Tuesday, May 2, 2017

Biarlah Aku Mati Tapi Tidak Tulisanku

Tak terasa tinggal menghitung hari untuk memasuki tahun baru, 2018. Tepatnya hanya tinggal 243 hari lagi kita memasuki tahun yang baru, eh masih lama deh. 2017 juga baru berjalan 4 bulan. Sejauhmana kemajuan resolusi 2017 yang telah kita tetapkan ? kalau aku sih ada beberapa yang jalan dan ada beberapa juga yang kandas karena terbentur kenyataan. Memang menyakitkan saat impian harus kandas karena terbentur kenyataan. Eh malah jadi curhat, maafkan.

Berbicara resolusi 2017, ada hal yang aku tetapkan dan berusaha untuk terus istiqomah yaitu menulis setiap hari di blog. Tidak seperti kelihatannya, rutin setiap hari menulis di blog itu sebuah tantangan tersendiri. Bagaimana tidak, diri ini selalu mencari alasan agar tidak menulis. Misalkan karena sibuk, karena sakit atau karena ingat calon mertua. Alasan-alasan tersebut sebenarnya hanya sebuah upaya untuk membebaskan diri dari kewajiban menulis setiap hari.

Cara terbaik untuk menjadi penulis adalah terus menulis, tidak ada cara lain. Tetapi selalu saja diri ini banyak alasan. Tere Liye, hampir setiap tahun menerbitkan novel baru dengan tebal rata-rata 500 halaman. Apalagi kesibukannya mengisi ratusan seminar pertahun, secara logika kalau beliau mengandalkan alasan sibuk untuk mengabaikan kewajibannya menulis, mungkin tak akan ada Tere Liye yang kita kenal sebagai penulis novel best seller.

Aku terus belajar menulis, setidaknya konsisten menulis setiap hari. Hasilnya selama tiga bulan, alhamdulilah berhasil menulis dengan jumlah yang sama dengan tanggal. Bulan Januari hanya 15 tulisan, Februari 29 tulisan, Maret 31 tulisan, April 30 tulisan. Padahal dulu sebelum masuk komunitas ODOP (Menulis setiap hari) prestasi terbaik hanya menulis satu kali dalam seminggu.

Semoga aku mampu menulis setiap hari. Setidaknya kalau aku sudah tidak ada di dunia, tulisan ini akan abadi dan berguna. Biarlah nanti jasadku jadi makanan bakteri tetapi tulisanku ini tidak akan pernah dimakannya. Biarlah tulisanku tidak ada yang membaca, kewajibanku hanya menulis dan terus percaya bahwa setiap tulisan punya takdirnya tersendiri.

Reactions:

8 comments:

EstinaLa said...

Semoga

Rina Adriana said...

Jadi semangat setelah baca postingan Aa. 😄😄

Hikmah Ali09 said...

Adaa gitu nyari alasan biar ga nulis karena ingat calon mertua😶

#luhgalfokparahdek😅

Anw, trimakasiih udah nularin semangat positif pagi2💙

Ciani L said...

Ada kok yang baca tulisan Aa ;)

Hiday Nur said...

Semangaaat

Hiday Nur said...

Semangaaat

meilany putri said...

Ntaps,, betul betul betul makasii kagil bikin semangat hihi👏😁

Wiwid Nurwidayati said...

Keren aa gyl...postingannya banyak