Thursday, May 25, 2017

Sisi Lain Soekarno

Bagi umat Islam sosok Imam Bukhari bukan tokoh yang asing. Beliau ahli Hadist termansyhur hingga kini. Bahkan tak jarang orang menyebutnya sebagai Mukminin Fil hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam ilmu hadist)

Menariknya ada benang sejarah yang terurai antara Imam Bukhari dan Indonesia atau lebih tepatnya Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Mungkin ada yang bertanya apa kaitannya antara Imam Bukhari dan presiden Indonesia, Apakah kedua orang hebat itu bersahabat ? Secara fisik tentu tidak karena terpaut jarak ribuan tahun antaranya keduanya.

Sosok Soekarno yang banyak orang percaya bahwa beliau adalah seseorang yang berhaluan kiri tetapi di sudut lain kehidupannya beliau pengagum sejati Imam Bukhari. Bukti kecintaannya kepada Sang ahli hadist dibuktikan oleh perbuatan yang hanya bisa dilakukan oleh beliau.

Ceritanya, sekitar tahun 1961, pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev mengundang Soekarno datang ke Moskow. Nikita ingin memperlihatkan pada Amerika Serikat kalau Indonesia berada di belakang Blok Timur. Saat itu dunia memang sedang memanas antara persaingan negara Blok Barat, AS dan sekutunya, melawan Uni Soviet.

Soekarno menghadapi dilema. Dia tidak ingin menunjukkan kalau Indonesia bisa diatur Soviet. Maka Soekarno membuat strategi.

"Tuan Khrushchev, saya bersedia datang ke Moscow. Tapi ada syaratnya, temukan makam Imam Bukhari, perawi hadis terkenal. Dia dimakamkan di Samarkand, Uzbekistan," ujar Soekarno.

Tentu saja Khrushchev yang komunis tulen bingung. Siapa Imam Bukhari? Pikirnya. Khrushchev pun meminta Soekarno mengganti syaratnya, tapi Soekarno menolak.

Maka pemerintah komunis Uni Soviet mati-matian mencari makam ulama besar Islam ini. Bukan perkara mudah, Khrushchev pun hampir menyerah. Dia lagi-lagi menawar syarat dari Soekarno. Tapi Soekarno bersikeras Soviet harus menemukan makam Imam Bukhari.

Akhirnya, mereka berhasil menemukan lokasi makam Imam Bukhari. Saat itu kondisinya sangat memprihatinkan dan tidak terawat untuk ukuran seorang ulama besar. Khrushchev pun dengan gembira menyampaikan hal itu pada Soekarno. Tak lupa, pihak Soviet merenovasi makam itu sedikit agar tak berantakan.

Maka akhirnya Soekarno mengunjungi Moskow. Tak lupa dia berziarah ke tempat Imam yang sangat dikaguminya ini di Samarkand. (Di kutip dari https://www.google.co.id/amp/m.merdeka.com/amp/peristiwa/kisah-presiden-soekarno-paksa-rusia-cari-makam-imam-bukhori.html)

Reactions:

2 comments:

Sakifah Ismail said...

Aa tumben nulisnya serius banget...hihi

Fitriani Nurul Izzati said...

Great material a