Saturday, February 25, 2017

Pesona Soekarno

Sore tadi merasa jenuh dengan aktivitas yang begitu-begitu saja. Ingin keluar rumah namun sayang cuaca sedang dimeriahkan oleh rintik air . Jadinya aku memijit-mijit HP meskipun HPnya nggak minta dipijit. Kemudian Iseng buka youtube akhirnya menemukan rekaman sejarah

"Sejarah apa sih Lang ?"

"Sejarah mantan."

"Wih inget mantan terus yah ?"

"Bukan mantan yang itu tapi mantan presiden Indonesia, Soekarno."

Dalam rekaman hitam putih itu, Soekarno diwawancarai seorang Bule. Beliau fasih sekali berbahasa Inggrisnya. Dengan lugas menjawab setiap pertanyaan. Tapi namanya cowok malah gagal fokus dengan seorang wanita muda yang berada di samping beliau. Wajahnya cantik serta pakaian terlalu modis untuk zaman itu. Setelah menelusuri akhirnya tahu bahwa beliau itu isteri kelima Presiden Soekarno, Naoko Netomo. Seorang perempuan cantik asal Jepang.

Presiden pertama Indonesia memiliki pesona luarbiasa selain mampu mempersatukan bangsa, kharismanya juga mampu meluluhkan hati perempuan. Menurut data wikipedia, sepanjang hidupnya beliau menikah sebanyak 9 kali. Kalau aku cewek juga pasti sudah klepek-klepek dengan pesona beliau. Beliau ibarat Don Juannya Indonesia, dengan sekali kedipan mata mampu meluluhkan hati kaum hawa.

Dari 9 istrinya yang paling terkenal ialah Inggit Ganarsih, istri keduanya Beliau. Perempuan asal Bandung yang menemaninya selama 20 tahun. Susah senang bersama menjadi sandaran ketika Soekarno muda dalam pengasingan, namun sayang dari Inggit tidak memeroleh keturunan. Hal itu yang menjadikan alasan Soekarno untuk menikah lagi dengan wanita lain. Inggit terlanjur terluka, dia meminta cerai kepada sang proklamator.

Baru dari seorang perempuan bernama Fatmawati. Sang proklamator dikaruniai 5 orang anak . Salah satunya ialah Presiden kelima Indonesia, Megawati. Fatmawati ialah istri ketiga dari Soekarno. Seorang gadis muda yang mampu membuat Presiden pertama Indonesia mabuk cinta. Fatmawati juga berperan dalam kemerdekaan Indonesia karena beliau yang menjahit bendera pusaka.

Perjalanan cinta Soekarno tak sampai di sana. Beliau meminta izin kepada Fatmawati untuk menikah lagi dengan seorang wanita bernama Hartini. Kelak nanti Hartini-lah yang menemai Soekarno di saat detik-detik terakhir hidupnya. Merasa tersakiti Fatmawati meminta cerai. Beliau tahu sakit hati seperti apa yang dirasakan Ibu Inggit. Ketika beliau "mencuri" Soekarno dari pelukannya.

7 Februari 1984 menjadi hari penuh tangisan bagi dua mantan istri sang proklamator. Fatmawati menemui Inggit di Bandung. Beliau meminta maaf atas segala kesalahannya, langsung atau pun tidak langsung beliaulah yang menjadi "pencuri" suaminya. Dengan penuh tangisan Inggit memaafkan

"Indung mah lautan hampura," Ibu itu lautannya maaf. Wajar jika Fatmawati menanggap Inggit seorang ibu, jarak umur mereka terpaut puluhan tahun. Berselang dua bulan dari pertemuan itu, Inggit berpulang dalam usia 96 tahun.

Tulisan ini tidak bermaksud menyudutkan atau menjelekan presiden pertama Indonesia. Aku hanya ingin mengulas dari sudut yang berbeda. Bagaimana keikhlasan seorang perempuan bernama Inggit yang berbesar hati memaafkan seorang Fatmawati. Setegar apapun wanita hatinya akan terluka jika harus berbagi cinta dengan perempuan lainnya.

Reactions:

4 comments:

Ciani L said...

Aku sepertinya juga ga bakal kuat, heem..

Rina Adriana said...

Kisah Cinta sang proklamator. Menarik.

HERU WIDAYANTO said...

Sembilan itu yang di nikahi ya Aa. Tak terhitung berapa banyak lagi wanita yang kelepek-kelepek oleh kharisma Proklamator itu.

Irma Sari said...

Menarik, menarik, menarik..^^