Saturday, July 1, 2017

Patah Hati Terhebat


Saya pernah patah tulang, saya juga pernah patah hati. Keduanya memang menyakitkan tetapi patah hati sakitnya lebih tahan lama. Hampir setahun lalu tulang kaki patah karena kecelakaan, hingga saat ini sakitnya masih sedikit terasa namun mendadak sembuh ketika memakan nasi padang dan momen gajihan. Berbeda hal dengan patah hati, nasi padang dan gajihan tak cukup ampuh untuk mengobati.

Di Indonesia, hukuman paling berat ialah hukuman mati tetapi bagi saya itu bukan yang terberat. Hukuman paling berat ialah hukuman patah hati berkali-kali. Andai koruptor diberikan hukuman patah hati ribuan kali, saya yakin tak akan ada yang berani korupsi. Kenapa seyakin itu ? semua terjawab oleh beberapa kisah patah hati terhebat.

Meliodas, tokoh utama dalam manga (Komik Jepang) Nanatzu No Taizai. Dia adalah pangeran pewaris tahta Raja Iblis, Cinta terlarangnya kepada Elizabeth (Seorang Malaikat) membuat Raja Iblis murka. Dia menjatuhkan hukuman paling menyakitkan kepada anaknya. Meliodas dikutuk hidup abadi untuk melihat Elizabeth mati berkali-kali dipelukannya.

Kisah Meliodas sudah tentu sebuah rekaan tetapi bukan berarti kisah patah hati terhebat adalah mitos. Di dunia nyata, Beethoven adalah bagian yang pernah merasakan sensasi menyesakan di dada. Pencinta musik sejati sudah pasti tahu siapa Beethoven. Di luar kisahnya sebagai musisi legendaris, Beethoven pun sama seperti manusia biasa yang pernah jatuh cinta. Dia 8 kali jatuh cinta dan 8 kali pula menerima penolakan. Patah hati terhebatnya terjadi ketika mencintai muridnya, Giulietta. Beethoven menciptakan
lagu "Moonlight Sonata" untuknya. Sayang, Giulietta memilih musisi yang lebih kaya dari Beethoven.

Kisah patah hati lainnya di alami oleh Pahlawan perempuan Indonesia, Cut Meutia. Dia bersama suaminya, Teuku Muhammad bertempur di garis depan melawan penjajah. Setelah beberapa pertempuran suami Cut Meutia ditangkap oleh Belanda dan dijatuhi hukuman mati. Diakhir hayat sang suami, Cut Meutia bersama anaknya yang masih bayi menemui Teuku Muhammad di penjara. Sembari memegang tangan Cut Meutia, Teuku Muhammad berpesan untuk meneruskan perjuangannya. Bulir bening menetes dari kelopak mata kedua Pahlawan, kisah cinta mereka dipisahkan maut.

Tak hanya tokoh-tokoh di atas yang pernah merasakan patah hati. Sebagian dari kita pernah merasakan hal yang sama. Berkali-kali datang ke pernikahan mantan, mantan orang disuka tapi dia-nya engga. Berkali-kali juga makan di resepsi mereka, memilih daging paling besar tapi ternyata itu jahe. Hal itu semua menyakitkan, lebih menyakitkan lagi bila tenggelam dalam lautan patah hati lalu tak berbuat sesuatu yang berarti.

Kali ini saya pun merasakan patah hati terhebat tapi tenggelam dalam lautan kesedihan bukan pilihan tepat. Patah hati ibarat mundur beberapa langkah untuk mengambil ancang-ancang agar bisa melesat lebih cepat.

Reactions:

6 comments:

meilany putri said...

Mantappp...

Wiwid Nurwidayati said...

Kenapa Aa, patah hati ma siapa?

April Cahaya said...

Idiih idiih.. Aa teh patah hati?? Makan kulit durian, siapa tahu patah hatinya sembuh.

lisa lestari said...

Gilang patah hati sm siapa? Kepo deh saya.

Muhamad Septian Wijaya said...

Patah hati sama dia ya kang?? #soktau 😂😂

Hikmah Ali09 said...

Kereenn, nambah ilmu.


Tapii Agil teh lagi patah hati sama siapa?😆