Monday, May 15, 2017

1 Permintaan, 27 Keinginan

Dia Firman, pria biasa dengan isi dompet yang biasa pula, bahkan sering kali menggadaikan rasa malunya untuk sekadar ngutang nasi plus kuah daging. Apalah daya di umurnya yang sudah 27 tahun, Firman masih sibuk kuliah padahal sudah semester 12.

"Dosen terlalu sayang," kata itu menjadi andalannya jika ditanya kapan wisuda.

Tak hanya berperan sebagai mahasiswa abadi, Firman juga memiliki bakat istimewa sebagai jomblo dengan masa berlaku paling lama seantero fakultasnya. Teman-teman seangkatannya sudah 2 tahun lalu menjadi sarjana bahkan setahun kemudian memutuskan berkeluarga.

Entah kenapa dosen sangat sayang kepada Firman hingga berat sekali untuk meluluskannya. Mungkin saja karena judul skripsi yang diambilnya terlalu memesona. Firman adalah mahasiswa permesinan tetapi mengambil judul di luar keilmuannya. Dia mengajukan judul
"Teknik menangkap pokemon menggunakan metode perputaran botol lonjong," Sang dosen terdiam beberapa detik setelah itu menyetujui judul yang diajukan Firman. Dosennya tak mau mengambil risiko, jika ditolak pasti Firman mengambil judul skripsi yang lebih aneh lagi.

Guna melengkapi data skripsinya, Firman mengumpulkan berbagai jenis botol hampir di setiap jalan yang dilewatinya, bahkan tetangga di sekitar kosannya menganggap Firman adalah pemulung botol bekas, yang lebih sadis menganggapnya orang gila karena frustasi tak kunjung wisuda.

Di kosannya tertumpuk berbagai jenis botol tetapi ada satu botol yang terlihat spesial. Warna keemasan sekalipun dikelilingi bercak coklat yang menahun. Firman membersihkan botol itu, dia mau melihat sebagus apa botol emas bila dalam keadaan bersih. Cukup lama Firman membersihkannnya hingga bersinar seperti baru. Anehnya, ketika botol itu digosok mengeluarkan cahaya dan tiba-tiba seorang pria setengah baya muncul di hadapan Firman.

"Hahahhaa," Pria setengah baya itu tertawa.

"Kenapa ketawa Pak," Firman merasa aneh.

"Aku Jin, biasanya keluar dari botol harus ketawa," Sambil tersenyum.

"Oh itu sudah semacam SOP Jin ?" Firman masih keheranan.

"Mungkin iya, eh nggak penting bahas itu. Sekarang umur kamu berapa ?"

"27 tahun Pak Jin."

"Baiklah karena kamu telah membebaskanku dan umurmu sudah 27 tahun, maka akan aku kabulkan 27 keinginanmu," Sembari diakhiri tawa.

"Bisa nawar nggak Pak Jin ?"

"Dasar manusia selalu ingin lebih. Mau berapa permintaan ?" Jin kelihatan kesal.

"Satu aja Pak Jin. Terbiasa meminta itu nggak baik untuk mental," Masih dengan raut datarnya.

"Unik sekali kamu, silakan sebutkan 1 permintaanmu ?" Jin menatap takjub.

"Tolong jauhkan aku dari rasa malas Pak Jin, bisa ?"

"Bisa dong, kenapa meminta itu ? "

"Menurut Hadist riwayat Muslim, Rasulullah pernah meminta untuk dijauhkan dari rasa malas. Soalnya aku ingin diwisuda tapi malas terus menggarap skripsinya," Firman tersenyum.

"Keren sekali Nak, tapi aku nggak jadi memberikanmu satu permintaan deh."

"loh kenapa ? Firman keheranan.

"Aku nggak mau kamu meminta pertolongan selain kepada Tuhan," Firman terdiam beberapa detik, kemudian dia dan Jin tertawa bersamaan.

Reactions:

15 comments:

Antika Rafalesia said...

Wkwkkwkwkw aa gilang kocak habis .... ada ada aja ... lucu banget lucuuu

suparto parto said...

Kereen Aa..

Rina Adriana said...

Hahahaha.. Aa pinter banget bikin orang lain ketawa.

meilany putri said...

Aseekk pagi pagi bikin org ngakak.

Ahahahah:D

Ane Fariz said...

Aa keren bangetbsih idenya... Pesan yg bijak dikemas secara kocak. Sukaaa

Hikmah Ali09 said...

Gilaaaaaaaaaaaaa😂😂😂😂😂

Wiwid Nurwidayati said...

Hahahaha...

fajar herlambang said...

baca sampai habis, nyinggung saya tahun kemarin . alhamdulilah ud lewat masa malas bikin skripsnya .

Novarina DW said...

Reminder banget nih. Jangan meminta pertolongan selain kepada Allah Swt. Mas Gilang kreatif. Mengemas cerita meski ada dialog kocak, tapi sekaligus bermakna. Keren ��

Dewi Mariyana said...

Hahaaha

Ciani L said...

Sipp kereeenn betss :)

Muhamad Septian Wijaya said...

😂😂😂 au akhh

lisa lestari said...

Selalu kocak..

Fitriani Nurul Izzati said...

Wakakakk

sabrina lasama said...

Udah lewat masa masa traumatis bikin skripsi...huhuhu