Wednesday, February 22, 2017

Surat Terbuka Untuk Dia

Assalamu'alaikum ? jawab dong biar kebaikan senantiasa Allah curahkan untuk kita. Aku mau cerita, dengarkan yah ?

Jumat lalu, aku berada di masjid lebih lama dari biasanya. Hingga hal mengejutkan terjadi, sandalku hanya ada sebelah. Apa mau dikata pulang ke rumah dengan sandal yang tak memiliki pasangan. Selama perjalanan rasa tidak nyaman menghinggapi, tentu saja sandal ini tidak di desain untuk dipakai secara tunggal. Semahal dan sekuat apapun sandal itu akan kehilangan makna jika tak berpasangan.

Rasanya aku tak jauh berbeda dengan sandal itu, akan kehilangan makna jika tanpa kamu sebagai pelengkap jiwa. Di sudut sana mungkin engkau akan berkata kalimat itu berlebihan. Memang benar, rasaku selalu berlebih jika bicara rindu tentangmu. Adam pun yang menetap di surga dengan segala kenikmatan yang ada, merindukan sosok wanita bernama Hawa. Apalagi aku, hanya seorang lelaki biasa penghuni dunia pana. Tentu lebih dari sebatas mau menjadikan engkau pelengkapku.

Sudah tak terhitung cerita dan lagu cinta yang manusia cipta. Bahkan Hilter, seseorang yang dicap manusia keji, memiliki cerita cintanya tersendiri. Memilih bersama wanita yang dia cinta hingga ajalnya tiba. Aku pun ingin menggoreskan cerita cinta kita, kenapa kita ? sebab nanti banyak namamu dalam ceritaku. Kamu maukan menjadi bagian dalam ribuan lembar cerita yang akan kita tulis bersama ?
jawab mau yah ? biar nanti kamu dapat doorprize berupa mahar #eh.

Jika engkau masih membaca pada bagian ini. Aku sangat yakin engkau seorang wanita penyabar. Terus membaca meskipun arah tulisanku entah kemana. Jika yang membaca bukan wanita tapi seorang pria, aku doakan kamu menjadi suami dari seorang istri sebaik dan secantik Ustadzah Oki Setiana. Jika yang membaca seorang ibu, doa tercurah selalu agar beliau mendapatkan menantu sebaik dan setampan aku. Please jangan tampar, sesekali memuji diri sendiri meski itu semua mengarah ke fitnah.

Meskipun begitu aku sudah tahu, engkau pasti membaca setiap tulisanku. Entah apa alasanmu memilih setia pada rangkaian kata yang sebagian orang beranggapan "Ini tulisan apa ?"
Aku berterimakasih untuk waktu yang telah engkau habiskan membaca tulisan ini.

Bolehkan aku titip pesan agar engkau selalu menjaga diri sebab kita sedang sama-sama berjuang, bukan berjuang memerangi penjajah negeri tapi berjuang untuk menuntaskan rindu ini.

Maafkan aku yang tak bisa menulis lebih panjang lagi karena takut terserang penyakit diabetes, karena menulisnya sembari membayangkan wajah manismu.

Dari aku, seorang pria biasa yang punya dua hobi, makan nasi padang dan merindukanmu.

Reactions:

3 comments:

Ciani L said...

Wa'alaikumussalam warahmatullah

Wiwid Nurwidayati said...

Waalaikumsalam wrwb

Rina Adriana said...

Menghibur sekali tulisannya. 😀😀