahagia bersama Dory. Tetiba ingatan Dory tentang orangtuanya muncul, ingatan itu dipicu ketika guru Nemo menanyakan satu persatu muridnya tentang daerah asal mereka. Dory ingat tempat asalnya adalah Jewel of Morro Bay, di sana dia hidup bersama orangtuanya karena arus pipa akhirnya mereka terpisah. Dory anak yang shalehah selalu ingat orangtuanya, ngga seperti anak zaman sekarang yang ingat mantan terus. Haha

Setelah berhasil membujuk Marlin dan Nemo, mereka bertiga menunju California. Dengan bantuan kura-kura, mereka berhasil ke tempat tujuan. Baru saja sampai, Dory sudah berenang ke segala arah mencari orangtuanya. Ketika mencari di permukaan air, dia di tangkap Geng motor, eh maksudnya ditangkap relawan Marine Life Institute. Dia di bawa tempat konservasi. Di sana Dory diberi label untuk dipindahkan ke akuarium tetap di Cleveland. Namun, dari kejauhan seekor gurita mengamatinya. Dia memaksa Dory untuk memberikan label itu, dia tak ingin dilepaskan ke laut karena rasa trauma.

Di selingi beberapa percekcokan dan sikap konyol Dory akhirnya gurita yang bernama Hawk setuju mengantarkan Dory bertemu orang tuanya. Di tempat berbeda Marlin dan Nemo kebingungan bagaimana cara mereka bertemu dengan Dory kembali. Untung saja dua anjing laut menawarkan bantuan, mereka menyuruh burung untuk mengantarkan mereka ke tempat Dory.

Kalau dipikir-pikiran pergaulan anjing laut itu luas. Mungkin dia sering nongkrong tempat yang sedang kekinian. Bantuan burung itu terkesan percuma, dia tergoda popcorn yang jatuh lalu menelantarkan Marlin dan Nemo di ember. Setelah berjuang mati-matian, mereka malah terdampar di saluran pipa.

Dory sampai di Jewel of Morro Bay tapi sayang orangtuanya tidak ditemukan. Seekor ikan memberi tahu bahwa spesies seperti Dory sudah dipindahkan ke Cleveland. Melalui saluran pipa, Dory menuju Cleveland namun sayang dia tersesat. Berkat kemampuan berbicara suara Paus, Dory meminta bantuan seekor ikan Paus dan Lumba-lumba.
Dory bisa meniru suara Bruno Mars nggak ? kalau bisa aku ikhlas memeliharanya deh.
Dengan kemampuan Ekolokasi lumba-lumba dan suara menggema sang Paus, Dory berhasil keluar dari pipa sekaligus bertemu Marlin dan Nemo.

Singkat cerita di tempat konservasi mereka bertiga bertemu dengan spesies ikan seperti Dory. Tapi sayang lagi-lagi di sana tidak menemukan orangtuanya. Teman semasa kecil Dory berkata bisa saja orangtua Dory sudah mati karena mereka sudah lama tak pernah melihatnya lagi setelah peristiwa hilangnya Dory.

Dory tak percaya, dia pingsan dan terjatuh dalam lautan luka dalam. Dia tersesat dan tak tahu jalan pulang. Di tanpa orangtua bagai butiran debu. Kok ini jadi lagu.
Hawk, sang gurita berusaha menyadarkan Dory, namun Dory malah terjatuh ke saluran air. Lagi-lagi mereka terpisah. Hawk, Marlin dan Nemo di bawa ke truk menuju Cleveland.

Di air yang penuh kerang Dory tersadar. Dia kembali mengingat kenangan bersama orangtuanya. Dia mengingat kalau ingin bertemu orangtuanya tinggal mengikuti kerang, benar saja Dory berhasil bertemu. Kebahagiaan berlangsung singkat, Dory ingat harus menyelamatkan ketiga temannya. Dia kembali meminta bantuan lumba-lumba dan teman-temannya yang lain untuk melacak keberadaan truk yang membawa Marlin Cs.
Gaya bener ikan pelupa seperti Dory mendadak jadi James Bond.

Melalui taktik tak terduga Dory berhasil menemui teman-temannya di truk. Dia membujuk Hawk untuk kembali ke lautan dan melupakan mantannya, eh maksudnya melupakan trauma terhadap lautan. Perdebatan berlangsung lama hingga truk kembali melaju. Marlin dan Nemo sudah bebas namun berbeda dengan Dory dan Hawk, mereka terbawa truk lagi.

Hawk sudah menyerah namun Dory tidak. Dia punya ide untuk membajak truk. Memang gila nih mereka, gurita dan ikan pelupa menjadi raja jalanan. Untung mereka ngga ditilang polisi, mau bayar pakai apa coba kalau diminta uang damai #eh. Dengan intrik kejaran polisi akhirnya truk yang dikendarai sang gurita menghantam lautan. Semua pun bebas.

Amanat yang dapat diambil dari cerita Finding Dory ialah jangan mengemudikan truk kalau kalian seekor gurita. Jangan timpuk.
Cinta akan selalu menemukan jalannya sendiri. Dory, ikan pelupa yang berusaha mengingat cinta pertamanya yaitu orangtua, pada akhirnya berhasil. Masa kamu yang ingatannya masih kuat sulit menemukan jalan cinta ? #eh

Reactions:

3 comments:

Ciani L said...

Aku blm liat finding dory...

Dewi Mariyana said...

Bagus ini film nemonya

Wiwid Nurwidayati said...

Suka alasannya...selalu ada nongol konyolnya