Friday, February 2, 2018

Antara Dilan dan Guru Budi

Setelah berhasil mendapat acc untuk proposal tesis akhirnya kesampaian juga nonton Dilan, jangan tanya dengan siapa karena berat untuk menjawabnya 😂.

Ketika memasuki biosop rata-rata yang menonton Dilan ialah anak-anak usia sekolah, wajah saja sih film remaja, saya juga masih remaja meski dengan plus umur yang lumayan banyak 😂.

Bagiku satu-satu hal menarik dalam film Dilan ialah kehadiran Milea, beuuh cantiknya membuat lemas, wajarlah lelaki makhluk visual. Selebihnya hanya menceritakan kegombalan Dilan dan kisah cintanya.

Ada satu adegan yang membuat perih ketika Dilan memukul gurunya, Pak Suripto. Sebagai guru, entah kenapa saya menjadi antipati dengan sikap Dilan.

Ketika Pak Suripto menegur Dilan yang "Mengacau" di upacara bendera. Dilan membalas dengan suara sangat tinggi, Pak Suripto tersinggung lalu menampar Dilan. Dilan tak terima, dia bertindak brutal dengan memukul dan mengejar gurunya itu. Memang tindakan Pak Suripto salah. tetapi tindakan Dilan juga tak bisa dibenarkan.

Beberapa hari setelah menonton Dilan, saya membaca berita viral yang serupa dengan kisah Dilan. seorang murid memukul gurunya hingga tewas. Pak Budi harus berakhir ditangan muridnya.

Terbayang jika tindakan Dilan ditiru penontonnya yang kebanyakan anak usia sekolah. Masih adakah yang mau jadi guru ? digaji rendah namun harus berkorban nyawa.

Rasanya jadi guru zaman sekarang harus dibekali ilmu rawarontek agar ketika dipukul dan dibacok bisa kembali utuh seperti sedia kala.

Reactions:

3 comments:

fajar herlambang said...

mari kita pinggirkan dilan, berdoa untuk pak guru

Suden said...

Usulnya saya pertimbangkan. Rawarontek aja atau yang lain juga?

Desi Kusnendari said...

Prihatin banget kalo ada adegan begitu.Kenapa adegan begitu bisa lulus utk beredar ....