Sunday, December 31, 2017

Resolusi 2018 : Tumbuh Lebih Kuat Dari Sebelumnya.

Bagi saya 2017 adalah tahun yang luarbiasa, di tahun itu memperoleh gelar sarjana dan alhamdulillah bisa melanjutkan S2 meski dengan segala keraguan yang menyertai.

Pada 2017 entah kenapa saya keracunan menulis. Ratusan tulisan di Nychken.com, beberapa di koran, dan ada juga beberapa buku bahkan Novel "Menuntaskan Rindu" mengantarkan saya untuk mengisi materi di berbagai tempat. Alhamdulillah, bisa sering makan nasi padang.

Ada juga momen pahit di tahun ini, rugi jutaan dari bisnis hingga lemes banget, dan yang paling menyakitkan adalah kisah tentang patah. Iya tahun ini patah hati terhebat saya rasakan. Terkesan lebay sih tapi beneran loh, dada terasa bolong.

Kisah pahit di tahun 2017 adalah cara agar saya tumbuh lebih kuat di tahun 2018. Alhamdulillah, terimakasih untuk tahun ini.

Saturday, December 30, 2017

Gadis Berkacamata

Duhai gadis berkacamata
rasaku lebih dari sekadar suka
tapi sayang ada seseorang yang lebih dahulu menggenggam tanganmu
lalu mengganti kacamatamu dengan softlans berwarna biru
yang jelas di dalamnya tidak ada lagi aku.

Friday, December 22, 2017

Menantu Untuk Mamah

Akhir-akhir ini mamah sering membahas tentang pernikahan, dari bahas anak tetangga hingga rencana pernikahan anaknya. Aku sadar itu secara tidak langsung bentuk sindiran. Mungkin beliau khawatir anaknya punya kelainan. Tenang Mah aku bukan LGBT (Amit-amit). Wajar saja sih kalau mamah khawatir dari brojol hinga sekarang yang sudah menginjak usia 20-an belum pernah sekalipun memperkenalkan seorang perempuan secara langsung kepadanya.

Pernah sih cerita naksir perempuan A,B,C tapi satu pun belum dipertemukan dengannya. Susah Mah, pernah sih ada yang tinggal di hati tapi dia pergi tak kembali 😂.

Walhasil untuk meredakan kekecewaan mamah dihadiahkanlah sebuah cincin. Cincin ini bukan pengganti kasih sayang hanya sekadar simbol rasa terimakasih seorang anak bandel.



"Mah, permintaan menantu dipending dulu yah ? sampai waktu yang belum ditentukan."

Friday, December 15, 2017

Download Mantu

Hari ini seketika aku sangat bahagia, di saat Uncle Achmad Ikhtiar membagikan undangan pernikahan digital dengan Kak Adriana. Meskipun bahagia aku hadir dalam keadaan baper parah. Cinta bagi mereka sangat sederhana, sekadar suka, cocok, lamar, dan menikah. Terlepas dari jauhnya jarak Jakarta dan Pontianak. Terlepas dari tak pernah bertatap mata di dunia nyata.

Mendadak aku menjadi seorang pria pecundang, memikirkan A-Z untuk melegalkan hubungan.

Aku masih sangat ingat, cinta mereka bersemi "hanya" dengan perantara grup WA komunitas menulis One Day One Post.

Hampir setiap hari aku menulis, tetapi tetap saja kalah oleh dua penulis keren yang akan segera menerbitkan buku nikah.

Sekali lagi bagi mereka cinta sangat sederhana sekadar beli cincin dan pasang dijarinya.

Selamat dua penulis panutanku 😉😉😉.
Doakan segera agar aku bisa menulis buku nikah yang diterbitkan KUA 😂😂.

Tuesday, December 5, 2017

Cinta di akhir senja

Ada hal yang menarik dalam kuliah kebahasaan tadi pagi. Bukan melulu belajar kaidah kebahasaan, kami belajar cinta. Asyik benar mata kuliah ini terutama bagi saya yang konsisten menyandang gelar tunaasmara.

Bermula dari dosen saya. Eh ini bukan inisial. Beliau bercerita tentang seorang Profesor yang jatuh cinta (kembali) ke mantannya yang sama-sama berada di usia senja. Cinta mereka bersemi lagi di saat sang mantan sudah sendiri (Suaminya meninggal). Sang profesor berniat menikahi mantannya, sayang dia kalah start oleh istri, anak, dan cucunya. Mereka lebih dahulu datang ke rumah sang mantan untuk menggagalkan pernikahannya.

Entah kenapa saya mendadak merasakan sensasi ditusuk-tusuk dada. Cinta yang disembunyikan selama puluhan tahun akhirnya kandas di tangan orang yang juga dicintainya (Istrinya).

Kegalauan mendera sang profesor selama berbulan-bulan. Tak ada yang logis bagi cinta, orang dengan tingkat intelektul tinggi dibuat terpuruk dalam kubangan patah hati.

Memang cinta laksana merajut benang, sekali terikat sulit dilepaskan. Kalau pun putus, rajutan masa lalu tetap ada. Cinta sang Profesor sudah berjarak puluhan tahun, tetapi tetap abdi sekalipun usia mereka sudah sama-sama senja.

Saya memang masih hijau dalam urusan cinta, hanya beberapa kali patah dan ditinggal nikah 😂😂. Mudah-mudah cerita ini ada dalam soal UAS. Niscaya saya sangat lancar mengisinya.

NB: Foto di bawah ini sekadar untuk melancarkan mual Anda.