Saturday, April 29, 2017

Istri Dari Masa Depan

"Aku istrimu dari masa depan."

Sontak saja aku kaget bagaimana bisa seorang perempuan muda yang cantik dengan garis keibuan kental tiba-tiba menyapaku dengan pernyataan mengejutkan. Parahnya dia berada disampingku ketika aku baru saja bangun.

"Kamu temannya Doraemon ? kok bisa datang dari masa depan.

"Aku ingin ketemu kamu lebih dahulu." Dia menjawab pertanyaan sambil merapihkan berkas revisi proposal penelitian yang tercecer di mana-mana.

"Ini salah harusnya kamu ngambil judul ini," Dia menuliskan sesuatu di kertas.

"Coba aja judul ini, pasti diterima, " dia mamamerkan senyum manisnya

"Kok kamu tahu? " aku masih keheranan dengan tembakannya.

"kamu pernah curhat di masa depan tentang skripsi yang susah kelar."

"Apa buktinya skripsi aku susah kelar."

"Judul kamu ini ditolak oleh Pak Dion karena hasil plagiat. Terus kamu nyerah, dilampiaskan semua kekesalan itu ke main game sampai begadang segala. Akhirnya sebulan sakit. Yang lain udah lulus, kamu masih revisi."

"Kok ngeri yah ?"

"Makannya aku kesini buat ngingetin kamu. Kalau gini terus nanti banyak penyesalan yang kamu rasakan."

Aku masih heran kok dia tahu detail kebiasaanku main game, dia juga tahu bahwa proposal yang aku buat hasil plagiat

"Coba aja judul yang aku kasih, terus kerjakan serius jangan malas-malasan."

"Beneran judul ini bakal diacc."

"Itu judul skripsi kamu, cepatan ke kampus. Aku ngga bisa lama di sini."

"Kalau kamu istri aku di masa depan, sekarang kamu di mana ?"

"Aku Tiara, sekarang masih kuliah di kampus sebelah."

"Tiara ? aku ngga kenal."

"Nanti kamu dekatin aku pakai cara lupa bawa hape, lalu pinjem hp aku terus di miss call ke nomor kamu. Itu semua kamu lakukan buat dapat nomor hpku."

"Masa norak banget yah ?"

"Cepetan ke kampus, yang lain udah mulai konsultasi. Kalau ngga sekarang kamu bakal susah ketemu Pak Dion. Dua hari lagi beliau ke luarnegeri."

Aku bergegas ke kampus, memang benar Pak Dion sedang sibuk mengarahkan mahasiswa bimbingannya. Aku segera masuk dan mengikuti arahan beliau.

"Gilang, judul yang kamu ajukan bagus. Saya setuju."

Pernyataan dari Pak Dion membuat hatiku serasa terbang. Aku bergegas pulang ke kosan untuk bertemu Tiara.
Tetapi Tiara sudah tidak ada.

6 bulan kemudian aku telah wisuda. Skripsi berjalan lancar. Pak Dion bahkan tak menduga bahwa aku akan menyelesaikan kuliah tepat waktu. Aku baru saja ingat Tiara. Langsung saja bergegas ke kampus sebelah yang jaraknya hanya 30 menit jika ditempuh memakai motor.

Aku kelilingi kampus ini, bertanya dari satu orang ke orang lain tapi belum bertemu Tiara. Aku putuskan pergi ke taman untuk menyegarkan ingatan. Tetiba datang seorang perempuan.

"Aku boleh duduk di sini."

"Tiaraaaa, terkejut dengan sosok Tiara yang tiba-tiba ada."

"Kok kamu bisa tahu ?" dia nampak keheranan.

"Aku boleh pinjam HP kamu, HP aku ketinggalan."

Tiara menyerahkan HPnya. Aku ketikan nomorku lalu menghubungi nomorku sendiri. Aku pergi setelah mengucapkan terimakasih kepada Tiara.

Setibanya di rumah, aku mengetikan sebuah pesan

"Hai, Tiara terimakasih atas judul yang kamu berikan. Akhirnya aku lulus tepat waktu."

Pesan yang kuketikan segera menerima balasan.

"Ini siapa ?"

"Aku suami kamu dari masa depan."

Reactions:

6 comments:

meilany putri said...

Eaaa wkwk

Ane Fariz said...

Hahaha... Suka suka sukaaaa ♥

Siti Maemunah said...

Kereeen banget. Simpel, manis. Ide brilian

Ciani L said...

hhaa... apa apa an ini...

Wiwid Nurwidayati said...

Hahahaha...idenya keren juga

sabrina lasama said...

"Namaku Sore, istri dari masa depan."

"Namaku subuh, suami dari masa depan."

"Namaku Maghrib, tetangga dari masa depan."

😂😂😂😂