Saturday, March 4, 2017

Keracunan Teknologi

Dahulu kala ketika dinosaurus masih hidup di dunia, teknologi belum maju sepesat ini.

"eh Lang kejauhan deh membandingkan dengan zaman dinosaurus."

"Jauh dekat hanya persepsi yang penting kita saling cinta."

"Duh kamu keracunan asap knalpot kali ngomongnya ngelantur,

"Yaudah aku koreksi deh."

Berbicara tentang keracunan, di zaman sekarang banyak yang keracunan teknologi bahkan aku pun termasuk salah satu yang mengidap keracunan teknologi. Pernah suatu hari tidak memiliki jaringan internet, hidup terasa hampa serasa ada yang kosong persis seperti hidup tanpa kamu. Ada relung hati yang meminta diisi, duh malahan jadi baper gini.

Sejak ditemukan internet dan HP secara perlahan tapi pasti kebutuhan primer manusia pun berubah, yang tadinya sandang, papan dan pangan sekarang berganti menjadi sandang, papan dan casan eh ganti lagi deh jadi powerbank. Kata tadi seolah menjadi ironi bahwa manusia tidak bisa lepas dari alat teknologi bahkan tak jarang kita tidur bersama dengan Handphone tercinta. Kalau dipikir-pikir romantis banget sampai tidurpun selalu bersama.

Kemajuan teknologi semakin pesat. Alat komunikasi tak hanya handphone saja. Laptop, tablet bahkan jam tangan bisa digunakan untuk menelpon, sms bahkan menjelajahi dunia maya. Jadi inget zaman dulu ketika power rangers memijat-mijat jam tangannya lalu berubah. Istilah untuk jam tangan seperti itu ialah Smartwatch. Jam pintar tersebut tak hanya menunjukan waktu tapi bisa juga mengukur detak jantung bahkan tekanan darah tapi sayang belum bisa mengukur rasa cinta. Ah dasarnya aku orang yang selalu penasaran akhirnya dengan mengumpulkan pundi-pundi rupiah jam tersebut berhasil kupunyai. Jamnya memang pintar bahkan lebih pintar dari pemiliknya, lagi-lagi sebuah ironi.


Teknologi seperti pisau, bisa digunakan untuk kebaikan namun tak menutup kemungkinan menjadi celah kejahatan. Banyak penipuan yang menyebar via dunia maya, dari penculikan hingga perampokan. Sebagai pengguna teknologi seyogyanya kita memilah mana yang bermanfaat dan tidak. Jangan sampai teknologi yang dibuat sebagai alat malah jadi memperalat manusia.

Reactions:

2 comments:

Wiwid Nurwidayati said...

😂😂😂😂😂😂😂😂

Ciani L said...

Iya jd bingung siapa usernya, hhaa